1586792

Tahun kemarin tim robot Indonesia berhasil menjadi juara dalam kompetisi robot 18th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di Hartford, Connecticut, AS. Tim yang terdiri dari ITB, UGM, dan Unikom berhasil menyingkirkan peserta dari negara lain, seperti Amerika Serikat dan China dalam kompetisi yang diselenggarakan pada 9-10 April 2011 ini.Robot DU99 RWE, yang mengikuti kategori RoboWaiter menjadi juara 1 dalam 1 level advanced serta juara 1 dan 2 level standar.

Robot buatan mahasiswa Unikom (Bandung) itu mengikuti kompetisi untuk membawa piring dan mengikuti jalur tertentu tanpa menabrak obyek lain. Berikut ini petikan wawancara dengan Yusrila Kerlooza dari Unikom, Bandung saat bersama timnya di Amerika Serikat untuk bertanding satu kompetisi lagi pada Jumat-Minggu (15-17 April 2011) di San Mateo, USA. Tujuh robot tim Unikom telah dipersiapkan untuk berlaga di lima kategori.

Seperti yang diketahui, sebelumnya robot kreasi Unikom berhasil mencuri perhatian saat pertama kali mengikuti kompetisi Robogame di tahun 2009. Lantaran aksi perdananya mengikuti kompetisi tersebut, tim robotika berhasil membuat bendera Merah Putih berkiba dan Unikom memboyong juara pertama untuk kategori Open Fire Fighting Robot Contest.

T.Apa sih keistimewaan atau kelebihan robot-robot buatan tim anda dibandingkan dengan robot-robot yang ada dikompetisi? Dan untuk robowaternya sendiri seperti apa bisa dijelaskan?
Y:Kelebihan dari robot-robot kita lebih cepat dalam bergerak dan handal sehingga dapat menyelesaikan masalah yang diberikan dengan baik (untuk kasus Robowaiter, robot harus secepatnya memindahkan ‘piring berisi makanan’ dari satu tempat ke tempat lain secara otomatis dan harus tanpa menabrak ataupun menjatuhkan makanan di atas piring). Untuk RoboWaiternya sendiri adalah kategori dimana robot-robot tersebut harus bisa menjadi pelayan bagi manusia. Ceritanya adalah robot tersebut harus memindahkan satu obyek dari satu titik ke titik yang lain. Arena pertandingan diatur sedemikian rupa sehingga robot ini akan melalui beberapa rintangan. Robot yang tercepat memindahkan obyek tanpa terkena rintangan adalah pemenangnya.

T:berapa lama riset pembuatan robot-robot tim anda dan berapa banyak biaya yang dikeluarkan kira-kiranya, apakah terkendala dalam biayanya?
Y:secara intesif mahasiswa kita mengerjakan robot-robot ini sejak awal Januari. Pembuatan robot memang butuh waktu cukup lama,mulai dari riset sampai implementasi. Sewaktu berangkat dana yang diperlukan semuanya dipenuhi oleh kampus. Kita hanya memberangkatkan 4 orang saja dan keempat orang itu saya sendiri sebagai ketua tim, Taufiq N Nizar sebagai dosen pembina, Ridyan Ardiyan (mahasiswa angkatan 2006) dan Heri Saffarudin Ariyani (mahasiswa angkatan 2007). berangkatnya 4 orang tim ini bukan berarti karena masalah dana. Justru dengan memberangkatkan hanya 4 orang, ingin menunjukan kepada dunia tentang kemampuan bangsa Indonesia di bidang robotika. Kita tidak membawa semua tim dan cukup 2 orang saja ditambah dengan saya dan satu dosen Pembina, Ini sekaligus untuk membuktikan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia ini mampu untuk bersaing dengan yang lain

T:Darimana ide penciptaan robot-robot tim anda?
Y:ide penciptaannya dari filosofi riset di Divisi Robotika: technology for peace kita ingin membangun robot-robot yang dapat membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari. Kita ikut di dua kompetisi tersebut karena kami menganggap berkompetisi di wilayah barat dapat membuka kemungkinan kita bisa menjalin bersama peneliti disana. Tujuan pertandingannya itu sendiri ingin mempertemukan industri, peneliti dan kampus saya juga mengharapkan Indonesia bisa menjadi penghubung bagi industri robotika. Walaupun di dalam negeri industrinya belum ada namun setidaknya Indonesia bisa memberi sumbangsih bagi industri robot di dunia.

T.apakah mengalami kendala dalam pembuatan robot-robot itu dan apa saja kendalanya, lantas apabila ada kendala bagaimana anda mengatasinya?
Y:kendala khusus tidak ada, karena kita terbiasa membangun robot dari barang bekas/barang yang mudah didapat di pasaran, memang ada sejumlah sensor yang kalau membuat sendiri malah jatuhnya lebih mahal biaya pembuatannya, sehingga kita membelinya dari luar negeri. Pajak barang masuknya saja yang cukup besar (karena tidak dibedakan antara barang jualan dengan barang edukasi).

T:Apakah robot anda merupakan penyempurnaan dari robot2 yang sudah ada? Bila itu penyempurnaan dari segi apa penyempurnaannya?
Y: Kesepuluh robot buatan Unikom tersebut adalah DU99 RWS, DU99 RWS4, DU99 RWE, DU116 RP, DU114 v.11, DU114 v.11 RR4, DU112 SE, DU112SE1, DU112 MS dan KARAT. Robot seri DU99 adalah robot yang berlaga di 18 th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest dan sisanya akan berlaga di 2011 RoboGames.dari 10 robot yang kami bawa kekompetisi(dibangun oleh 12 mahasiswa) 8 diantaranya baru kita ikuti kompetisinya/di Indonesia tidak ada. Seluruh robot harus dibangun agar mampu dioperasikan/dinyalakan dengan mudah oleh 2 mahasiswa yang pergi ke Amerika. Dari 3 robot yg menang di Hartford, CT minggu lalu, hanya 1 yang dioperasikan oleh yang membuatnya (Ridyan Ardiyan, robot DU 99 RWE).

T:Berapa banyak robot yang akan diperlombakan dalam kompetisi nanti?
Y: di Trinity College, Hartford, CT dan 7 di 2011 Robogames

T.Mahasiswa dari negara lain menampilkan robot apa saja? Acara yang mana?

Y:Di Hartford, tim dari China, Amerika, Canada, Israel, Portugal dan Korea Selatan membangun robot pemadam api (yang bersaing dengan tim dari ITB dna UGM) dan juga Robowaiter (Amerika, China, Israel, Canada)