Catatan Kata Kelana

Jendral Diving: Laksamana TNI (Purn) Sudomo

sudomo-foto-republika-edi-yusuf-_120418124524-855

Diving Makes a Brighter Life

Indonesia mengenalnya sebagai sesosok yang paling disegani ketika ia menjabat sebagai Pangkopkamtib (Panglima Komando Keamanan dan Ketertiban) pada era (Alm) Soeharto masih berkuasa dan berjaya di negeri ini. Indonesia pun mengenalnya sebagai sesosok yang penuh dengan kontroversi akiat geliat aksi kehidupan pribadinya maupun ketika aktif di panggung di politik dan TNI.

Akan tetapi terlepas dari hiruk pikuk panggung pemerintahan tempat ia menapakkan kakinya lebih dari 30 tahun, searang Lasksamana (Purn) Soedomo ternyata adalah sesosok individu yang mempunyai jiwa bahari yang begitu mencintai dunia diving yang baginya telah menjadi semacam hobby. Lanjutnya usia yang beranjak mendekati angka 84 tahun tidak menghentikan langkahnya untuk terus melakukan aktivitas ini. Berikut ini sedikit petikan wawancara dengan Laksamana (Purn) Soedomo dua setengah tahun yang lalu:

Kapan persisnya anda memulai aktivitas diving/selam dan bagaimana anda memulainya ini?
Saya memulai aktivitas selam ini semenjak masih menjabat sebagai KSAL RI (Kepala Staf Angkatan Laut) sekitar tahun 1969 , jadi kalau dulu menyelam ya langsung turun ke bawah dan berbeda dengan sekarang, Seperti perkataan bahwa Hidup itu indah life its beautiful ya karena menyelam itu lah kita bisa merasakan keindahan bahwa hidup ini memang sangat indah. Dalam menyelam haruslah take it easy don’t worry, tidak boleh banyak pikir-pikir santai dan tenang saja tetapi harus selalu mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku soal tata karma penyelaman.

Jadi ada kaitannya dengan anda yang di angkatan laut dan dengan dimulainya aktivitas diving anda?
Ya, tapi Orang yang masuk ke TNI angakatan laut banyak yang bukan merupakan suku bangsa pelaut seperti suku bugis, Madura jarang sekali mereka yang bersal adri suku bangsa ersebut masuk menjadi anggota TNI AL, meski orang gunung, orang yang dipantai yng jarangmasuk ke angkatan laut.

Tempat favorite selam atau dive spot anda di wilayah Indonesia ini?
Akhirnya kita ini menyelam dimana-mana dari barat hingga wilayah timur indonesia, yang senang sama seluruhnya tapi yang paling saya senang adalah di wilayah wakatobi itu karena belum rusak berbeda dengan kepulauan seribu yang sekarang sudah mulai rusak

Apa manfaat positif yang bisa anda dapat dari anda melakukan Diving?
Diving itu sebenarnya adalah sesuatu yang sangat menyenangkan sekaligus juga sehat, itu juga ukuran kita untuk bernapas dengan cara sehat seperti tai chi china sudah tahu klao nafas itu sehat maka nafas itu sehat, divingnya itu pada dasarnya adalah nafas,nafasnya teratur apabila dengan tingkatan tertentu.

Di Indonesia, di wilayah mana saja anda pernah melakukan penyelaman?
Saya menyelam sudah dari sabang sampai merauke pernah saya jelajahi situs-situs divingnya, tapi tidak semuanya karena ada satu tempat disini yang belum pernah saya coba untuk menyelam, yaitu di Raja Ampat di Papua.sekarang yang bagus menurut saya adalah di Wakatobi,Sulawesi Tenggara. Lokasi selam yang terbaik sekarang ini.

Selain di Indonesia, dimana lagi anda pernah menyelam yang anda ingat?
Kalau di luar negeri sendiri yang saya ingat waktu pertama-tama kali saya melakukan diving itu di wilayah Phuket, Thailand yang dulu tempat shootingnya salah satu film James Bond yang berjudul The Man with The Golden Gun. Ia kan yang nyelam di tempat itu yang banyak hiunya yang namanya Shark Point . Sekarang hiunya sudah jarang karena takut semakin banyaknya orang yang menyelam disana.

Bersama siapa saja anda pernah menyelam?
Saya menyelam dengan siapa saja termasuk bersama keluarga dan teman-taman

Bagaimana menurut anda mengenai prospek diving di Indonesia?
Saya kira olahraga menyelam ini mmang harus dikembangkan terus karena sebagian besar wilayah Indonesia itu dikelilingi oleh lautan. Saya juga dulu sempat mendirikan Sudomo Selam Grup yang anggotanya banyak berasal dari berbagai kalangan, tetapi sekarang klub selam itu sudah tidak eksis lagi Mapala UI Selam Mapala UI juga pernah mendapatkan dukungan penuh dari Sudomo, mantan pejabat (ketua DPA) yang menggilai olahraga selam, berupa 10 set alat selam dan trip diving gratis beserta segala fasilitasnya selama dua tahun pada tahun 1993 sampai pertengahan tahun 1995.khususnya wisata bahari memang perlu dikembangkan karena akan bisa memberikan pendapatan yang banyak dan itu jugga sdisebabkan karena pulau kita sangat banyak dan dikelilingi oleh lautan.

Menurut anda soal keadaan karang-karang di Indonesia saat ini seperti apa?
Pulau seribu kan sekarang sudah mulai rusak karena mengangkap ikannya memakai potassium dan dibom karena belum pengalaman menginjak-injak karang sehinsgga rusak, kalau di luar negeri apabil akita dekat dengan karang divemasternya akan menghindari kita dari karang, 60% mungkin karang-karang di Indonesai sudah rusak, berbeda kalau di philipina yang rata-rata sudah rusak semua karangnya, Jenderal Ramos (saudaranya Ferdinand Marcos mantan Presiden Philipina) saja dari Philiphina dulunya juga penyelam skin driver waktu ia berkunjung kesini ia sempat mencoba menyelam di wilayah Indonesia.

berbicara soal diving sepertinya tidak terlepas dari alat-alat yang digunakan, lantas bagaimana dengan alat-alat diving sekarang dan dulu?
Jelas berbeda, apalagi soal harganya, misalnya BCD, Snorkel/masker sekarang hargana mahal, tabung juga tap masihi bisa disewa, Waktu jaman dulu waktu saya pertama kali diving belum ada BCD yang kita kenal seperti sekarang , baru mulai sekitar tahun 1971-1972 orang-orang kalau ingin diving menggunakan tabung selam dan BCD seperti orang-orang banyak sering gunakan waktu diving itu baru popular. kalau dulu 20 tahun yang lalu, saya pasti membeli peralatan yang berkualitas dan tahan lama karena itu termasuk investasi seumur hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 31 October 2012 by in Tokoh Kita, Wawancara.
%d bloggers like this: