Pernah terdengar sedikit petuah dari seorang tua yang pernah saya dijumpai pada waktu yang lalu. Dia berkata jangan pernah meremehkan pekerjaan orang sekalipun pekerjaan itu bagi kita sangatlah tidak mengenakkan. Jangan pula menistakannya, karena selama pekerjaan itu dapat mendatangkan uang atau halal, maka sah-sah saja untuk dilakukan.

Jelas itu petuah bijak bak perkataan orang suci, tanpa perlu direnungkan panjang lebar apa pun pekerjaan kita sekarang hal itu patutlah kita syukuri, walaupun dalam hati kecil berteriak-teriak untuk menolaknya. Tapi apa lacur, tak kerja maka tak ada uang yang bisa masuk ke kantong, itu hukum alam. Sepertinya tak ada yang bisa hidup tanpa uang terlebih lagi jika berada di kota besar seperti Jakarta.

Indian-Sewer-man_1375125i

Nah, berbicara soal pekerjaan, ada pekerjaan yang mungkin banyak dari kita jika disuruh memilih pekerjaan ini pasti jawabannya tidak atau mungkin akan pikir-pikir lagi. Kenapa? karena pekerjaan ini, pertama identik dengan bau tak sedap, kedua berhubungan dengan kotoran manusia, dan ketiga anda harus berteriak-teriak saat keliling menawarkan jasanya.

Yup, pekerjaan sedot WC, tak asing bukan? hampir dipastikan mobil sedot WC sering wara-wiri di sekitar perumahan kita. Tak tentu mereka biasanya lewat, kadang pagi hari, siang hari atau sore hari tetapi biasanya mereka melintas sebelum jam menunjukkan pukul 12. Sebenarnya tergoda juga untuk menelusuri profesi ini lebih lanjut perihal kapan kali pertamanya “kegiatan” sedot WC ini dijadikan sebagai profesi.

Mungkin ada sejarahnya, bagaimana jika profesi ini sudah ada dari zaman belanda dulu? Cukup menarik bukan,? jadi tidak mengunakan truk seperti sekarang melainkan mengunakan kuda, jadi tanki itu diangkut dan kemudian di tarik oleh kuda, siapa tahu? Tak ada yang tahu dan mungkkin yang tahu hanya tumpukan arsip-arsip yang telah berwarna kuning berbahasa Belanda yang tersimpan di lembaga arsip semisal Arsip Nasional. Untuk menemukan informasinya, mungkin juga teramat sulit seperti mencari jarum di atas tumpukan jerami.

Terlepas dari sejarah, kala itu orang di rumah pusing tujuh keliling kenapa WC tidak isa bekerja seperti sedia kalan. Saban kali “menabung”, emas yang dihasilkan oleh organ tubuh bagian belakang seperti terhambat untuk masuk ke dalam. Satu kata yang terucap, WC lagi mampet!. Sempat berhari-hari merasakan WC mampet, namun akhirnya jalan penyelesaian dilaksanakan dengan memanggil tukang sedot WC yang pasti akan melintas di depan rumah.

Yang pertama melintas, mereka lah yang beruntung untuk menyedot WC rumah. Pagi itu mobil sedot WC lewat. Diperkuat formasi tiga orang, satu terlihat lebih dua dibanding keduanya. Yang lebih tua bertindak sebagai komandan dan yang keduanya tak lebih sebagai anak buahnya. setelah dipanggil, dan dijelaskan duduk perkaranya, mereka pun bergegas dengan fungsi dan peranan yang diembannya masing-masing.

Deru mesin penyedot pun berbunyi kencang setelah dinyalakan, pun dengan selang-selang panjang yang lantas mereka bawa langsung menuju ke lubang septic tank. Sedikit lama berselang, namun nampak raut muka yang tidak biasa dari para “pembersih” kotoran manusia ini. mereka sepertinya menemukan kendala yang berarti lantaran selang yang mereka masukkan ke lubang septic tank.

“agaknya gak bisa masuk kotorannya ke selang” kata salah satu dari mereka. Nah, jalan satu-satunya adalah harus ada orang yang masuk ke dalam seprik tank itu dan mengeluarkan kotoran itu secara manual dengan menggunakan tangan dan ember.

Caranya, karena lubang septic tank itu sangat kecil, mereka terlebih dahulu melobangi bagian sisi `samping dari lubang itu. Setelah dilubangi pas seukuran tubuh, akhirnya salah seorang dari mereka masuk ke dalamnya. Tak pelak, setelah sejam-an menguras septic tank dengan tangan, tubuhnya itu dilumuri oleh kotoran-kotoran dari ujung rambut sampai kaki. Ndilalah, kotoran itu sudah tidak berbau dan kami pun bisa bernafas lega di dekatnya. Bisa dibayangkan jika kotoran itu masih berbau?

Perenang New Delhi
Hampir serupa dengan apa yang dilakukan di ibukota India, New Delhi. Jika di Indonesia ada seorang petugas sedot WC menyelam di lautan kotoran, maka di negeri Bollywood ini ada sebuah profesi yang mengharuskan seseorang untuk menyelam ke dalam saluran-saluran got/selokan kotor sepanjang New Delhi.

Mereka “menyelam” untuk membersihkan saluran-saluran yang tersendat akibat sampah yang menghambat aliran air. Parahnya lagi, mereka melakukan penyelaman tersebut tanpa menggunakan alat khusus dan hanya mengandalkan kekuatan menahan napas. Mereka berkubang di air kotor berwarna hitam pekat khas got/selokan akibat dari sampah yang dibuang sembarangan ke dalam saluran tersebut.

Pekerjaan yang mereka lakukan tersebut bukan tanpa resiko, sedikit saja air tersebut masuk ke dalam tubuh, pasti akan berdampak tidak baik pada kesehatannya. Fenomena para divers ini ternyata tidak dilakukan oleh segelintir orang di India. Sebuah data yang membuat kita mengelus dada mencatat, sejak enam bulan yang lalu sudah 61 orang “selokan divers” meninggal dunia akibat berbagai gangguan kesehatan setelah menjalani profesi ini.