bride-in-wedding-dress

Jessica Iskandar baru-baru ini diberitakan membatalkan pernikahannya dengan pria Bule yang telah memberinya anak. Tentu banyak kalangan menyesalnya hal tersebut terjadi. Tapi apa lacur? Siapa yang tahu pikiran Jessica, mungkin dia punya alasan sendiri membatalkan pernikahannya? Yup, hanya dia dan Tuhan saja yang tahu.

Nah, tak jauh berbeda  dengan Jessica soal pembatalan nikahnya, ternyata di sebuah desa pinggir laut barat pulau dewata terjadi juga hal yang sama. Desa damai nan asri mendadak geger saat kejadian luar biasa terjadi disana. Bukan perihal maling ketangkap, pencurian, pembunuhan atau kasus kejahatan lainnya melainkan sedihnya janda yang gagal nikah karena mempelai prianya  menghilang seperti ditelan bumi.

Seharusnya minggu kemarin adalah hari terindah dari janda beranak satu itu. Pasalnya, hari minggu dia akan melepaskan status tiga kali kejandaannya dengan pria . Tapi malang, disaat keluarga besarnya sudah menyiapkan tetek bengeknya, ternyata calon mempelai itu tak kunjung tiba.

Sedarinya acara ijab Kabul dilangsungkan pada jam 10 pagi namun molor karena calon mempelai prianya mendadak hilang seperti filmya Julia Robert yang berjudul Runaway Bride.  Karuan jika datang, dihubunginya pun no telepon selularnya tidak bisa nyambung. Padahal menjelang H-1 HP pria itu masih tersambung.

Keluarga si janda dibuat kalang kabut. Entah bagaimana perasaannya? Untung saja keluarga nya tidak kehilangan akal. Alih-alih mencari pertanggung jawab atas tindakannya  Diburulah keberadaan si calon mempelai pria. Berbekal surat dari KUA yang berisi biodata diri plus alamat tempat tinggal si pria karena  sebelumnya mereka maksudnya si janda ama pria itu telah mengurusnya,  mereka lalu memcarinya sampai kota Denpasar.

Dua jam berselang, sampailah mereka di sebuah rumah kontrakan.  Bukan main terkejut keluarganya mendapati si calon mempelai saat di rumah kontrakannya sedang bersama wanita lain. Dan wanita itu ternyata istrinya, manis sekali pikir keluarga si janda. Kesal tapi berkepala dingin,  Pria itu dengan baik-baik kemudian digelandang menuju tempat pelaminan.

Desa itu pun  ramai saat mempelai pria yang ditungggu akhirnya datang, sampai-sampai luruh desa itu pun dipanggil untuk menyelasaikan masalah.  Keluarga si janda menanyakan ke dia apa alasanya membatalkan pernikahan? Eh, si pria itu dengan enteng menjawab, bahwa dia tidak suka lagi dengan wanita itu!

Kata, apa! mungkin banyak terlontar oleh penduduk desa yang mendengar hal tersebut. Lurah pun tak habis pikir, alasan pria itu sangatlah dangkal. Tetapi tetap, bujukan lurah tak mempan sama mempelai pria yang bebal itu. “ Tetap saya tidak mau menikahinya” kata pria itu.

Semuanya dibuat bingung sambil berpkir apa maksudnya pria ini. Kalau tidak ingin menikah kenapa tidak dikatakan jauh-jauh hari dan kenapa baru sekarang?  Yang bikin tambah anehnya, kenapa pria itu juga sampai memberikan uang belanja, ya walau jumlahnya juga tidak seberapa ke keluarga wanita.

Tetapi tetap Janda beranak satu itu tak banyak berkata di hari yang naas. Dia  hanya bisa terdiam melihat kelakuan dari calon mempelainya . Tak terhitung lagi berapa banyak air mata jauh ke pipi. Status janda tiga kali pun terpaksa tak bisa dia lepaskan.