Tags

,

Mungkin sudah tak terhitung lagi berapa banyak batang rokok yang telah dihisap oleh ayah dari dua orang anak ini. Ratusan mungkin juga  ribuan dan hanya Tuhan yang tahu berapa banyak rupiah yang telah dihabiskannya untuk membeli sebungkus rokok yang bernama Bentoel.

Sepanjang yang diketahui, rokok sepertinya sudah melekat pada dirinya dari sejak muda. Saat masih melajang sampai punya cucu dua sekarang. Tanpa sekalipun pernah kelain hati menyentuh merk rokok lainnya. Pun hari-hari tanpa pernah terlewatkan tanpa kehadiran  si rokok biru di atas lemari kayu tua yang masih kokoh berdiri di belakang rumah.

22bentoel-biru-12

Sekalipun di saat banyak warung yang tak lagi menjual si biru, alih-alih banyak orang sekarang yang tak ingin membelinya, pria ini masih setia dengan si biru. Di antara banyak warung di dekat rumah, hanya ada satu warung yang masih menjual Bentoel Biru, itu pun jika si pemilik  warung masih sedia dengan stocknya. Jika tidak, bapak pasti akan mencarinya di pasar terdekat.

Itu bapak,  bagi saya rokok Bentoel bukanlah sembarang rokok karena rokok itulah kali pertamanya saya mengenal sebuah rokok. Entah tahun berapa yang jelas mungkin puluhan tahun yang lalu saat saya masih berumur belasan.Alasannya klise, seperi orang kebanyakan yang pertama kali mengenal rokok, yaitu penasaran. Di umur belasan dengan labilitas pada tingkatnya yang tinggi, penasaran merupakan hal yang lumrah terlebih lagi dengan pengaruh lingkungan social. Melihat temannya rokok ingin ikut-ikutan merokok.

Dulu saat tak punya uang, sebatang rokok bapak akan menjadi korban. Ambil satu diantara dua belas batang bukan jumlah yang mencurigakan, mungkin bapak lupa. Tak masalah teman menghisap merk lainnya, yang penting yang dilihatnya adalah sebuah rokok yang dibakar dan mengeluarkan asap di saat berkumpul bersama.

Sampai sekarang pun sebatang rokok Bentoel terkadang menjadi semacam “penyelamat” di saat rokok sebungkus merk lainnya telah habis di malam hari. Tak ada pilihan lain memang, tapi apa lacur hasrat untuk merokok tak bisa lagi dibendung. Mulut terasa aneh jika tak rokok yang bisa dihisap saat malam.

Itulah Bentoel sebagai sebuah merk rokok, tapi selain sebagai merk rokok, dulu nama Bentoel juga dikenal dengan nama sebuah band yang berasal dari malang. Bentoel band namanya, aksi dan gayanya rancak pada masa itu. Anda yang akrab dengan music rock tahun 70-an pastilah nama band ini sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Entah  sudah berapa album yang pernah dihasilkan oleh band dengan vokalisnya yang pernah mempertunjukkan aksi makan hewan di atas panggungnya ini.

Sejarah Si Rokok Biru

Berbicara soal Bentoel rasanya ada yang kurang jika tidak menilisik sejarah. Yup, sejarahnya rokok bentoel sepertinya kita harus kembali ke kota dimana rokok ini tercipta. Adalah Ong Hok Liong yang lahir di Karang Pacar-Bojonegoro, Jawa Timur 12 Agustus 1893 yang merupakan orang dibalik terciptanya merk rokok ini.

PT. Bentoel berawal dari bisnis rumahan Hok Liong pada 1930 , Ong Hok Liong saat itu hanyalah pedagang tembakau susur atau  tembakau untuk pelengkap nyirih. Bisnisnya itu menurun dari ayahnya. Ong dengan istrinya, Liem Kwie Nio, kerja keras banting tulang sejak sebelum subuh hingga petang hari. Namun tak ada tanda-tanda usahanya akan maju. Ia pun lalu mencoba peruntungan dengan membuat rokok bermerek Burung. Namun sayang Ong harus menelan ludah lantaran usahanya itu gagal.

Tak patang arang, Ong kemudian berpikir untuk mengganti merek rokoknya lagi. Tak tangung-tanggung tak hanya sekali ia mengganti merknya, dari merk bernama  Gendang, Kelabang, Lampu, Turki, sampai merk Djeruk Manis. Ong menjualnya dari kampong ke kampung, tapi lagi-lagi hasilnya tak memuaskan, malahan usaha rokok Ong semakin terpuruk.

Hingga pada suatau hari  Hok Liong saat mengunjungi makam Mbah Djunggo di Gunung Kawi. Hok Liong bermimpi bertemu dengan seorang penjual bentoel atau talas. Kepada dia atas mimpinya itu, juru kunci makam. juru kunci menyarankan agar pabrik dan merek rokoknya diubah menjadi Bentoel, sekembali dari tirakat Hok Liong mengubah semua kemasan rokok Djeruk Manis-nya dengan Bentoel.

Laris manis tanjung kimpul, usaha rokoknya bergairah dengan merknya yang baru. Bahkan pada akhir decade 1970-an, Bentoel adalah produsen rokok pertama yang memproduksi sigaret kretek mesin (SKM) berfilter di Indonesia . Bentoel juga merupakan produsen pertama yang menggunakan plastik sebagai pembungkus kemasan. Inovasi tersebut kemudian menjadi acuan di industri rokok kretek nasional.

Dua dekade berselang, Bentoel tumbuh dengan pesat dan menempatkan dirinya di garda depan industri olahan tembakau di tanah air. Tahun 1984 Bentoel bekerja sama dengan perusahaan rokok putih Amerika Phillip Morris Inc. Bentoel mendapat kepercayaan untuk menjadi pembuat dan penyalur tunggal rokok terkenal di dunia, Marlboro.

Pada tahun 1991, Kelompok Rajawali ditunjuk sejumlah kreditor utama lokal untuk mengambil alih manajemen Bentoel sekaligus menangani proses restrukturisasi utang Bentoel. Posisi-posisi manajemen penting ditempati sejumlah professional dan eksekutif yang berkompeten. Tak ayal momen ini merupakan bentuk transformasi Bentoel dari perusahaan keluarga menjadi perusahaan yang dikelola secara professional.

Tahun 1996, Bentoel memposisikan dirinya di pasar rokok rendah tar dan rendah nicotine, dengan meluncurkan merek Star Mild. Perseroan kemudian berturut-turut meluncurkan sejumlah produk di segmen ini termasuk Bentoel Mild (1999), Country (1999), X Mild and Country Light (2004) dan Club Mild (2006). Bentoel memasuki pasar rokok putih pada tahun 1984 ketika Philip Morris masuk ke Indonesia dan sekaligus mempercayakan produksi dan distribusi rokok terkenal Marlboro kepada Bentoel.

Dari tahun 1984-1998, Bentoel adalah produsen dan penyalur tunggal produk-produk rokok Philip Morris Indonesia, sebuah bukti akan posisi Bentoel sebagai salah satu manufactur tembakau kelas dunia. Di akhir tahun 1998, Philip Morris mendirikan perusahaan produksinya, yaitu PT Philip Morris Indonesia (PT. PMI) , dan mulai memproduksi rokoknya sendiri, akan tetapi Bentoel tetap memiliki hak eksklisif untuk mendistribusikan produk-produk Philip Morris.  Tahun 2009 PT Bentoel diakuisisi oleh perusahaan rokok terbesar kedua di dunia British American Tobacco (BAT) International dan pada awal 2010 Bentoel Group bergabung dengan PT BAT Indonesia. (berbagai sumber)