Catatan Kata Kelana

OMG! Musisi Lama Tumpah Semua Disini

DSC00266

Kafe di kawasan Kemang, Jakarta selatan mendadak riuh pada Sabtu beberapa waktu lalu.  Sebuah acara rupanya sedang digelar. Di depan kafe tersebut terpampang sebuah spanduk yang bertuliskan Reuni Temu Kangen Musisi dan Penyanyi Komunitas Musik tahun 1960 sampai 1980-an. Tak pelak bisa ditebak, kafe tersebut pastinya akan diisi dengan musisi dan penyanyi Indonesia segala jenis genre yang pernah tenar di zamannya.

Dan benar saja, saat saya masuk kedalamnya. Nampak Sys NS salah satu aktor sekaligus sutradara Indonesia dan juga salah satu pendiri Partai Demokrat sedang bercengkerama di meja  beserta dengan rekan sejawatnya. Pun dengan Donny  Fattah, musisi sekaligus pencipta lagu dan salah satu pendiri, bassis grup musik cadas God Bless yang datang dengan kaus bertuliskan 40 Tahun Bersama Godbless, Bersama Godbless untuk Godbless.

Tak ketinggalan, Bob Tutupoly seorang artis Indonesia yang mulai rekaman di Jakarta pada tahun 1965 bersama Pattie Bersaudara. Selanjutnya, ia dikenal dengan lagu-lagu “Lidah Tak Bertulang”, “Tiada Maaf Bagimu”, “Tinggi Gunung Seribu Janji”, dan lainnya termasuk lagu”Widuri” yang membuatnya semakin terkenal. Dalam acara ia didapuk untuk bernyanyi tembang hitsnya dengan diiringi oleh Audiensi Band.

Ketiga nama tersohor di atas hanya sekian dari  musisi dan penyanyi yang datang. Pasalnya, semakin siang banyak artis dan penyanyi mulai memadati ruangan kafe. Sebut saja Ita Purnamasari istri musisi Dwiki Dharmawan yang dikenal dengan lagu “Cintaku Padamu”., Betharia Sonata, penyanyi yang  dikenal sebagai pelantun lagu “Hati Yang Luka” yang pernah hit pada 1990-an. Lagu tersebut mengantarkannya meraih Golden Kaset HDX untuk album “Hati Yang Luka”, Tika Bisono penyanyi dan psikolog Indonesia. Ketiganya nampak serempak duduk bersama dalam satu meja.

Tak hanya itu , terlihat juga  Jelly Tobing, drummer gaek yang pernah memecahkan rekor bermain drum tanpa henti selama 8 jam diiringi berbagai band dengan aliran berbeda di tahun 1989 di Ancol, Jakarta dan rekor 10 jam bemain drum nonstop pada tahun 1991 di Lapangan Stadion Menteng,  Penyanyi tahun 1960-an Erni Johan, berikut dengan teman seangkatannya yaitu Titik Hamzah pemain bass sekaligus vokalis dari grup musik kenamaan asal Surabaya, Dara Puspita. Selain itu juga ada Kiboud Maulana, Vivi Sumanti, Arie Kusmiran, Dian Pisesha, dan masih banyak lagi.

Nuansa nostalgia dan kangen kangenan nampak diantara para musisi dan penyanyi yang mewarnai suasana pada siang itu. Bahkan tak jarang mereka saling selfie antara satu dan lainnya.  Maklum saja kalau tidak ada acara semacam ini tentu sulit bagi para artis ini kumpul serentak dalam jumlah yang lumayan banyak.

Dengan dipandu oleh artis serba bisa Dorce, puluhan penyanyi  silih berganti tampil diatas panggung untuk membawakan lagu-lagu hits miliknya dimasa lalu. Tak jarang para penonton yang juga musisi dus penyanyi yang hadir ikut bernyanyi bersama.

Perhelatan ini, kata Jose Choa Linge selaku panitia acara mengatakan temu kangen musisi hanya  dilakukan setahun sekali. “Acara ini ada karena perjuangan seorang Mesayu Aida Mustafa dan Alm.Moteh Mokoginta, Mindo LG dan Alm Eddy Susilo, dari awal sampai dengan yang terakhir tiga tahun lalu sempat vacum lalu ada lagi acara ini” kata dia. Dan Jose pun berharap semoga tahun depan akan menjadi rutinitas kembali seperti terbentuk layaknya acara ini  semula diselenggarakan secara rutin.

DSC00277

DSC00263

DSC00285

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 August 2014 by in Lintasan Musik.
%d bloggers like this: