Ada Rumah Indonesia di Amerika Serikat

You Can Take Me Out of Indonesia, But You Can’t Take Indonesia Out of me, begitulah jargon Rumah Indonesia, organisasi independen yang telah berdiri dua tahun silam di Washington DC, Amerika Serikat.

Rumah Indonesia dapat dikatakan sedikit dari organisasi yang peduli terhadap budaya dan tradisi Indonesia di Amerika Serikat. Didirikan oleh lima srikandi Indonesia dari berbagai latar belakang pendidikan. Livia Iskandar yang merupakan seorang psikolog dari Universitas Indonesia. Master dalam bilang Psikologi Konseling dari City University, London, Inggris dan Doktor dalam bidang kesehatan masyarakat dari Universitas Hawaii di Manoa, Honolulu, Amerika Serikat.

Tricia Sumarijanto, atau yang lebih dikenal sebagai “Bu Guru’ angklung di kalangan masyarakat Washington DC. Wita Pradonggo seorang guru bahasa Indonesia di Amerika Serikat yang khusus mengajar para diplomat asing yang akan dikirim bertugas ke Indonesia. Ifa H. Misbach adalah dosen psikologi di Universitas Pendidikan Indonesia. Dan Debbie Sumual-Patlis adalah seorang jurnalis di Voice of America di Washington DC sejak tahun 2006.

“Awalnya kami hanya modal dengkul saja membangun organisasi ini ditambah dengan mengandalkan relasi-relasi yang kami miliki” kata Livia. Namun, berkat kegigihan mereka berlima Rumah Indonesia dapat juga terbentuk pada 13 Agustus 2012. Maya Soetoro-Ng, adik dari Presiden Obama, yang berteman baik dengan Livia pun mendukung Rumah Indonesia dalam pengumpulan dana pertama melalui penjualan buku anak-anak karyanya. Rumah Indonesia memang bukan rumah dalam arti yang sesungguhnya, tapi lebih kepada wadah untuk semua individu tanpa membedakan suku, agama, dan golongan manapun.

“ Di Amerika Serikat banyak warga Indonesia yang terkotak-kotak dan membentuk wadah atau komunitas berdasarkan kesamaan etnis atau suku bangsanya saja” kata Livia Iskandar (Co-Founder Rumah Indonesia).

Nah, Rumah Indonesia didirikan untuk menyatukan semua entitas keberagaman yang ada sekaligus mengenalkan keunikan tradisi dan budaya yang Indonesia miliki. Rumah Indonesia, sambung Livia, berusaha untuk memberikan sumbangsih nyata pada penanaman nilai-nilai karakter sesuai dengan tradisi dan adat istiadat budaya Indonesia pada anak-anak Indonesia, yang besar dan tumbuh di luar negeri agar tidak tercerabut dari akar budaya mereka.

Sumbangsihnya diwujudkan dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan-kegiatan interaktif, dari seminar hingga workshop. Kegiatan yang pernah melibatkan Rumah Indonesia di Amerika Serikat antara lain menjadi salah satu organisasi pendukung American Design Batik Competition 2013 yang diselenggarakan KBRI dan secara regular menggelar lokakarya batik, wayang, dan dongeng berbahasa Indonesia dari sejumlah daerah di Tanah Air kepada anak-anak.

Selain itu, Rumah Indonesia juga pernah menyelenggarakan Wayang Workshop & Lecture yang dibuka oleh Atase Pendidikan KBRI Haryo Winarso. Acara yang diadakan pada tanggal 2 Maret 2013 ini bertempat di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, DC. mengambil contoh lakon ‘Kisah Lahirnya Gatotkaca’ dan dibawakan oleh seorang puppet master asal Amerika, yaitu Marc Hoffman.

Kegiatan kebudayaannya tidak hanya difokuskan di kedutaan besar, melainkan di tempat-tempat lainnya. “Pada dasarnya organisasi ini sifatnya independen dan tujuannya untuk lebih meluaskan jangkauan agar budaya dan tradisi Indonesia lebih dikenal”, kata Livia.

Di Mei 2013, Rumah Indonesia menggelar acara bertajuk Go West Sumatra di School of International Service American University, Washington DC. “Di acara ini ditampilkan seni tradisi randai dan sangat menarik karena ternyata banyak yang menyukainya,” kata Livia.

Randai merupakan salah satu permainan tradisional di Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan kaki secara perlahan, sambil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara berganti-gantian. Randai menggabungkan seni lagu, musik, tari, drama dan silat menjadi satu. “Bisa dikatakan seni randai ini yang pertama kalinya ditampilkan di DC,” kata Livia.

Pentingnya Pendidikan Bahasa Indonesia

Selain melestarikan tradisi dan budaya, Rumah Indonesia juga berusaha mengajarkan bahasa Indonesia serta membekali pembentukan karakter pada anak-anak Indonesia yang dibesarkan di luar negeri.

Mengapa pendidikan bahasa Indonesia itu penting? Penggunaan bahasa Indonesia, menurut Livia, anak-anak dapat lebih mudah dikenalkan untuk memahami nilai-nilai kearifan lokal yang berasal dari tradisi dan adat istiadat budaya Indonesia. Nilai-nilai kearifan lokal ini merupakan sumber pembentukan karakter pada anak untuk tetap dapat memelihara identitas diri sebagai orang Indonesia meskipun hidup di luar negeri.

“Ahli lingustik dalam suatu acara pernah mengatakan anak yang menguasi bahasa lebih dari satu, biasanya mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang menguasai hanya satu bahasa,” kata Livia.

Nah, sejak tanggal 5 Oktober 2013 Rumah Indonesia mengadakan kelas bahasa Indonesia untuk anak-anak kelompok usia 6-12 tahun di Chevy Chase, Maryland. Dan tahun 2014 dibuka kelas baru di Arlington, Virginia, untuk dua kelompok usia, 6 – 12 tahun dan 4 – 6 tahun.

“Selama ini ’kan banyak diajarkan bahasa Indonesia untuk orang dewasa, tapi di Rumah Indonesia kami mengajarkan bahasa Indonesia untuk anak-anak,” jelas Livia.

Anak-anak yang didik disini pun tidak hanya anak Indonesia saja, melainkan juga anak-anak Indo, campuran Amerika dan Indonesia. Guru-guru pengajar bahasa Indonesianya banyak yang berasal dari Indonesia,” sambung Livia.

Tak hanya pendidikan bahasa Indonesia, Rumah Indonesia juga mengadakan pendidikan untuk memasak. Tentu masakan yang diajarkan adalah masakan-masakan yang berasal dari Indonesia. Harapannya, seperti Livia katakan untuk memberikan bekal kelak mereka besar untuk pengetahuan mengenai masakan-masakan Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s