Pornstar Peduli Kritis dan Politis

Jakarta – Industri film dewasa itu sarat dengan tipu muslihat, keburukan, eksploitasi brutal seksualitas, perendahan harga diri wanita, dekadensi moral, dan lainnnya.  Bahkan mantan artis film porno Shelley Lubben membeberkan  fakta mengejutkan perihal film porno.

Artis porno rata-rata katanya berbohong kalau mereka bilang menikmati pembuatan film dewasa yang mereka perankan. Industri pornografi ingin agar selalu berpikir kalau artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin percaya pemain porno senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenisL adegan di film.

Kenyataannya, banyak artis porno melakukannya hanya untuk uang bukan kesenangan terlebih menuntaskan hasrat seksual. Walau bayaran terkadang lumayan,  Mereka tersiksa melakukannya.

Namun ada sesuatu yang berbeda dari artis porno Angela White soal industri seksual yang kini digelutinya. Dunia porno tak seburuk yang dibayangkan. Angela tentu punya pembenarannya sendiri.

Dia mengakui seksualitas baginya adalah kekuatan yang sangat kuat dalam hidupnya. White merasa tidak pernah merasa lebih hidup jika jauh dari seks.

Angela masuk dalam pornografi karena melihat dunia itu sebagai ruang di mana seksualitasnya akan diterima. Pornografi menurutnya juga sebuah ruang di mana seksualitas dirayakan dan bukannya direndahkan.

“Saya melihat orang-orang di layar melakukan hubungan seks dengan banyak orang, seperti, lokasi yang berbeda, orang yang berbeda, beberapa jenis kelamin, dan itu dirayakan,” katanya.

Dengan tampil dalam pornografi, Angela mengeksplorasi hasrat seksualnya di lingkungan yang aman dengan orang-orang yang berpikiran terbuka dan berpikiran seksual.

Dikutip buzzfeed.com, White terbilang belia saat kali pertama menapak karir di industri porno. Saat itu dia  masih berusia 18 tahun dan duduk di bangku  SMA tahun 2003.

Sebagai seorang remaja, Angela  mengidentifikasi diri sebagai biseksual.” Saya biseksual di masa remaja, dan di SMA saya sering dibilang pelacur dan lesbian,” katanya. White tak ambil pusing dengan pendapat orang lain dan yakin industri porno adalah tempat yang cocok baginya.

Sambil berkarir di industri lendir, Angela tak lupa pendidikan.  Dia mengejar gelar Bachelor of Arts. Empat tahun kuliah, Angela menyusun tugas akhir. Temanya tetap dunia porno. Alasannya, dia mendengar kritik feminis yang bilang pornografi itu merendahkan dan mengeksploitasi wanita.

Angela tak percaya dan melakukan penelitian kualitatif mengenai pengalaman para pemain wanita di industri pornografi Australia. Temuannya ternyata menyatakan  pornografi dapat menjadi ruang yang positif dan transformatif bagi banyak perempuan.

Angela bilang seks seharusnya tidak  dipandang sebagai hal yang buruk. “Saya selalu mewakili seksualitas dalam film saya sebagai sesuatu yang positif,” kata White.

Pada tahun 2010, wanita kelahiran tahun 1985 ini lulus dengan pujian dari University of Melbourne dengan studi Gender. Tesisnya bahkan dipresentasikan pada konferensi Erotic Screen and Sound di Universitas Griffith pada tahun 2011.

Kepentingan Angela dalam politik gender membuatnya menghabiskan satu tahun belajar di Institut d’Études Politiques de Paris yang prestisius di Paris.

Partai Seks Australia
Selanjutnya, Angela terjun ke politik praktis dan masuk Partai Seks Australia dalam pemilihan negara bagian Victoria 2010.

Banyak orang beranggapan partai itu hanya lelucon namun ditepis angela. Dikutip adultdvdtalk.com, dia mengatakan partai itu adalah partai sah dan Fiona Patten, yang merupakan ketua Partai Seks, adalah Senator sekarang.

Dia secara terbuka memperjuangkan hak pekerja seks. Tujuannya adalah untuk mendekriminalisasikan semua pekerjaan seks.  Ada banyak stigma yang melekat pada industri porno dan ini adalah bagian dari ambisinya untuk menghancurkan mitos-mitos.

Angela pikir banyak mitos tentang industri porno di luar sana sehingga orang tidak tahu lebih baik, orang tidak bertanya kepada pekerja seks, atau orang tidak memiliki wawasan tentang industri ini.

Ada mitos bilang pekerja seks adalah pecandu narkoba, atau pekerja seks bodoh atau pekerja seks menjadi korban. “Saat Anda berada di dalam industri dan Anda adalah bagian dari industri ini, Anda menyadari bahwa semua itu hanyalah mitos belaka. ” tuturnya dilansir beat.com.

Partai Seks berharap bisa mendirikan sebuah organisasi advokasi untuk melindungi hak dan kepentingan pekerja seks.

Langkah politis Angela pun menarik perhatian media. Salah satunya saat dia mengirim salinan DVD pornonya ke Jaksa Agung dalam kampanyenya untuk melonggarkan peraturan film
dengan rating X.

Mengutip angelawhite.com, perhatian media lebih terjadi saat Angela dan sesama kandidat Partai Seks Australia, Zahra Stardust, menjadi kandidat politik pertama yang memfilmkan adegan porno bersama-sama.

Pada tahun 2007, Angela memulai debut televisinya di serial komedi Australia Pizza. Dia muncul dalam 4 episode sebagai “Ruby”, pacar bintang porno Bobo. Pada saat ditayangkan, Pizza adalah seri Australia rating tertinggi di jaringan televisi SBS.

Angela sejak itu tampil di Cosmopolitan, Penthouse, Beat, Time Out dan di halaman depan Sydney Morning Herald.

Dia sering diwawancarai media termasuk radio  Triple J dan Fox FM, dan jaringan televisi Australia: SBS dan ABC. Pada tahun 2013, Angela menjadi MC resmi untuk Sexpo, pameran seksualitas dan gaya hidup dewasa terbesar di dunia.

Angela sekarang menjalankan perusahaan produksi sendiri, AGW Entertainment B.V., dan memproduksi dan mengarahkan semua konten secara eksklusif untuk situs webnya.”Saya membuat situs ini sebagai ruang untuk mengeksplorasi seksualitas saya.” pungkasnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s