Konser Kantata Barock Dua Tahun Lalu

Kibaran Bendera berlambang Oi, kata-kata OI diteriakan  orang yang tergila-gila tak hentinya menyanyikan setiap kata dari lagu, jebolnya pintu masuk, kerumunan massa lengkap dengan atribut idolanya dan lain sebagainya. Kesemua itu adalah pemandangan umum yang akan didapatkan saat Iwan Fals pentas. Tapi malam itu, Iwan Fals tidak sendiri, disamping kiri  ada Setiawan Djodi, dan Sawung jabo plus para pemain musik lainnya.

Kantata-Barock-Bagus-2

Ya, mereka adalah Kantata Barock yang didaulat pentas sabtu malam ini. Konser dibuka dengan lagu Padamu Negeri yang dinyanyikan beramai-ramai bersama para pengunjung. Sawung Jabo, arsitek musik Kantata, muncul seperti biasa dengan baju merah dan tutup kepala berwarna sama.

Di atas panggung Jodi berkata “Dua puluh satu tahun lalu, siapa yang di sini, Kita kangen kalian semua. Sekarang, kita resolusi sosial dan menghibur saudara-saudara sekalian”. Iwan fals pun tak ketinggalan  berkata,” Selamat malam, selamat datang di negeri para calo! kepada para penonton.

Sambutannya pun sontak ditanggapi gemuruh suara penonton. Pertunjukan mulai, pertanda tiga jam disini akan hanya ada Kantata Barock dan para penggemar setianya berikut listrik 300 watt dan 24 tembang yang akan dibawakan.

Kantata Barock  pentas pada pukul 19.30, setelah Kotak band didaulat tampil sebagai band pembuka. Iwan Fals, Setiawan Djody, Sawung Jabo, dan kawan-kawan menggeber lagu Nocturno  membuat bergemuruh para penonton yang sejak sore sudah mulai berkumpul di area Bung Karno.

“Selamat malam, selamat datang di negeri para calo!” kata Iwan Fals, seusai menyudahi lagu pertama. Wajah-wajah presiden RI, mulai dari Ir Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono, pun menjadi latar saat Iwan Fals berorasi.

Lagu kedua kembali didendangkan Presiden Tanpa Rakyat berkumandang, dengan irama rock n roll, lagu ini benar-benar mengajak bergoyang penonton yang datang. Lagunya dari Partai Bonek, Goro-Goro, Bongkar,   Balada Pengangguran, HIO sampai  versi teranyarnya yang berjudul Barong Bento menjadi teman setia para penggemar. Nyanyian Jiwa membius para penonton yang turut menyanyikan lagu tersebut dengan satu suara diiringi hujan rintik.

Kesemua tembang yang dinyanyikan Kantata Barock malam itu hanya lima lagu yang merupakan lagu baru, termasuk lagu yang berjudul Megalomania. Uniknya lagu yang bercerita tentang masyarakat Indonesia lebay ini  dinyanyikan Iwan Fals dengan dialek betawi.

Iwan pun sempat berlada ria seperti ciri khasnya.  Penonton terduduk di rumput hijau disaat Iwan mulai berorasi sebentar sebagai pengantar lagunya teranyar  berjudul Ombak.

“Lagu ini sebenarnya pengen saya kasih judul Samudra, tapi saya ganti menjadi ombak” kata iwan.  Dia berkata keheranannya dengan negeri yang kaya akan lautan ini tapi  ironis kenapa ikannya mahal, begitu juga dengan hutan mangrove dan karang di Indonesia yang sudah mulai banyak yang rusak akibat ulah manusia.

Khusus untuk lagunya  Barong Bento, di pentas ini  dibawakannya dengan lebih ngerock dengan modifikasi lirik disana-sini plus irama Bali. “Yang tadinya bento itu untuk orang lain sekarang Bento itu adalah kami bertiga, bento yang baik” kata Setiawan Djodi

Maksudnya, jika dulu si Bento merupakan personifikasi ketamakan yang mempunyai bisnis menjagal apa saja yang penting senang, sekarang  Bento ini berjuang melawan apa saja dan sadar untuk berontak.

Tak pelak, lantaran ada perubahan aransemen dari lagu Bento, banyak penonton yang tidak sedikit terkecoh saat lagu itu didendangkan, ”Wah lagu bentonya ternyata lain, nyanyi salah tadi gw” kata salah seorang penonton. Tapi berubahnya lagu tak lantas membuat diam mulutnya. Ia pun komat kamit mengikuti  lirik lagu sekenanya.

Memang konser malam ini tak segempita konser perdananya  21 tahun lalu,  Iwan Fals, Sawung Jabo, Setiawan Djody, WS Rendra, dan Yockie Soerjoprajogo menggeber stadion Senayan.  Ditambah konsernya sekarang adalah konser pertama yang digelar selepas kepergian WS Rendra, tapi ini tak menyurutkan para penonton yang enggan beranjak pulang sampai lagu terakhir Kesaksian dinyanyikan.

Terlebih lagi, mata penonton dimanjakan dengan tata panggung yang disajikan begitu apiknya. Foto Gayus pun terselip muncul di atas panggung di Gelora Bung Karno jadi astronot, tak hanya jadi astronot gayus pun hadir dalam mata uang dollar .  Selain  itu  juga tampak sekilas gambar kecoa  yang merepresentasi para penghisap ekonomi  dan beberapa pemimpin negara yang dianggap diktator.

Diperkuat Dody “Elpamas” Katamsi sebagai backing vocal dan beberapa pemusik dari Sirkus Barock bentukan Sawung Jabo, seperti Joel Tampeng (gitar), Toni Agusbekti Sutomo (bas), Endy Barqah (drum), Denny Yuda Kusuma (perkusi), Ucok (biola), serta Edi Darome (kibor), tuntaslah sudah konser yang sudah lama di tunggu-tunggu oleh para penggemarnya.  Eko (40), salah satu penonton mengatakan  dengan lantang akan  selalu nonton konser iwan fals sama kantatanya, “Dari dulu sampai sekarang dan kalau ada saya akan selalu menonton kalau Kantata pentas” kata dia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s