Catatan Kata Kelana

So Sweetnya The Graduate dan Simon Garfunkel

Tepat di bulan September tahun 1965 tragedi kemanusian terjadi di Indonesia. Negara ini dikejutkan dengan kejadian wafatnya 7 putra terbaik Indonesia karena tindakan brutal yang terjadi di timur Jakarta. Zaman soeharto hingga zaman sekarang kejadian itu dikenal sebagai peristiwa G30 S.

Berselang dua tahun kemudian, tahun 1967 berdirinya majalah fenomenal Rolling Stones di Amerika Serikat,  tak sampai disitu, The Beatles dengan albumnya Sgt Pepper Lonely Hearts Club Band dan Magical Mystery Tour-nya, The Rolling Stones dengan albumnya Between The Buttons dan Flowers, The doors stranges day, Jimmy Hendrix dengan albumnya Axis Bold as Love dan Are You Experienced, Jefferson Airplane Surrealistic Pillow, Grateful dead, The Byrds Younger Than yesterday, The Hollies Evolution, The Kinks Something Else by The Kinks, Procol Harum, Cream Disraeli gears, dan lain-lainnya.

Nah, di tahun itu pula film garaduate beredar di kancah perfilman dunia. Film The Graduate dan Simon and Gartfunkel. Hubungan  keduanya jika diIbarat seperti keith Richard dan Mick jagger, John Lennon dengan Yoko Ono dan Romeo plus Juliet. Hubungannya sangat lah erat, apa artinya film itu jika tidak ada senandung dari duo maut yang lagunya menjadi pembuka dalam film yang dibintangi oleh Dustin Hoffman ini.

 Hello darkness, my old friend, I’ve come to talk with you againBecause a vision softly creeping,Left its seeds while I was sleeping, lirik lagu Sound of Silence mengawali film yang meraih beberapa penghargaan di tahun yang sama.

Film asik ini bercerita soal Dustin yang telah lulus kuliah terus pulang ke rumah orang tuanya.  Kalau dulu Indonesia dalam ke-vacuman power di tahun 45 berusaha merebut senjata dari jepang dan secepat mungkin mendeklarasikan kemerdekaannya, Dustin dalam kekosongan selepas kuliahnya malah menjalin affair dengan seorang tante. Keintiman pun terjalin oleh dua insan yang paut umurnya cukup jauh. Bahkan hubungannya berlanjut menuju ranjang  hangat di sebuah hotel.

Namun itu tidak bertahan lama. Sampai suatu ketika, ternyata si tante ini mempunyai seorang anak gadis yang cantik. Dustin terpesona dan feedback-nya cukup mengena di hati gadis itu. Namun  apes hubungan mereka  terendus oleh si tante. Alhasil, diultimatumlah Dustin apabila ia berani melangkah lebih jauh dengan anak gadisnya. Dustin bergedik seraya tante itu berkata “awas kalau kamu mendekat akan saya beberkan rahasia kita berdua”, padahal paku cinta Dustin ini sudah terlanjur tertancap di hati anak gadisnya.

Dustin terjebak pada pilihan yang sulit. Dalam kegalauannya, kencanya pun dilakukan di night club ajeb-ajeb zaman dulu. Tak pelak, gadis baik-baik itu tersipu malu, masak kencan di hadapan penari striptease. Sepulangnya, Dustin lebih gila lagi, dia menyetir mobil dengan kencangnya sanpai ranbut gadis itu awut-awutan. Dustin melakukannya dengan terpaksa, alih-alih supaya gadis itu melupakan dirinya.

Tapi yang namanya kadung cinta, mau gimana lagi. Tante tak kehilangan akal, dia akhirnya memutuskan akan membawa anak gadisnya pergi dari hadapan dustin, dibawalah anak gadisnya itu kuliah di luarkota. Dustin tak gentar, dengan daya upayanya ia berusaha untuk mengejar agar gadis itu kembali ke pelukannya.

Tak dinyana, sampai mereka berdua kembali bertemu, Dustin menemui si gadis telah menjalin hubungan dengan seorang pria yang akan segera dinikahinya. Peduli setan, lagi-lagi pihak keluarga wanita terutama si Tante melempar jauh harapan dustin untuk selama-lamanya.

Mendapat kabar gadisnya akan segera menikah, langkah seribu menjadi pilihan satu-satunya yang kudu diambil, “And here’s to you, Mrs. Robinson, Jesus loves you more than you will know “.mrs robinson-nya  Simon and Garfunkel bernyanyi-nyanyi mengiringi laju kenjang Dustin memacu mobil merahnya menuju lokasi hajatan.

Dustin lupa, mobil pun butuh bensin selayaknya manusia  butuh cinta, di tengah jalan mobilnya ngadat lantaran kehabisan bensin. Untung dewi fortuna berpihak kepada kaki Dustin yang memberinya kekuatan berlari menuju lokasi yang tak jauh dari posisi mobil mogoknya.

Adegan klasik dimulai, sesampainya disana dikedor-kedorlah oleh Dustin itu kaca gereja dengan kerasnya sambil berteriak agar gadis itu menoleh kearahnya. Take my arms that I might reach you, gadis itu datang kepelukannya.  Pergumulan terjadi di dalam gereja memperbutkan si gadis, antara dia dengan beberapa orang disana. Dustin menang dan lari menuju bus dengan cintanya yang masih memakai pakaian pengantin. So Sweet!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 26 November 2014 by in Celotehan Kecil.
%d bloggers like this: