Ngerock dikit di Film Rock Of Ages

Film musikal ini memang sangat seksi, bagaimana tidak jika Anda adalah searang die harder aktor yang baru saja resmi bercerai dengan salah satu superstar serial TV Dawson Creek,   Film produksi tahun 2012 ini wajib ditonton.

Mungkin hanya di film ini Tom Cruise berperan sebagai seorang  rockstar tatoan yang  sangat kharismatik. Saking berwibawanya sampai-sampai tak seoarang wanita pun tak sanggup untuk bertekuk letut di hadapannya, tak terkecuali reporter cantik majalah rolling stone yang berhasil digarapnya sampai hamil,  Wow!!!

Rock_of_ages_film_posterAdalah band yang benama Arsenal yang berjasa membesarkan namanya. Arsenal? Ya mirip dengan nama sebuah klub sepakbola di Inggris sana. Tapi apalah artinya, terlepas dari kesamaan nama itu, film ini merupakan film musical yang sarat-sarat akan lantunan lagu-lagu yang pernah tenar di era 80-an lewat. Sebut saja dari tembang cantik dari band milik Cinderalla, Twisted Sister, Guns n roses, Def Leppard, Bon Jovi dan sederat lainnya dinanyikan oleh masing-masing tokoh dalam film ini. Bukanlah dinyanyikan oleh musisi sesungguhnya, melainkan didendangkan oleh para jagoan-jagoan di film ini.

Nah, film ini  bercerita  awalnya dari seoarang wanita desa yang datang ke kota, ya katakanlah seperti itu, tanpa keahlian apa-apa selain  bakat tersembunyinya sebagai seoarang penyanyi. Tanpa ada saudara, teman ataupun keluarga dia tiba di Los Angeles. Dalam arah bingung kaki ingin melangkah kemana , eh tiba-tiba dia tertabrak oleh seoarang pria.

Alur  pun bergulir, wanita itu akhirnya diajak bekerja oleh pria kenalannya tiu di sebuah klub music. Bukan sebagai penyanyi tentunya tapi sebagai pelayan karena si pemiliki klub music tak percaya begitu saja dirinya merupakan seoarang penyanyi saat lelaki ini mengatakan bahwa dia mempunyai bakat menyanyi.

Bla la bla sang pria   kemudian Falling in love dengannya. Pasangan yang cocok karena keduanya sangat menyukai musik. Seakan-akan tak terpisahkan memang bahkan keduanya menciptakan lagu bersama, to tweet!, hingga datang lah seoarang rocker Tom Cruise beraksi di klub musik itu.

Bagai pedang bermata dua,  rocker yang pembantu setianya ini adalah seekor babon bagi klub musik ini dan pasangan itu. Pasalnya di satu sisi klub music posisinya sedang tidak enak secara lagi banyak utangnya. Belum lagi ada intervensi yang dari istri gubernur mantan groupies yang muak sekali dengan music rock yang dicapnya sebagai music setan perusak moral. Nah di sisi lain, namanya juga rocker dan kebetulan si wanita itu sangat ngefans dengannya, kekuatan cintanya menjadi sedikit rapuh dan salah sedikit bisa saja luntur.

Eh benar saja, sesaat rocker itu tampil, wanita itu dipanggil ke dalam kamar untuk membawa minuman. Memang tidak ada sesuatu apa secara rocker itu habis bercinta dengan wanita lainnya sebelum wanita itu masuk. Tapi yang menjadi pertanyaan bagi prianya yang tak jauh dari kamar sang rock star adalah, kenapa sewaktu pacarnya itu keluar dari kamarnya dia sedang memperbaiki bagian bawah roknya, rockstarnya pun demikian, keluar sambil garuk-garuk bagian bawah celananaya. Eng ing eng parno sudahlah pikiran pria normal yang melihat kejadian itu.

Alhasil hubungannya putus, tanpa sang wanita mengerti kenapa pacarnya itu bersikap seperti itu. Namun akhirnya dia menyadari nasihat teman seprofesinya soal spotlight popularitas dapat membutakan seseorang ada benarnya juga.

Pasalnya, pacarnya menjadi band pembuka bagi bandnya tom cruise dan nya lagi mata manajernya melirik ada potensi keartisan dari band itu, lantas sikapnya pun berubah pikir sang waniata. Wanita itu lalu berhenti bekerja begitu juga dengan pacarnya yang ingin lebih serius pada tawaran kontrak dari manajernya bandnya tom cruise.

Nelangsa memang keputusannya angkat kaki dari klub ini yang  membuat hidup sang wanita itu menjadi running backward lagi sampai ada Mary J Blidge menolongnya dan menawarkan dia pekerjaanya di klub stripper. Awalnya jadi pelayan eh lambat laun dia menjadi seoarang penari telanjang juga.

Namun nelangsanya itu sebelas dua belas dengan pacarnya, ingin hati menjadi seorang rocker tapi apa lacur karena kondisi industri music sedang berubah, musik rock menjadi usang saat itu dan  dia pun menjelma menjadi seoarang anggota boyband dengan nama yang sangat aneh diucapkan. Pun rambut Gondrongnya harus dikorbankan demi cukuran klimis ala boyband.

Keduanya seperti melacurkan diri kepada sesuatu yang bertentangan dengan pendiriannya, jelas konflik batin muncul. Tapi yang menjadi pertanyaan mau sampai kapan keadaan harus seperti ini? Nah, keadaanya menjadi berubah di saat keduanya bertemu di tempat diman mereka pernah bertemu dulu.

Keadaan memang sudah berubah, apaagi kalau dilihat dari pakaian yang mereka berdua kenaka, yang laki-laki berdandan layaknya boyband, sedangkan wanitanya berpakaian cukup seksi wong dirinya seoarang stripper. Nah, bagaimana dengan ending ceritanya.! Beli bajakannya heheheheheyy kalau gak ada yang original sihh heheheh

Suatu Masa di Film Rock of Ages

Musik rock dicap sebagai musik setan yang menyesatkan pada dekade 1980-an. Para petentang musik ini mereka yang mempunyai kedudukan politis yang mampu menghimpun massa untuk meneriakkan rasa keenciannya trhadap music rock dengan berbagai macam alasannya.

Di film ini ada tokoh yang diperankan dengan seksi oleh istinya Michael douglas, yaitu Cahterine Zeta Jones yang bertindak sebagai istri gubernur yang sangat menentang music rock. Di depan klub musik ia beserta para pengikutnya unjuk rasa menuntut kebhatilan klub yang dianggapnya sebagai biangnya penyebaran kesesatan agar segera tutup.

Kebencian terhadap music rock tidak hanya terjadi pada decade 1980-an saja melainkan juga terjadi pada dekade-dekade sebelumnya contohnya saja pada awal kebangkitan musik rock n roll, pun kecaman juga datang dari mereka yang termasuk dalam golongan tua.

Masih dengan alasan yang  sama mereka membencinya karena apa yang disampaikan daam music rock merupakan sesuatu yang sangat bertentangan dengan agama dan keyakinannya khususnya mereka yang datang dari kalangan gereja.

Interpretasi bukan lagi pada esensinya tapi lebih kepada pemahamannya yang cenderung dangkal dan terlihat oleh mata saja. Penilaian hanya dari sudut pandang yang monoteistik tidak pada anggapan bahwa itu hanya sebuah hiburan yang menyenangkan semata.

Maklum saja kalangan orang tua menganggap hal ini merupakan bebannya orang kulit putih, mana yang yang tidak sesuai harus disesuaikan dengan jalan hidupnya. Tetapi waktu terus berubah, seseorang tak lagi mampu berdiri diatas konformitas yang normative. Pemberontakan dalam musik itu merupakan suatu nilai baru bagi jiwa yang tidak lagi bisa mengatakan ya pada kekunoan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s