Catatan Kata Kelana

Evolusi Pakaian Renang

Bikini beach scene, 1965.

Melihat lekuk indah tubuh seorang wanita dengan berbalut pakaian renang di pantai tentu banyak dari libido pria rata-rata agak bangkit karenanya. Tapi terlepas dari seksinya dia berpakaian, terbesit dalam pikiran soal pakaian renang yang dikenakannya, apakah dari dulu pakaian orang berenang persis sama yang digunakannya atau kah model yang dipakainya itu merupakan buah dari evolusi panjang dari sebuah pakaian renang.

Pakaian renang muncul seiring orang mulai suka berenang di lautan itu pasti, menurut Gerda Klink Hamer yang telah mempelajari sejarah perkembangan mode-mode pakaian renang menyatakan baru sekitar kurang lebih dua ratus tahun yang lalu saja pakain renang itu ada, karena sebelumnya kebiasaan berenang di laut belum ada apalagi pakaian renangnya.

Berenang di tempat umum dianggap tidak layak atau sopan. Selain itu waktu itu belum diketahui akan manfaat berenang di laut yang sebenarnya besar manfaatnya untuk kesehatan badan, disamping menyenangkan pula untuk dilakukan oleh segala macam range usia.

Namun di Perancis dan Inggris misalnya, kebiasaan berenang di laut sudah populer sejak sebelum meletusnya revolusi tahun 1789. Dan bersamaan dengan timbulnya kebiasaan atau berenang di laut, maka timbul pula sekolah berenang dan terus meningkat lagi hingga kemudian menjadi salah satu cabang dalam olahraga.

Kalangan Ningrat sendiri masuk dalam pelopor dalam kebiasaan mandi atau berenang-renang di laut dan seorang raja Louise Phillipe dan saudara-saudaranya secara teratur membiasakan diri bertamasya ke pantai. Renang dengan pakaian yang minim memang masih tabu sekali saat itu, terutama untuk kaum wanitanya walaupun mereka sendiri ingin juga merasakan kesegaran air lautan.

Tapi sejalan dengan timbulnya kebiasan berenang-renang di laut, timbul pula kebutuhan akan pakaian yang cocok dikenakan dikala mereka asik berenang di laut. Namun salah satu masalah yang timbul adalah pertentangan pendapat soal mode pakaian renangnya. Disatu pihak orang sangat membutuhkan pakaian yang serasi untuk berenang di tempat umum, yang dengan sendirinya mesti praktis dan tidak menganggu yang lainnya.

Tapi di pihak yang lain pada masa 200 tahunan silam orang masih sangat kuat memegang norma yang disebut kesopanan apalagi untuk kaum wanitanya. Karena rupanya ada masa-masa itu sudah timbul cara-cara berenang yang dianggap tidak sopan, maka di Den Haag tahun 1845 pernah dikeluarkan peraturan yang melarang bagi siapapun yang berenang di tempat umum dengan tanpa pakaian renang dan yang melanggarnya akan dikenakan denda.

Ketertiban di pantai pun diperkeras dengan memisahkan antara pria dan wanita. dan biasanya, di tempat renang itu dipasang sebuah lonceng yang bila berbunyi merupakan tanda bagi para wanita untuk berganti pakaian. Pakaian renang model bikini belum lah dikenal pada masa itu, tapi menurut gambar mozaik di Sisilia, pada abad ke 4 pernah muncul model pakaian renang ala bikini, walaupun masih diragukan kebenarannya karena kebiasan berenang-renang di laut belumlah lazim di zaman itu.

Pakaian Renang Diperkenalkan

Nah, pakaian renang yang kali pertama dikenal orang ialah yang modelnya mirip piyama, memang agak aneh kok mirip piyama bukankah piyama ini lebih cocok digunakan untuk tidur bukan untuk berenang. Bentuk Lengannya panjang dan ada pula yang pendek hanya celananya yang mutlak panjang serta menutupi seluruh kaki, pertimbangannnya tentu adalah faktor kesopanan agar bagian-bagian tubuh yang vital serta merangsang tidak terlihat oleh mata.

Begitu kuatnya penjagaan terhadap kesopanan pakaian, maka wanita-wanita yang berenang mesti mengenakan juga korset-korset khusus dan yang boleh terbuka hanyalah wajahnya saja sedangkan kepalanya tertutup oleh topi.

Pada Tahun 1805, pernah lahir mode pakaian renang yang mendapat inspirasi dari pakaian pelaut. Wanitanya juga memakai pakaian model matroos dengan krahnya sekalian, sedangkan prianya memakai pakaian bergaris seperti pakaian bergaris layaknya para pelaut.

Menjelang abad ke 20, aktivitas berenang di laut makin digemari dan model pakaian renang pun ikut pula berubah, terutama di bagian kakinya yang agak lebih tinggi sampai ke lutut sehingga kaki menjadi lebih leluasa untuk bergerak. Selain itu pakaian tidak lagi berlengan dan dada serta punggung agak terbuka, dan hanya topi yang masih melekat.

Pakaian renang wanita hanya boleh dibut dari kain flanel atau wool dan harus mencapai leher yang populer ketika itu adalahlah corak garis-garis biru putih atau putih merah. Biasanya yang paling berani mempelopori pakaian baru adalah para artis-artis, tak terkecuali pakaian renang.

Para artis terkadang sangat berani dalam menentang reaksi masyarakat dengan mengenakan pakaian renang yang sedikit terbuka, seperti celana diatas lutut dan mereka pun tidak ambil pusing terhadap reaksi-reaksi yang menenatng, sampai akhirnya reaksi itu padam dengan sendirinya.

Namun tidak hanya artis juga yang ditentang, kepala negara Ebert dan menteri pertahanannya pada bulan agustus 1919 berenang di pantai Ostsee dengan pakaian yang cukup berani. Tak pelak, menyebabkan timbulnya kehebohan di rakyat Jerman. Publik memprotes karena buah dada mereka bukannya bergantungan bintang-bintang kehormatan dan tanda jasa malah bulu dada.

Setelah perang dunia pertama, Amerika menciptakan swimtricot sedangkan Monsiuer Louis Reard dari Prancis di tahun 1925 menciptakan pakaian renang yang pada bagian kaki panjangnya hanya 10 cm dan di tahun 1928 ia memperkenalkan bahan baru Lastex. Dan baru pada tahun 1936 mulailah dipergunakan bahan wool plastron dalam dua warna.

Lahirnya Bikini

Perang dunia ke-II yang memiliki sifat destruktif baik terhadap harta benda maupun jiwa manusia sendiri, ternyata di sisi lain memegang peranan dalam turut menciptakan mode-mode pakaian renang yang lebih merangsang. Gerakan emansipasi wanita dengan sendirinya juga turut ambil bagian hinga para wanita lebih berani menampilkan paian renang yang lain daripada yang lain. Salah satu yang mencolok adalah pakain renang model bikini.

Adalah Louise Reard yang di tahun 1946 memperkenalkan pakaian renang bikini yang menghebohkan. Gadis yang pertama kali mengenakan bikini adalah Micheline Bernardi yang fotonya terpanpang di majalah Mode Prancis, Molitor. Selama 20 tahun tidak ada perkembangan yang berarti, nah di lima tahun kemudian muncul seorang perancang mode terkenal asal Amerika yang bernama Rudi Gernreich yang menciptakan model bikini toppless.

Reaksi publik pun berdatangan, Eva Gabrot berkata sengat matahari membuat dadaku sakit, dan terdengar pula protes dari ibu rumah tangga dari Ingris yang mengatakan Topless sangat menjijikkan. Tetapi Rudi tidak putus asa, ia pun kemudian mencoba cara baru dengan pakaian renang ala under no nothing, demikian semboyannya. Namanya Tonga, dari muka tampak rapat, sedangkan bagian punggung terbuka.

Di tahun 1970-an, mode pakaian renang pun menjadi lebih ringan dan berani, namanya Tangga yang terdiri atas segitiga di bagian bawah dan dua buah segitiga kecil di sebelah atas, sedikit berbeda dengan Tonga. (berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 25 October 2012 by in Celotehan Kecil.
%d bloggers like this: