Catatan Kata Kelana

Romantis Eiffel?

Berawal dari rasa sedikit penasaran kenapa Paris dan menara Eiffelnya dikatakan sebagai salah satu kota paling romantis di dunia. Fakta, pendapat atau katakanlah seperti itu, banyak yang menyebutkan bahwa kota yang pernah diduduki oleh Nazi pada PD II merupakan kota yang sangat romantis.

Memang tidak semuanya, tapi rata-rata setiap kali saya tanyakan kepada beberapa teman wanita mengatakan bahwa kota itu teramat romantisnya. Ada Wening, Yuli, Novi dan Fifi semua mengatakan Paris dan menara Eiffelnya sangat romantis.

“ Ihh pengen banget deh kesana, apalagi ke menara eiffelnya” kata Wening dengan imutnya  beberapa waktu lalu. Penasaran? Ya sebagai kaum pria saya pun menanyakan dimana letak segi romantisnya dari kota dan menaranya ini?.

Eiffel Tower Wallpaper

Wening pun dengan sergap menjawab, “Coba deh makan malam di atas menaranya pasti pemandangannya bagus, kota Paris bisa kelihatan dari bawah, romantisnya jika kita melakukannya dengan pasangan hidup kita” kata dia. Ia mengatakan bla bla bla sambil matanya menerawang  jauh membayangkan  sedang berada di sana dirinya. Sah-sah saja sikapnya, wong namanya juga menghayal.

Nah, kalau Yuli selang beberapa hari kemudian berceloteh tak kalah menariknya,  bahwa keindahan paris tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. “Paris sama menaranya itu so sweet apa karena gw kebanyakan nonton film kali ya” katanya sambil heran dengan dirinya sendiri.

Namun dengan tegas sesaatnya segera dia bilang paris itu romantis terlepas dari segala macam tetek bengek yang membuatnya heran. Saking sukanya kedua baik Yuli dan Wening sampai memasang foto Menara Eiffel di gambar profil Blackberrynya.

Tapi, apakah semua wanita suka dengan Paris dan Menara Eifelnya? “Rata-ratanya sih, tapi itu menurut gw aja sih, eiffel atau Paris itu sangat romantis pengen rasanya pergi kesana” kata Wening. Namun lucunya keduanya itu akan berkata sama jika disingung dananya untuk pergi kesana “Soal duit darimana ya untuk dapat pergi kesana, nabung di celengan cukup apa gak ya” kata  Yuli sambil sedikit tertawa.

Pertanyaan itu mungkin mereka sendiri yang dapat menjawabnya. Tapi yang jelas pergi ke Paris bukanlah seperti pergi ke pinggiran kota Jakarta yang tentu tidak banyak makan biaya. Ongkos ke Paris mungkin dapat membuat dahi keduanya mengkerut. “ya iyalah, banyak banget kan biayanya apalagi disana pakai kurs mata uang Euro” kata Wening.

Nah, kalau si Fifi masih “sedikit beruntung” jika dibandingkan dengan keduanya. Kenapa? karena wanita yang sekarang bekerja sebagai supervisor di salah satu perusahaan swasta ini pernah pergi ke sana saat dirinya bekerja di Paris selama setahun. “Gila, itu menara sampai gw cium besinya heheheheh” kata Fifi. Dia pun bilang kota Paris akan terlihat semuanya saat berada di menaranya.

Namun, apakah semua wanita senada dengan ketiga wanita itu?, hmmm ternyata tidak juga karena  Novi berpendapat sedikit berbeda dengan ketiganya lantaran dia mengatakan Paris dan Menara Eiffel itu biasa-biasa saja tidak lah terlalu istimewa. Dia cenderung mengatakan wanita yang menganggap Paris itu romantis adalah wanita yang tipenya melankolis, sedangkan wanita yang cenderung cuek akan menganggap sebaliknya.

Bagaimana jika masing-masing orang mempunyai persepsinya sendiri mengenai paris sebagai kota romantis?. Sepertinya memang benar karena tidak semuanya mengatakan Paris dan menaranya itu romantis, bahkan ada sebuah tulisan dalam salah satu blog keroyokan dimana si penulisnya sendiri menuturkan perjalanan ke setiap sudut paris dari Arc De Triompe Etollie, Avenue des Champs-Elysees, Place de la Concorde ke Arch De Triompe sampai Arc de Triompe Etolie dan Les Invalides, tetapi ia tidak menemukan nilai romantisnya di paris.

Sedikit ironis juga saat menyinggung soal romantisme eiffel, manakala sejarah mencatat menara eiifel itu pernah dijadikan sebagai tempat untuk mengakhiri hidup orang-orang yang galau terhadap hidupnya, entah dengan beragam alasan pastinya. Menurut catatan, saat ini sudah ratusan kasus bunuh diri di Menara Eiffel.

Nah, kasus kematian pertama di sana terjadi pada tahun 1911, kasus kematiannya tergolong unik karena seorang penjahit penjahit yang bernama Frantz Reichelt terjun bebas dari menara Eiffel sewaktu mencoba jubah yang dia yakini bisa membuatnya terbang.

Yup, Eiifel sebuah menara besi yang bangun oleh Gustave eiffel di tepi Sungai Seine di Paris dengan 300 orang pekerjanya. Menara ini dibangun antara tahun 1887 dan 1889 sebagai pintu masuk Exposition Universelle, Pameran Dunia yang merayakan seabad Revolusi Perancis.

Besi baja menara dikaitkan dalam bentuk persilangan dari 18.038 besi diperkuat dengan 2.500.000 paku. Kerangka menara ini adalah hasil karya Tuan Gustave Eiffel yang dirancang tahan angin. Walaupun bahannya dari besi, berat menaranya hanya 7.300 ton.

Dari tanah sampai tiang bendera, tingginya 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan antenanya. Saat ini, berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel. Diterangi dengan 352 projektor 1.000 watts dan berkedip setiap sengah jam pada malam hari dengan 20.000 bola lampu dan 800 lampu disko. Menara juga dilengkapi 4 lampu laser xenon yang berkekuatan 6.000 watts berputar secara permanen di puncak menara.

Advertisements

4 comments on “Romantis Eiffel?

  1. Lea
    22 November 2012

    Eiffel i’m in love…

    Like

  2. ahmad zakaria
    21 March 2013

    I like it

    Like

  3. katakelana
    22 March 2013

    tenkyuuuuu hehehehehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 November 2012 by in Celotehan Kecil.
%d bloggers like this: