Siapa di dunia ini yang tidak tahu tokoh sejarah yang satu ini. Adalah Hitler, pemimpin nazi German termasyur yang didaulat sebagai salah satu biang kerok terjadinya perang dunia 2 yang meledak pada tahun 1940-an di daratan Eropa dan Asia.

Tulisan ini tidak akan membahas serpak terjang pria berkumis ala jojon dalam perang yang memakan korban jutaan orang itu, melainkan mencoba melihat sisi unik dari seoarang manusia yang bernama Hitler yang ternyata jauh dari kata sempurna. Sehebat-hebatnya manusia ciptaan Tuhan terutama Hitler bukanlah manusia yang dekat dengan sempurna.

Ketidaksempurnannya itu tanpa dinyana terletak pada bagian vital pria yang matinya cukup tragis ini. Memang tidak setragis rekan koleganya Mussolini yang mati digantung dan dipamerkan di tengah lapang atau Khadafi yang baru-baru diarak bak maling jemuran oleh para tentara oposisi, tapi cukuplah HItler mati dengan dosa besar di pundaknya.

Yup, Adolf Hitler nama lengkapnya, ternyata hanya mempunyai satu buah biji zakar, seperti yang diketahui pria umumnya mempunyai dua buah biji zakar namun Hitler ini adalah pengecualian karena biji pelirnya cuma satu. Dalam bahasa medisnya orang yang hanya mempunyai satu buah biji zakar disebut Monorchisme. lantas bagaimana pula pemimpin besar ini biji zakarnya cuma hanya satu?bawaan lahir atau karena suatu apa, usut punya usut, bola zakarnya tinggal satu lantaran pada tahun 1916, sebelum doi ini berkuasa di German pernah mengalami pertempuran hebat di Somme salah satu daerah di Prancis yang menjadi lokasi beberapa pertempuran besar pada waktu PD I. Dalam pertempuran itu Hilter mengalami luka yang cukup serius, Hal ini didasarkan pada pengakuan veteran perang yang bernama Johan Jambor pada tahun 1960an. Jambor ini adalah teman yang menolongnya waktu Hitler terluka.

Seperti yang ditulis The Sun, Jambor menjelaskan bagaimana ia menolong Hitler saat perang dunia I. Menurut catatan si Jambor, perut dan kakinya Hitler berlumuran darah, dia pun terluka di perut dan “bolanya” hilang entah kemana. Yah namanya juga hitler, malang bagi Jomber yang mengetahui sisi kelamnya, dibuat sengsara lah dia sewaktu Hitler telah berkuasa penuh di German.

Hitler jelas menyangkal berbiji satu, tapi publik penentang Hitler terutama mereka yang berada di Inggris justru senang dan bergembira mendengar hal ini, lantas dibuatkan lah sebuah lagu ejekan yang berjudul “Hitler has Only Got One Ball” atau “Hitler Hanya Punya Satu Buah Pelir”. Lagu ini pun sangat populer selama era Perang Dunia I di Inggris.

Selain dari pengakuan Jambor, bukti bahwa Hitler hanya punya satu buah zakar juga didasarkan pada laporan otopsi kepada dua jenazah pria dan wanita di bunker yang diduga sebagai tempat Hitler menyabung nyawanya sendiri. Dari kesimpulan laporan itu berikut dengan susunan giginya, dijelaskan mayat pria yang telah rusak dan gosong yang tingginya 165 cm dan yang berumur sekitar 50-60 tahunan itu hanya memiliki sebelah biji kemaluan.

Hal ini membenarkan desas desus yang beredar di tentara sekutu bahwa Hitler hanya mempunyai satu buah biji. Hitler sebelum tentara-tentara soviet mengobrak-abrik bunkernya di Berlin, memang memutuskan untuk mengakhiri nyawanya dengan minum racun, lantas kemudian menyuruh bawahannya untuk menembakkan dan membakar dirinya beserta gundik kesayangannya, Eva Braun. Hitler muda selain kehilangan bijinya hilang karena kena bom waktu perang, juga pernah diserang oleh raja singa atau sipilis. Hal ini berdasarkan atas pengakuan orang kepercayaan Hitler sendiri yaitu Himler.

Sejak masa mudanya dulu Adolf Hitler pernah menderita penyakit sipilis yang rada gawat. Hal tersebut diungkapkan Himmler pada dokter pribadinya Prof Kersten. Akan halnya Prof Hans Karl Von Haselbach salah seoarang dokter pribadi Hitler, juga pernah memberi kesaksian bahwa Hitler selalu menolak dengan keras jika akan dilakukan pemeriksaan pada anggota kelaminnya. Mungkin karena takut ketahuan ada sipilisnya, mungkin juga karena Hitler takut ketahuan ama si dokter bahwa dia mempunyai kelainan pada alat vitalnya. Hitler ohhh Hitler walaupun bijinya cuma satu, namun ia masih dapat berhubungan badaniah secara normal dan mampu merubah sejarah di dunia. (berbagai sumber)