Catatan Kata Kelana

Beragam Versi Titanic Karam

titanic-sinking

Penyebab karamnya kapal RMS Titanic seratus tahun silam di perairan Atlantik ternyata sampai saat ini menimbulkan beragam versi, mulai dari Bulan, Gunung Es, Kapten yang mabuk sampai kisahnya Louise Patten.

Mana yang benar, kesemuanya ada benarnya, pasalnya semua versi mempunyai argument pembenarannya masing-masing. Ok, singkat cerita terkait dengan berbagai versi karamnya Titanic mari kita lihat satu persatu kesemua versi tersebut.

Yang pertama, Titanic karam karena pengaruh dari bulan, wow! bagaimana bisa? Kapal yang ngangkut ribuan penumpang ini memang bisa dikatakan lagi sial di tanggal 4 januari 1912 itu karena dugaan dari ahli kelautan yang bernama Fergus Wood menyebutkan jarak bulan ke bumi pada Januari 1912 luar biasa dekatnya. Tidak jauh jarak bulan ke bumi itu mengakibatkan gelombang pasang tinggi terjadi yang akhirnya memicu gunung-gunung es untuk melepaskan diri dari Greenland.
Alhasil, gunung es raksasa itu mengapung dan bergerak bebas masuk ke jalur pelayaran. Hal ini merupakan sesuatu yang diluar dugaan, lantaran Gunung es Greenland sebenarnya hanya dapat dijumpai di perairan dangkal Labrador dan Newfoundland dan tidak di jalur pelayaran. Kecuali mencair dan mengapung terseret arus atau ada air pasang yang membebaskannya, Gunung es tersebut tidak dapat bergeser ke selatan. “fenomena alam ini terbilang sangat langka” kata Profesor Donald Olson dari Texas State University.

Saat itu bulan dan matahari berjajar sedemikian rupa sehingga saling meningkatkan gaya gravitasi. Jarak bulan ke bumi mencapai titik terdekat yang pernah tercatat selama 1.400 tahun. Hal itu terjadi dalam waktu enam menit dari bulan purnama, sehari sebelumnya bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari dalam setahun.

“Konfigurasi semua ini memaksimalkan peran bulan sebagai penyebab terjadinya pasang air laut dan Ini benar-benar luar biasa,” kata Olson. Penelitian Olson ini mengungkapkan bahwa gunung es yang menghantam Titanic harus patah dan terbebas dari Greenland pada Januari dan mencapai jalur pelayaran pada pertengahan April. Gelombang tinggi yang disebabkan oleh kombinasi aneh beberapa peristiwa astronomi cukup untuk menggeser gunung es menuju jalur pelayaran Titanic pada bulan April.

Akan tetapi, Olson menegaskan pihaknya tidak tahu di mana letak persis bongkahan es pada Januari 1912, sebelum akhirnya menabrak Titanic pada April 1912. “Tak ada yang tahu. Tapi, ini adalah skenario yang masuk akal secara ilmiah,” katanya.

Versi kedua Titanic tenggelam karena kesalahan mahkoda, fatal juga versi ini apabila benar adanya. Pasalnya nahkoda ini berperan penting dalam laju sebuah kapal berbobot mati puluhan ton itu untuk berbuat kesalahan satu pun. Nah, dalam berita yang pernah dilansir oleh Daily Mail dikatakan bahwa sang kapten Tirtanic yang bernama Edward Smith sempat terlihat oleh salah satu penumpangnya tengah asik bermabuk ria di sebuah bar yang berada di kapal beberapa saat sebelum Titanic menghantam gunung es.

Adalah Emily Richard, salah satu penumpangnya selamat yang kemudian membuat tulisannya setelah kapal Titanic karam. Emily Richards sendiri yang saat itu berusia 24 tahun berhasil diselamatkan bersama dengan dua anak laki-lakinya. Tapi salah satu kakaknya, George, menjadi salah satu korban dari 1.522 yang meninggal di perairan laut Atlantik.

Pengalamannya soal Kapten yang mabuk, ia tuangkan dalam tulisan sewaktu dirinya telah berada di kapal penyelamat Carpathia. Dalam tulisannya itu Emily menyalahkan kapten Smith atas tragedi tersebut dan mengatakan sang kapten itu bermabuk-mabukkan beberapa jam sebelum Titanic menghajar gunung es.

Surat yang dikirimkan oleh Richard kepada mertuanya berbunyi: “Kapal menabrak gunung es pikul 11.00 pada Minggu malam,” “Sang kapten sedang minum-minum di Saloon dan menyuruh orang lain memegang kapal. Ini salah sang kapten. Kakak ku George yang malang… tenggelam,” seperti yang dituliskannya.

Ada lagi kisah dari kakeknya Louise Patten, ceritanya cukup mengejutkan. Sesuatu yang dia tutup rapat-rapat, namun akhirnya dia buka kembali dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph dua tahun silam. Alkisah, berawal dari cerita Kakeknya sendiri yang merupakan seorang petugas nomor dua di Titanic. Kakeknya saat itu lolos dari maut karena setelah dia tenggelam, kapal penyelamat yang sedang berada di lokasi berhasil menyelamatkannya.

Saat ditanyai oleh Dewan Perdagangan Inggris dan Senat AS apakah kakeknya melakukan percakapan setelah tabrakan dengan Kapten atau petugas pertama, William Murdoch, yang saat itu sedang bertugas, kakeknya menjawab tidak. Nah, Patten bilang kakeknya itu telah berbohong.

Ia mengatakan setelah tabrakan terjadi kakeknya turun ke bawah dengan Kapten dan Murdoch ke kabin Murdoch untuk mengambil senapan jika terjadi kerusuhan ketika menurunkan sekoci. Ia mengatakan Kakeknya bukannya mengendalikan Titanic memutari gunung es ke sebelah kiri, pengendali kapal yang bernama Robert Hitchins malah panik dan memutar kemudi ke arah yang berlawanan.

Dia mengatakan bahwa kapal uap Titanic masih menggunakan kemudi seperti kapal layar yang disebut Tiller Orders. Pada kemudi seperti ini jika ingin berbelok ke kanan maka yang ditekan adalah yang ke arah kiri, begitu pula sebaliknya. Sedangkan kapal uap umumnya menggunakan Rudder Orders, yaitu kemudi yang berbelok persis seperti yang diinginkan.

Patten menjelaskan Murdoch memberi perintah Tiller Orders kepada Hitchins dan dalam keadaan kalut, Hitchins memutarnya menggunakan Rudder Order persis seperti pada latihan. “Mereka hanya punya empat menit untuk mengubahnya, ketika Murdoch mendapati kesalahan Hitchins dan mencoba memperbaikinya, semuanya sudah terlambat,” kata Patten

Selain itu, Patten juga menceritakan lagi rahasia yang rada mencengangkan. Ia mengatakan bahwa Hitchin lah yang sebenarnya membuat kesalahan, namun yang membuat keputusan menenggelamkan kapal titanic yang menewaskan ribuan orang adalah pemilik Titanic sendiri sekaligus pemimpin White Star Line, Bruce Ismay.

Patten menjelaskan Titanic menabrak gunung es pada titik vitalnya namun menurut perkiraan kakeknya Titanic dapat mengapung dalam waktu yang lama. Akan tetapi Ismay justru keluar dan tidak ingin investasi besarnya itu berada diam di tengah laut Atlantic dan tenggelam perlahan atau diderek ke pelabuhan terdekat. “Itu bukanlah publisitas yang bagus! Dia menyerukan Kapten untuk berjalan dengan pelan. Titanic dibuat tidak untuk tenggelam,” kiskata Patten.

Titanic bisa saja selamat, kata Patten, dan tidak akan ada orang yang tewas jika kapal itu diam saja dan menunggu bantuan datang. Namun dengan berjalan perlahan, tekanan air laut memasuki lambung yang robek dan memenuhi setiap lantai satu persatu, itulah yang menyebabkannya tenggelam.

Ditanya mengapa kakeknya berbohong, Patten mengatakan bahwa kakeknya terpaksa berbohong demi tujuan baik karena untuk melindungi orang banyak. Bruce Ismay, saat dia berada di sekoci, mengatakan kepada kakekku bahwa jika membocorkan hal ini, maka White Star Line akan dinyatakan lalai dan tidak layak menerima asuransi. “Takut bangkrut, ismay mengatakan dan semua orang akan kehilangan pekerjaannya. Ini adalah kode kehormatan diantara orang-orang seperti kakeknya pada waktu itu, Jadi dia berbohong untuk melindungi pekerjaan orang lain” kata dia. (berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 October 2012 by in science.
%d bloggers like this: