10646941_812545835464355_8730400948062735419_n

Jika ada kerbau yang mahalnya setara dengan harga mobil mewah, tentu yang dijualnya  bukan kerbau sembarangan bukan. Ya, dan hanya di Tana Toraja sajalah Anda akan menemukan kerbau yang harganya bisa bikin geleng-geleng kepala, dari harganya ratusan juta sampai milyaran. Lantas jadi pertanyaan kenapa kerbau itu bisa mahal?

Salah satu teman yang kebetulan tinggal di Sulawesi pernah berkata, kerbau disana merupakan hewan yang special. Pasalnya, masyarakat Tana Toraja di Sulawesi Selatan (Sulsel), meyakini kerbau adalah kendaraan bagi arwah menuju Puya (dunia arwah, atau akhirat). kerbau dinilai sesembahan tertinggi bagi masyarakat adat Toraja yang meninggal, melalui ritual rambu solo’ dan alah satu ritual pentingnya adalah penyembelihan kerbau.

Kerbau diperlukan dalam membuat pesta orang mati kaum bangsawan.  “Mereka percaya semakin banyak persembahan kerbau,semakin cepat arwah mereka tiba disurga dan mereka percaya kerbau adalah binatang paling mulia untuk dijadikan persembahan,pemahaman tersebut masih sama dengan orang tiongkok” katanya.

Karena menurut dia, sejarah orang toraja asalnya dari tiongkok,tetapi sekarang 80% orang toraja sudah masuk kristen, jadi sudah tidak kenal pemahaman tersebut dan sekarang tinggal adat saya yang dijalankan. Tujuan potong kerbau banyak tujuannya selain untuk dimakan saat acara ,dan yang lainnya dibagikan kemasyarakat dan yang itu salah satu pemberian terakhir untuk orang mati,

Nah, selain kerbau di Toraja itu sangat penting dilihat dari kacamata adat, melambungnya harga juga terjadi lantaran para mafia ikut campur dalam menentukan harga kerbau. Dua tahun lalu harga kerbau semacam ini harganya berkisaran 200 juta sampai 300 juta tetapi sekarang melebihi 500 juta.

“kalau saya lihat sudah ada permainan mafia-mafia kerbau dan mereka kompak saja menaikkan harga kerbau saleko, bonga, lotong boko, dan yang lainnya. karena bagaimanapun harganya pasti orang toraja pasti akan membeli apalagi jika mau adakan pesta rambu solo’ kelas sapu randanan dan kerbau-kerbau tersebut harus ada  dan baru dinyatakan pesta rambu solo’ klas sapu randanan” kata dia.

Yup, begitulah yang terjadi disini yang lebih menonjol saat hari pasar kerbau/bolu yg diadakan setiap 6 hari sekali.  Mereka pada  kumpul disana dan saat kita menawar satu kerbau, pasti mereka akan kumpul mengelilingi kita dan mengeluarkan segala jurus.

Dan dengan beraninya mereka yang menentukan harga sedangkan pemilik kerbau tidak dapat berbuat banyak, paling tinggal menerima harga yang sudah dia patok. Jadi  yang berperan menentukan harga kerbau,walaupun jauh diatas harga yang sudah ditentukan si pemilik kerbau.

Kerbau-kerbau yang dijual adalah asli  dari tana toraja, namun juga ada yang dari sumba hanya saja kualitasnya kurang sempurna walaupun warnanya sama. Karena biasanya untuk melihat kerbau itu bagus atau tidak ada banyak macam cara seperti harus memperhatikan, antara lain tanduk,ekor,dan warna dan pusaran bulunya,mata dan masih banyak lagi.