Tags

,

90350617

Lucu juga setelah membaca buku karya salah seorang wartawan yang bekerja di koran ibukotta tentang Sejarah Jakarta, kenapa? karena di salah satu bagian bukunya itu dia membahas mengenai sejarah dari tempat saya tinggal sekarang, yaitu Pondok Bambu, hehehehhee

Tanya dinyana, akhirnya saya mengetahui sendiri sejarah kenapa daerah tempat tinggal saya ini dinamakan Pondok Bambu. Tak hanya saya, melainkan seluruh anggota keluarga yang kebetulan juga membaca buku itu tahu akhirnya sejarah tempat tinggalnya. Terkekeh-kekeh memang apalagi reaksi bapak saya setelah membaca sebagian isi dari buku itu, ia berkesimpulan ternyata banyak nama tempat di Jakarta terinpirasi dari nama jenis tumbuh-tumbuhan, ya contohnya Pondok Bambu, pondok kelapa, pondok kopi dan yang lainnya.

Pondok Kelapa, kenapa nama daerah itu dinamakan pondok kelapa? Tak lain karena dulunya di wilayah itu banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa. Nah, kalau pondok kopi setali keping dengan Pondok Kopi, dulunya tempat ini banyak ditanami oleh pohon kopi yang kemudian dijadikan sebagai komoditas dagang oleh pemerintahan Kolonial untuk diperdagangkan. Di tempat ini dulunya juga banyak pondok-pondoknya yang digunakan oleh tentara kompeni Belanda untuk tinggal.

Lantas bagaimana dengan Pondok Bambu itu sendiri? sejarahnya cukup sederhana karena dulunya di daerah itu banyak pondok yang terbuat dari bambu. Hehehehe. Di masa kolonial Belanda hingga zaman kemerdekaan, kota batavia memang banyak pondok atau tempat tinggal sementara. Lantaran belum banyak kayu, pondok-pondok itu pun dibuat dari bambu. Dimanfaatkannya bambu tak lain karena tumbuhan ini dapat dengan mudah ditemukan karena di hampir semua kebun-kebun penduduk banyak bambu ditanam. Rumah pondok semuanya menggunakan bambu, dari tiang-tiangnya, atapnya sampai perabootannya. Nah, darisanalah nama Pondok Bambu pun tercipta.

Pondok Bambu sepertinya orang yang tinggal di wilayah Jakarta Timur tahu dimana itu Pondok Bambu. Daerah ini masuk dalam wilayah administrasi kecamatan Duren Sawit, yang mana tidak jauh dari Pondok Kelapa, Pondok Kopi dan Kalimalang. Pun Pondok Bambu menjadi sedikit terkenal lantaran di sanalah berdiri rutan wanita Pondok Bambu, tempatnya para kriminal berkelamin wanita tinggal menebus kesalahannya.