Catatan Kata Kelana

Untungnya Sepedas Sambal Yang Membakar Lidah

sambal hellyeah

Jakarta – Kala itu di Bandung, Jawa Barat pada tahun 2011, trend panganan pedas sedang merebak. Kuliner yang bisa membakar lidah banyak bermunculan, sebut saja keripik pedas, seblak, dan lainnya. Tak ingin ketinggalan momen pedas, kakak beradik Irdham Arbina Nurdiansyah dan Marlangen Perwita mencoba peruntungan di bisnis pedas rasa ini.

Mereka pikir, makanan apa yang belum dibuat yang bisnisnya bisa bertahan lama. Hingga terbesit satu kata, yaitu sambal kemasan. Menurut mereka sambal bukanlah  jenis bisnis musiman dan bisa bertahan lama. “Orang Indonesia kan suka sambal, dan ada kecenderungan juga  masyarakat suka dengan konsumsi yang praktis berupa sambal instan” tutur Marlangen Perwita di rumahnya beberapa waktu lalu.

Ide sudah ada  tinggal eksekusi. Dari awal sambal  mereka ingin menyasar pasar anak muda. Nama untuk sambalnya pun dicari. Dengan dibantu oleh teman-temannya yang turut serta mencicipi racikan sambal pedasnya, nama sambal itupun muncul. Ya, Hellyeah, nama ini muncul sebagai ungkapan rasa pedas yang membakar lidah dari teman-teman mereka berdua  yang memakan sambal ini.

Kakak beradik ini memulai dengan modal masak sambal ala kadarnya berikut dengan dana. Produksi kecil-kecilan dimulai. Dengan kemasaan sederhana dalam botol biasa, sambal Hellyeah didistribusikan sebatas  pada rekan sejawat atau teman. Lantaran tidak bisa didistribusi lebih jauh, penjualan pun terbatas. Pun dengan masa life time sambalnya yang terbatas  atau hanya bisa bertahan seminggu. Perwita menyadari perkembangan sambalnya stagnan dan tidak banyak perubahan karena tidak begitu difokuskan berhubung keduanya sibuk bekerja di tempat lain.

Pindah ke Jakarta, Untung Datang

Hingga sampai di tahun 2013, produksi sambal Hellyeah hijrah ke Jakarta dan mulai digarap serius.  Perwita  memutuskan untuk resign dari pekerjaan dan sepenuhnya fokus di pengembangan bisnis sambal Hellyeah.  Berhubung tidak ada memiliki latar belakang  pendidikan mengenai pengolahan pangan. Perwita  pun giat mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang teknologi pangan. Seperti mendatangi dinas kesehatan, mengikuti pelatihan teknologi pangan, hadir dalam seminar, workshop,dan yang lainnya.

sambal hellyeah

Sambal yang awalnya dibuat dengan tangan atau diulek kini dilakukan dengan mesin giling di rumah mereka.  Pengerjaan sambal  dikerjakan oleh enam orang,  mulai dari proses pemilihan bahan baku, cuci bersih, giling, masak pengemasan dan pelabelan. Dan enam orang ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di lingkungan rumah Perwita.

“ Yang membedakan sambal ini adalah rasanya yang pedas dan  rasa jika dirasakan rasa bawang dan jeruk berbeda dengan sambal bawang lainnya. Dari warnanya juga terang karena prosesnya tidak terlalu matang. Selain itu dari desain kemasannya terasa sangat anak muda” tutur Perwita.

Pangsa pasar Sambal Hellyeah diperluas, mulai dari kaum muda sampai pegawai kantoran di kota-kota besar. Sambal Hellyeah didistribusikan juga ke  beberapa tempat semisal Carefour, Seven Eleven, toko-toko kecil dan reseller. Perwita mengatakan masuknya Hellyeah di Seven Eleven, saat Sevel ini baru buka kali pertamanya kerjasama dengan UKM. Disitu Sambal Hellyeah diundang dan diseleksi bersama produk lainnya.

Di tahun 2013, Sambal Hellyeah hanya memproduksi 500 bungkus, kini  sampai 2000-an bungkus selama sebulan. Hellyeah memproduksi sambal seminggu bisa dua sampai tiga kali. Untuk sekali produksi bisa mencapai  300 bungkus. Range harga sambal Hellyeah berkisar dari  Rp.25.000 sampai Rp.30.000/bungkus. Soal untung yang diraihnya, Perwita sedikit malu mengatakan. “ Jika sebulan bisa 2000 bungkus tinggal dikali saja dengan harganya” katanya.

Namun tak dipungkiri olehnya, dari dulu dan sampai kapan pun  kendala dalam bisnis sambal  adalah harga bahan baku sambal yang sering fluktuatif atau naik turun. Menjelang hari-hari raya biasanya harga  cabai akan menggila. “ Disini Sambal Hellyeah tidak bisa menaikkan harga jika harga cabai melambung. Untuk mengantisipasinya paling yang kami lakukan adalah subsidi silang, simpan  dana pas lagi mahal cabainya” katanya.

Nah, selain sambal, Hellyeah juga memiliki produk lainya yang berbasis di Bandung, yaitu  produk perawatan pria (Man’s Grooming), seperti Pomade Oil, dan Water Pomade yang didistribusikan ke seluruh Indonesia tidak hanya Bandung. “Hellyeah ini juga memiliki  Barbershop juga tetapi lokasinya ada  di Bali”. pungkas Perwita.

Tertarik ingin beli? klik disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 31 May 2017 by in ekonomi bisnis and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: