Catatan Kata Kelana

Massage dalam lintasan sejarah

Katanya sejarah message atau pijat kesehatan ini panjangnya sepanjang jalan kenangan macamnya judul lagu, tapi apakah benar?, eh ternyata setelah membaca sana sini benar juga sejarahnya panjang, malahan pijat memijat ini suda tertuang dalam kitab-kitab kuno Cina, dan di  zaman Yunani dan Romawi dulu.

Massage atau urut mengurut sebagai pengobatan berdasarkan atas ceceran-ceceran dalam catatan sejarah, menyebutkan massage dikenal dalam buku Tiongkok  bernama Kong-Fou  yang ditulis kira-kira  tahun 2700 SM. Terapi pijat dikembangkan dari gabungan keahlian dan metode dokter di pengobatan tradisional Cina, praktisi seni bela diri, Budha dan Tao yang memandang sentuh sebagai penting untuk yoga spiritual mereka, dan orang awam yang menawarkan pijat untuk relaksasi .

Metode pijat Cina berasal dari prinsip bahwa penyakit dan penyakit timbul karena kekurangan atau ketidakseimbangan dalam energi di jalur tertentu atau meridian yang mewakili sistem fisiologis. Melalui teknik pijat dan lain bodywork spesifik, energi akan mengalir lebih harmonis melalui jalur, yang memungkinkan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri secara alami. Selain itu kitab suci Hindu AyurVeda sekitar tahun 1800 SM  juga membicarakan soal Massage.

Sekitar 1000 SM, rahib Jepang belajar agama Buddha di China mengamati metode penyembuhan pengobatan Cina tradisional, termasuk terapi pijat. Jepang segera mulai mengimpor dan menyesuaikan teknik pijat Cina, sehingga menimbulkan pijat tradisional Jepang atau ANMA, yang tumbuh menjadi Shiatsu. Tujuan utama dari Shiatsu adalah untuk meningkatkan tingkat energi pada pasien.

Hippocrates bapaknya ilmu kedokteran, apabila ada seoarang dokter yang berkunjung ke dirinya untuk membericarakan soal salah urat pasiennya, pasti dia menyarankan kepada itu dokter untuk menguasai soal urut mengurut, mungkin keahlian urut mengurut harus dimiliki oleh setiap dokter saat itu agar keahlian sebagai dokter makin mumpuni.

Galen, seorang dokter Mengikuti prinsip Hippocrate,  mulai menggunakan terapi pijat untuk mengobati berbagai jenis luka fisik dan penyakit. Galen percaya dalam latihan, istirahat diet sehat, dan pijat sebagai bagian integral dalam memulihkan dan menjaga kesehatan tubuh.

Selang ratusan tahun kemudian, orang Romawi dari segala lapisan, mulai dari golongan “patricia” yang kaya raya sampai golongan papa menyukai massage, lantaran pijat memijat ini diangap sebagai suatu kesenangan sesudah mandi, susudah menggerakkan badan, sebagai latihan waktu sembuh dari sakit atau untuk pengobatan mengendorkan urat saraf agar lalu lintas darah di tubuh menjadi lancar.

Seorang Tabib Yunani, Artheus malah menganjurkan massage ini sebagai pengobatan bagi ketegangan otot, asma, kolera, sakit kepala, ayan-ayan atau yang lainnya, nah orang romawi beranggapan bahwa masaage ini bisa mengobati kemandulan apabila dipijatnya di daerah pinggang. Akan halnya, di tempat suci Aesculapius pengobatan yang dilakukan para pendetanya sendiri terdiri atas massage disamping bacaan-bacaan mantera dan sugesti.

Kaisar agung Julius Caesar sendiri sering dipijet saban kali apabila urat sarafnya terganggu. Cicero pernah mengatakan bahwa kesehatan badannya bukan hanya disebabkan oleh racikan obat tabibnya, melainkan karena tubuhnya sering dipijit dengan minyak. Atas jasanya tukang pijet, maka Pliny pun tak segan memberikan hadiah kewarganegaraan bagi si pemijat.

Gokilnya lagi, kaisar Hadrianus pernah melihat seoarang serdadunya menggosok-gosok badannya ke tembok lantaran tak punya budak untuk memijatnya. Saking merasa kasihannya, Hadrianus lantas memberinya dua orang budak hanya untuk memijat serdadunya itu.

Nah, tanpa dinyana tindakan Hadrianus dilihat oleh dua orang serdadu, merasa tak mau kalah, serdadu itu pun memperagakan dirinya sama dengan serdadu yang dilihat olehnya yaitu menggosokkan badannya ke tembok. Tapi rupanya Hadrianus, mengerti tipu muslihat mereka, bukan malah dikasih budak, tetapi Hadrianus malah menyuruh  kedua orang itu untuk saling memijat satu sama lainnya.

Zaman berganti yang dulunya massage digemari para khalayak, kini merosot bahkan hilang pada abad pertengahan. Sebabnya karena ada larangan gereja yang mengharamkan orang untuk telanjang ya karena dipijat seseorang harus menananggalkan pakainnya walau tidak sampai bugil.

Oleh karena ada pelarangan, Ahli Bedah Guy de Chauliac menyarankan agar urusan pijat memijat hanya dilakukan manakala orang terkena masuk angina, lecet pada kulit, dehidrasi atau yang lainnya, jadi waktu dipijat orang itu tidak telanjang.

Dalam perkembangannya di abad ke-17, banyak terbit buku-buku soal massage  yang menganjurkan agar pijat memijat ini masuk dalam ranah pengobatan untuk berbagai macam penyakit, bahkan penyakit kelamin, raja singa!. Tiga puluh tahun kemudian, Nicolas Andry yang menciptakan orthopedics menulis tentang faedah massage untuk memperbaiki peredaran darah dan warna kulit.

Massage pun menjadi kajian ilmiah yang menarik untuk ditelilti, salah satunya adalah J Estranere yang pada abad ke-19 menerbitkan tesis doctoral mengenai massage. Selain itu yang lebih berpengaruh adalah Johann Metzger yang menyabet gelar doktornya di tahun 1868 di Universitas Leiden dan membuka prakteknya di Bonn, dimana  dia disana memberikan pelajaran tentang teknik-teknik massage kepada dokter-dokter lainnya, selain menerima pasien yang salah urat.

Seorang pasien wanita pernah datang kepadanya dalam keadaan pincang, tetapi setelah tersentuh teknik massagenya Metzger si wanita itu selang beberapa minggu  dapat berjalan kembali.

Pasien yang datang pun  bukan sembarangan, seperti Tsar Nicholas II yang di tahun 1892 pernah mengirimkan seorang utusan  pribadi dan kereta kerajaan hanya untuk menjemput sang ahli massage Metzger yang dimintanya untuk merawat ratu kerajaan. Tinggal selama empat minggu di musim dingin dengan gaji yanglumayan saat itu, tak pelak atas jasanya pula dia dianugerahkan medali kehormatan dari Tsar.

Selain itu, Metzger ini banyak sekali merawat orang-orang penting, saking banyaknya orang penting yang dirawatnya membuat sebuah koran lokal memuat gambar karikaturnya yang memperlihatkan dia bersama Otto Van Bismarck. Bismark dalam koran itu  mengatakan “Saya yakin bahwa saya mempunyai kekuasaan dalam tangan saja, tetapi saya bisa melihat bahwa anda menguasai penguasa Eropa”

Masih di abad yang sama,  ada nama seperti Henrik Ling seorang mahaguru Swedia yang mengembangkan teknik pijat yang disebut Swedish Massage atau pijat Swedia. Dia mendirikan sebuah institut di Stockholm. Disana pijat dan senam remedial menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan, dan pada tahun 1887 pijat Swedia dibawa ke Amerika oleh Dr. Mitchel. Pada tahun 1894, di lnggris didirikan sebuah organisasi bernama The Society Of Trained Masseuses (Masyarakat Pramupijat Terampil). Sampai kini terapi pijat tak hanya digunakan di salon dan spa saja tetapi juga di berbagai rumah sakit dan pusat perawatan kesehatan. (berbagai sumber)

Advertisements

2 comments on “Massage dalam lintasan sejarah

  1. ina
    27 December 2012

    boleh tanya sumbernya dari mana ya? ada buku/penulisnya? kalo boleh pgn minta cz butuh untuk tinjauan pustaka tugas akhir saya…. makasih bantuannya.

    Like

    • katakelana
      28 December 2012

      wahh mbak, tulisan itu saya susun dari majalah2 lama tahun 70-an, bukan dari buku

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 26 October 2012 by in Celotehan Kecil.
%d bloggers like this: