Badai Matahari Menjilat Bumi

matahari11

Mitos ramalam suku maya akan terjadi kiamat di bumi memang bagi sebagian besar orang hanya isapan jempol belaka dan disangsikan kebenarannya. Dan ramalannya pun masih dalam kajian seru di buku-buku atau blog dunia maya, namun kini sedikit pertanda mengarah kesana lantaran badai matahari sudah menampakkan geliatnya yang tak biasa.

Akan halnya kalangan peneliti dan ahli pun memprediksi di tahun naga air ini badai matahari akan meningkatkan intensitasnya terlebih lagi di tahun 2013. Gejala kebangkitan sang badai, naga-naganya nampak di awal tahun ini pada selasa malam pekan lalu, badai matahari yang memancarkan korona matahari (CME) sejauh 150 juta kilometer dengan kecepatan 2,253 km per detik mendarat di bumi. Badai Itu merupakan Solar flare terkuat sejak tahun 2005 berdasarkan tiga kelas skala badai surya.

Fisikawan di US Space Weather Prediction Centre, Thomas Doug Biesecker berpendapat bahwa radiasi badai matahari yang sedang terjadi saat itu memiliki kemungkinan dapat mempengaruhi komunikasi frekuensi tinggi di wilayah kutub. “Ini dapat menimbulkan beberapa masalah pada beberapa frekuensi radio gelombang pendek beberapa operator jaringan listrik telah diperingatkan” kata dia.Dan untungnya para operator satelit sudah mengantisipasi efeknya karena bila itu terjadi dan tidak dapat diatasi oleh operator satelit, kemungkinannya akan terjadi gangguan pada penggunaan telepon selular, siaran TV, komunikasi data perbankan, dan pengguna lainnya.

Untuk di Indonesia sendiri dampaknya sampai saat ini masih dikaji oleh LAPAN. Thomas Djalaluddin, profesor astronomi di LAPAN mengatakan dampak di Indonesia saat ini masih dikaji dengan data stasiun-stasiun pengamat LAPAN. Thomas pun menerangkan badai Matahari berupa ledakan flare berskala M8-9 yang terjadi tergolong cukup kuat. Pasalnya, kategori M sebenarnya tergolong kelas menengah, tetapi karena mendekati kelas ekstrem (kelas X), maka dampak badai Matahari akan cukup kuat kalau mengarah ke bumi. Pancaran sinar-X yang terekam pada satelit GOES menunjukkan peningkatan tajam sampai kelas M8-9.

Alkisah, badai matahari atau Solar Storm ini berdasarkan atas penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), terjadi saat muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi. Erupsi atau yang dikenal sebagai letupan matahari juga mengirimkan miliaran ton material matahari ke bumi. Para Ilmuwan menyebut materi ini sebagai ejeksi massa korona.
Dalam siklusnya matahari memiliki siklus 11 tahunan dalam aktivitas mengacaukan gelombang elektromagnetik. Aktivitas ini ditandai dengan munculnya bintik matahari di permukaan yang sangat intens. Tak ayal, badai matahari ini bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt dan apabila sampai ke bumi, dapat terjadi blackout atau padamnya listrik pada kawasan luas dan mempengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit dan frekuensi radio.

Dalam catatan sejarah, badai matahari yang pernah melanda bumi pertama kali terjadi pada 1 September 1859 atau dikenal dengan Peristiwa Carrington. Walaupun semburan matahari ini terbesar dalam sejarah dan auroranya dapat dilihat di seluruh dunia, akan tetapi itu tidak terlalu berdampak karena belum semua kehidupan di masa itu ditopang oleh listrik. Nah, baru pada kejadian kedua pada tahun 1972, badai geomagnetis memicu letusan matahari yang melumpuhkan komunikasi telepon jarak jauh di seluruh negara bagian Illinois, AS. Di Quebec, Australia badai matahari juga menyerang pada tanggal 13 maret 1989 yang membuat 6 juta orang hidup tanpa listrik selama 9 jam. Menurut NASA, peristiwa ini telah mengganggu transmisi tenaga listrik dari stasiun penghasil listrik Hydro Quebec dan melelehkan beberapa transformator daya di New Jersey.

Badai matahari memang merupakan siklus yang biasa terjadi di galaksi Bimasakti, tetapi siklus itu diperkirakan menjadi tidak biasa dan akan mencapai puncak aktivitasnya di tahun 2013. Menurut prediksi para astronomer Amerika, yang terjadi di awal tahun ini belumlah seberapa karena jilatan badai matahari yang lebih besar akan terjadi di tahun depan. Pasalnya sebuah satelit pemantau matahari yang diluncurkan pada Februari 2010, meneropong aktitas ledakan matahari yang cenderung meningkat.

Phil Chamberlin salah satu ilmuwan dalam proyek Solar Dynamics Observatory dan ahli matahari di Goddard Space Flight Center, NASA, di Greenbelt mengatakan dalam satu atau dua tahun ke depan, bumi akan lebih banyak melihat pertistiwa seperti ini bahkan mungkin akan lebih besar lagi.

Melihat semburan badai yang berdampak pada jaringan telekomunikasi, tak pelak kecenderungan manusia yang sellau bergantung dengan teknologi akan pula terancam. “kita rentan karena pelindung alami Bumi tidak akan mampu mengatasi badai matahari yang akan membuat semua komputer tidak bisa berfungsi. Selain itu, sistem perbankan akan terganggu” kata Liam Fox Menteri Pertahanan Amerika Serikat. Ia pun mengatakan badai elektromaknetik bakal menyebabkan bencana teknogenik di Bumi dengan radiasi berlevel tinggi akan mempengaruhi medan magnet Bumi.

Hal itu akan memicu bencana bagi kemanusiaan karena kereta-kereta, pesawat, navigasi pasti akan terganggu, begitu pula dengan jaringan radio. Kerugian ekonomi pun menjadi sasaran kebangkitan dari sang matahari, lantaran perkiraan awal kekuatan akan mencapai 20 kali lipat lebih merusak ketimbang Badai Katrina beberapa waktu yang lalu meluluhlantakkan salah satu kota di Amerika. Energi percikan api dari matahari ini berkekuatan 100 kali lebih besar dari energi panas bumi yang bisa dihasilkan dari pembakaran seluruh cadangan minyak di bumi. (berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s