baby-and-mom-beauty-

Walau badai matahari memang masih menghantui kita sampai tahun 2013 nanti, tapi jangan kuatir terlebih lagi bagi mereka pasangan suami istri yang cepat punya anak. Pasalnya, tanpa dinyana sinar sang surya ternyata mempunyai khasiat yang mumpuni bagi pasangan suami istri yang ingin cepat punya momongan. Tak perlu perlu merogoh kocek dalam-dalam, karena cukup hanya berjemur beberapa menit saja.

Adalah sebuah Universitas Kedokteran Graz di Austria yang mengeluarkan hasil penelitiannya baru-baru ini soal keampuhan sinar matahari bagi pasutri yang kebelet punya bayi. Hasil penelitian itu memaparkan sinar matahari ini menjadi kunci untuk menyeimbangkan hormon seks pada wanita dan meningkatkan jumlah sperma pada pria.

Vitamin D bagi wanita akan memperbaiki kadar hormon progesteron dan estrogen sebanyak 13 persen. Vitamin D ini juga mengatur sirkulasi menstruasi dan juga menciptakan konsepsi kesenangan yang lebih baik, tak ayal kemungkinan terjadinya pembuahan semakin besar. Sementara bagi prianya Vitamin D ini penting untuk pembentukan sperma guna memperbaiki kualitas dari hormon testoteron. Vitamin D dari sinar matahari akan meningkatkan libido lelaki,

Di sebuah studi Para peneliti di University of Copenhagen terhadap 340 pria menemukan bahwa vitamin D yang diproduksi oleh tubuh saat terkena sinar matahari meningkatkan kualitas sperma. Bak perenang olimpiade, sperma-sperma itu menjadi berenang cepat ketika bergerak ke arah sel telur, memiliki kecepatan yang lebih besar, dan lebih penetratif. Para peneliti itu menguji kualitas sperma responden yang dipilih secara acak dan melakukan analisis sampel secara rinci di laboratorium. Pada saat bersamaan, tingkat vitamin D dalam darah mereka diukur. Hasilnya, hampir setengah partisipan memiliki jumlah vitamin D yang kurang—terkait dengan kurangnya paparan sinar matahari alami.

Akan halnya, dari hasil penelitian Fakultas Kedokterean Graz atas 2.300 responden menemukan bahwa tingkat testosterone dan vitamin D menjangkau titik terendahnya setelah musim dingin dan mencapai puncak terbaiknya di bulan Agustus atau pada musim panas, “Perempuan diketahui berovulasi lebih sedikit di musim dingin,”tulis hasil studi tersebut. Untuk kasus di Inggris saja, misalnya, masalah fertilitas dialami satu dari tujuh pasangan. Sedangkan 4 dari 10 kasus, kesulitan mendapatkan buah hati berasal dari pria. Mereka yang tinggal di Inggris cenderung menjadi sangat rentan untuk mengalami tingkat yang lebih rendah karena ada begitu banyak awan, bahkan di musim panas.

Hubungan antara sinar matahari dan kesuburan juga telah diuji cobakan kepada hewan percobaan. Tikus betina disimpan dalam kegelapan total dan ditemukan kurang subur dan memiliki komplikasi kehamilan, sedangkan tikus jantan dibesarkan dengan sinar matahari ternyata tingkat kesuburannya meningkat.

Vitamin D sendiri diketahui adalah satu-satunya jenis vitamin yang diproduksi oleh tubuh. Bila terkena sinar matahari, tanda senyawa 7-dehidrokolesterol ini diubah menjadi senyawa cholecalciferol. Induksi ini terutama disebabkan oleh ultraviolet B (UVB). Pada tahap selanjutnya, senyawa cholecalciferol akan dikonversi menjadi senyawa kalsitrol yang merupakan bentuk aktif vitamin D dalam tubuh. Kalsitrol sendiri diproduksi di ginjal yang kemudian diedarkan ke bagian tubuh yang membutuhkan

Penelitian itu mengungkapkan ketika mendapatkan vitamin D, tubuh membutuhkan proses kimiawi yang diperlukan ketika radiasi UVB dari matahari diserap oleh kulit. “Vitamin D makin meningkat kepentingannya untuk kesuburan,” kata Zita West, pakar kesuburan dan pemilik Zita West Clinic di London.

Dia pun mengatakan setelah melakukan pengujian mengenai vitamin D terhadap lebih dari 800 pasien, dirinya mendapati bahwa sekitar 70 persen dari pasien kliniknya mengalami kekurangan vitamin D. Lantaran banyak pasiennya kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan obesitas, sindroma ovarium polikistik, dan kelainan kekebalan.” Oleh karena itu, pasangan yang sedang menjalani terapi kehamilan dianjurkan untuk lebih sering berjemur di bawah matahari.” Katanya. Vitamin D pun masih dapat diperoleh dalam jumlah yang kecil dari ikan, telur, dan hati. Susu dan berbagai produk olahannya seperti keju dan yoghurt juga termasuk sumber utama vitamin D yang mudah ditemui sehari-hari.

Meskipun demikian anjuran Dr. Elisabeth Lerhbaum dari Universitas Kedokteran Graz yang mengatakan bahwa setiap pasangan harus membatasiwaktu mereka berjemur di bawah sinar matahari patut pula diperhatikan, alih-alih berjemur terlalu lama di bawah sinar matahari bukan malah mempercepat punya momongan tapi malah terkena penyakit kanker kulit.

Senada dengannya, peneliti lainnya Oliver Gillie, seorang Direktur Forum Penelitian Kesehatan menyarankan agar pasangan pasutri mencoba untuk berlibur di tempat yang memiliki banyak siraman sinar matahari dan mengatur liburan ke tempat yangpenuh dengan sinar matahari atau masuk ke taman di musim panas sesering mereka bisa sebelum Anda pergi menjalani perawatan IVF yang mahal. Jadi lupakanlah sejenak soal badai matahari dan cepatlah berjemurlah di kala sang surya sedang memancarkan sinarnya di pagi hari, tapi ingat jangan terlalu lama. (berbagai sumber)