Tags

, ,

Punya banyak gitar dan hanya satu merk-nya saja yang dikoleksi, tersebutlah nama Sjahrul Bajumi. Pria yang dulunya memperkuat skuad band bernama Arulan, yang tenar di Indonesia pada dekade 1960-an ini mempunyai tidak kurang 243 gitar Fender berbagai jenis dan variannya. Ya, hanya Fender saja sejauh mata memandang dari teras belakang rumahnya sampai ruangan dalam saat kabarinews.com bertandang ke kediamannya yang asri di bilangan Limo, Jakarta Selatan pada medio Juli lalu.

Beragam varian, harga dan tahun, Sjahrul punya alasan tersendiri kenapa hanya gitar Fender saja yang dikoleksinya? Syahrul menuturkan hobinya ini berawal saat dirinya pergi studi ke Amerika Serikat di tahun 1964. Arulan, bandnya saat itu sedang mengalami vakum, ditambah lagi ayahnya Sjahrul, yang seorang pengusaha ternama dari Sumatera Selatan melihat kondisi Indonesia sedang bergejolak. Sjahrul pun meninggalkan Arulan dengan lima set alat-alat bandnya.

Nah, pada tahun 1972 ketika pendidikannya dirasa sudah cukup, Sjahrul memutuskan kembali ke tanah air dengan menggondol dua sertifikat, yaitu dari Montery Peninsula College dan Northern Michigan University. Namun betapa terkejutnya sesampainya dia di Indonesia. Alih-alih ingin bermain musik lagi alat-alat musik kesayanganya itu semuanya sudah raib entah kemana, termasuk gitarnya “Dari situlah akhirnya saya mengoleksi gitar yang semuanya Fender” tuturnya.

Gitar Fender sendiri bagi dirinya lebih dari gitar biasanya. Dari awalnya sejak dia masih menjadi gitaris di Arulan, Sjahrul menggunakan gitar Fender. Suara yang dihasilkan oleh Fender, menurutnya, seperti benar-benar ada power-nya dan itu hanya bisa dihasilkan oleh gitar Fender saja. “Semua gitaris hebat rata-rata menggunakan Fender, contohnya saja The Beatles, Eric Clapton, Jimmy Hendrix, dan musisi lainnya” kata Syahrul.

Dengan dibantu oleh anaknya yang tinggal di Amerika Serikat, Sjahrul memburu gitar-gitar Fender. Dan memang tak semudah membeli kacang goreng di pinggir jalan, terkadang untuk mendapatkan gitarnya ini ada faktor keberuntungan. Sjahrul memberi contoh saat kondisi Amerika Serikat ekonominya sedang down banyak kolektor gitar di Amerika menjual gitar koleksi. Sjahrul pun membelinya melalui eBay.

Menurut Sjahrul, membeli gitar di eBay lebih aman dan terjamin. Sjahrul mengatakan pernah ada pengalaman saat ingin membeli gitar, gitar yang dipesannya tidak sesuai dengan janji si penjual gitar,” Kondisinya berantakan pas sampai kerumah anak saya tapi dilaporkan lah itu ke eBay, eBay pun menegur orang yang menjual gitar tersebut” kata dia. Di Ebay ada semacam pemberitahuan detail soal gitar yang dijual, misalnya soal keaslian dari gitar tersebut dan itu sangat menguntungkan bagi Sjahrul.

Dan 90 persen dari ratusan gitar Fender koleksinya didapat dari negara asal gitar tersebut, yaitu Amerika Serikat. Harganya pun cukup bervariasi, dari yang termurah seharga 3000-4000 US dolar, sampai termahal yang harganya mencapai 93.000 US dolar. Bahkan ada bungkus gitar yang seharga 4000 US dollar. Mahalnya harga, karena Sjahrul mengatakan gitarnya ini merupakan limited Editon yang diproduksi di tahun 1950-an, jadi bisa dibayangkan gitar semacam ini hanya ada sedikit di dunia.

Hampir semua tipe yang dikeluarkan oleh Fender ada dikoleksinya, misalnya saja Fender Stratocaster , Telecaster, Jazz Master, Jaguar, Fender Hollow, Akustik 6 dan 12 string hingga elektrik 12 string dari berbagai tahun pembuatan ada dalam katalog koleksinya.

Bahkan gitar telecaster tahun 1956 asli Leo Fender pun dikoleksinya. Unik, bagi Sjahrul, sosok Leo Fender ini adalah pembuat gitar yang tidak bisa memainkan gitar berbeda dengan Les Paul yang piawai memainkan gitar. “Tadinya gitar ini mau dibuat 1000 hanya dibuat 350 dan salah satunya dimiliki olehnya dengan No.59″ kata dia.

Tak hanya itu, gitar Fender dari gitaris sekaligus penyanyi Eric Clapton dikoleksi juga olehnya. “Hanya ada empat itu di dunia” katanya. Belum lagi Fender dengan ukiran muka gitaris The Beatles, George Harrison. Pun dengan Gitar yang bisa dibilang bukan sembarang gitar, pasalnya putaran volume dan tone dari gitar Fender koleksinya ini bertaburkan Intan. Nah, diantara semua gitar koleksinya, bagi Sjahrul, semuanya sangat berkesan. “Sulit untuk menentukan mana yang paling berkesan dan yang tidak, karena semua gitar ini hidup semuanya dan berkesan” tuturnya.

Timbul pertanyaan bagaimana Sjahrul merawat semua gitar ini agar tetap dalam kondisi prima? kontrol udara di ruangan koleksinya, kata dia, AC dalam ruangan tetap dalam keadaan menyala alih-alih agar ruangan sejuk dan terbebas dari musuh yang namanya karat. “Jika habis dimainkan gitar itu harus di lap agar keringat kita hilang” pungkas Sjahrul.