Mereka yang tergabung dalam Yogya Hip Hop Foundation adalah putra-putra bangsa yang sudah mengharumkan nama Indonesia hingga ke jantung kota New York. Dengan tetap setia memakai bahasa Jawa sebagai medianya, Rotra dan rekan-rekan lainnya yang tergabung dalam Jogja Hip Hop Foundation terbang menuju kiblat music Hip Hop itu sendiri dalam rangka mengenalkan Hip Hop ala mereka.

photo-ny-2-resize

Nah, tanpa panjang lebar simak wawancara singkat dengan Ki Ageng Gentas aka Rotra aka Janu Prihaminanto dari JHF beberapa waktu yang lalu soal bagaimana awal mula JHF ini muncul, bagaimana masyarakat New York bisamenikmati Hip Hop rasa Jawa, saat JHF belum pernah bermain di Semarang sampai pendapatnya tentang institusi terkorup di negeri ini:

T:Soal terbentuknya Hiphopdiningrat ini seperti apa?
H: terbentuknya dulu kita, Kita berdua, contra, jahanamn terus jadi satu dan jadilah joyyakarta diningrat, bisa dibilang kita udah ngerap sebelum jaman Iwa K ngerap hahahahaha

T:yogya sendiri rapnya seperti apa sih, benih-benih rap itu mulai muncul dari kapan di jogya, bisa diceritakan?
H: rap di yogyakarta ya menurut saya ada ada terus proses regenerasi dan masih terus berlanjut, dari tahun 1989 itu

T: ada apa di tahun 1989 itu?
H: karena saya sendiri yang mengalaminya , semenjak SMP dulu sudah buat grup rap sama temen-temen, waktu itu masih ngerapnya masih menggunakan bahasa inggris sampai di tahun 1994, tahun itu menjadi tombak sejarah karir saya di dunia rap. Karena waktu itu saya ikut lomba ngerap di salah satu stasiun radio swasta di yogya, pertama kalinya saya ikut dan langsung menang juara Satu. Dan langsung juga ditarik oleh radio itu dan langsung pula buat album. Nah dari situ saya mikir wong saya orang yogya, dan akan lebih mudah juga bercerita dengan bahasa saya sendiri

T: jadi itu alasan sebenarnya ngerap memakai bahasa jawa?
H: hheuheeee, ya bukan karena saya tidak senang pakai bahasa Indonesia, tetapi ada rasanya ada kan beberapa mungkin konteks-konteks lucu dalam bahasa jawa yang tidak ada di bahasa Indonesia, dan akan lebih luwes lagi kalau saya pakai bahasa jawa

T: dari tahun 1989 sampai tahun 1994 jadi ngerapnya pakai bahasa inggris semuanya?
H: iya, dulu masih ngerapin lagu bahasa inggris milik orang dan malah juga menciptakan lagu berbahasa inggris juga dan kemudian awal dari situ saya berpikir untuk berubah jadi pakai bahasa jawa. Dan di tahun 1996 saya buat album juga yang pakai bahasa jawa semuanya

T:anda musisi, siapa sih musisi influencenya atau yang berpengaruh dalam bermusik anda?
H:wah banyak sekali, tapi yang paling berpengaruh itu Dr dre, dari zamannya public enemy, afrika boombata dan yang seperti itu, jadi jauh kebelakang sebelum hiphop itu jadi musik mainstream

T: jadi influence musik rapnya lebih kearah tahun 1970-1980 an?
H:ya tahun 80an waktu saya smp kelas satu atau dua gitu

T:soal pangsa pasarnya sendiri, kan hiphopdinigrat memakai bahasa jawa, sedangkan penduduk Indonesia kan tidak semuanya mengerti bahasa jawa? Bagaimana pendapatnya?
H:nyatanya yang new york kemarin pas kita konser bisa joget-joget, nah ini saya juga tidak tahu. Tapi pernah waktu itu ada audience disana saya tanyakan sekedar chit chat bagaimana anda enjoy sama persembahan kita, dia jawab ya ya its really awesome, tapi kan anda tidak tahu bahasanya tanya saya, terus dia bilang dengan musik seperti itu kami tidak perlu tahu kalian menyanyi dengan lagu apa yang penting kami senang.

T: nah itu maksudnya mungkin yang disana merasa bodo amat dengan bahasa yang kalian pakai dan yang penting musiknya?
H: nah iya, karena musik kan bahasa yang paling universal dibanding dengan bahasa dialog yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari

T:oh iya sekarang ini kan menurut saya pamor rap sepertinya turun drastis dibandingkan dengan waktu iwa k booming disini pada tahun 90-an dulu, lantas bagaimana tanggapannya?
H:ya kayak dia kan ada karena kan terbentuk istilahnya dia boleh dibilang komoditi yang dijual dan dibeli, kalau saya waktu tahun itu gak peduli mau terkenal atau gak yang penting ngerap aja

T:tapi kalau ngerap terus, sedangkan anda sendiri ngerap hanya sebatas menurut saya di satu sisi anda lebih menyukai ngerap gak peduli terkenal dan dapat uang , tapi di sisi lain anda butuh uang juga untuk hidup, lantas bagaimana itu?
H:iya makanya saya gak kerja dari situ (maksudnya rap), saya juga buka usaha foto juga

T: sebagai back up penghasilan juga maksudnya?
H: ya gak justru itu pendapatan utama, wong saya ngerap cuma sebatas hobby saja ehehehehee saya tak pernah mengharapkan apa-apa dari hobby ini. Yang penting bisa performe, membawakan karya-karya sendiri dan ditonton orang dan orang juga suka, itu sudah penghargaan yang sangat besar bagi saya. Menurut saya ini dedikasi saya untuk hiphop dan akhirnya hiphop dengan tanpa disadari memberikan imbalan juga yang amat sangat berarti sampai-sampai saya dan temen-teman dibawa sampai ke new york dimana tempat lahirnya hiphop itu. Ra mimpi mas gara-gara ngerap pake bahasa jowo tahu-tahu diundang ke new york, ongkos dibayari dan pulang pun dibayari

T: oh iya pejalanannya kesana tahun 2011 ini, berapa lama disana dan pentasnya dimana saja?
H: ya di bulan mei 2011, sepuluh hari, kami dibawahi satu organisasi semacam pertukaran budaya dan pengenalan budaya-budaya asia kepada masyarakat disana, ya lebih spesifik giana sih kebudayaan asia bisa bercampur dengan kebudayaan dunia ya semacam itu

T:jadi Hiphop ini memang fleksibel dan bertrasformasi kedalam?
H:ya tergantung kita saja mau dibawa kemana aja, ini hanya semacam media untuk kita saja dan bagaimana mengontrolnya agar tidak terbawa oleh arus.

T: album nya sudah dua ya yang dirilis jogyahiphop foundation?
H sebagai jogyahiphop foundation kita sudah ada dua album kompilasi yang isinya macam-macam grup, albumnya poetry battle 1 dan 2, tapi nanti akan ada album ketiga di januari tahun depan tapi diisi oleh tiga grup ii saja, contra, jahanam dan yang satu lagi dan masih pakai bahasa jawa juga tentunya

T: bisa ceritakan pengalaman apa yang paling berkesan selama manggung, mungkin di jogya ya, terus di kota lain bagaimana?
H:ya jelas itu sampai sing a long kalau di yogya, ya selama ini undangan musiknya hanya sebatas di kota joyga, solo, malah ke singapura, AS, semarang belum pernah

T: kenapa semarang belum pernah, kan semarang tidak terlalu jauh dari jogya?
H ya gak tahu juga saya, mungkin disana masih segmented ya musik disana

T: sedikit saja bagaimana pendapatnya soal negara kita ini terkenal dengan korupsinya, nah bagaimana soal departeman agama yang kemarin2 menduduki peringkat pertama institusi terkorup sekarang menurut versi yang dikeluarkan KPK?
H: hahahahha emang negara ini memang kacrut dan payah, yahh mau gimana lagi sudah seperti ini keadaannya, sok moralis dan beriman tapi tetap saja banyak yang berbuat korupsi dan harusnya ada itu pagebluk. Pagebluk ini adalah orang-orang yang berhati jahat harus mati semuanya dan tangan Tuhan ikut melakukannya kalau bisa yang melakukan korupsi itu harus dihukum mati saja sekalian, biar yang lain pada jera