Gokil, bagaimana tidak tewasnya penyanyi K pop Han Chae Won baru-baru ini menambah panjang deretan nama artis/penyanyi korea yang nekad meregang nyawa dengan tangannya sendiri karena depresi.

Seperti sudah menjadi gaya hidup tersendiri bagi para penyanyi asal korea, mereka berbondong-bondong untuk bunuh diri, sekarang Han Chae Won mungkin besok-besoknya lagi akan jatuh nama-nama baru. Tapi melihat sebab kematiannya, lantas kita pun berpikir apakah Industri musik disana bener-benar memang kejam sampai-sampai membuat mereka yang berada dalam lingkarannya harus merelakan nyawanya sendiri.

Han Chae Won tewas gantung diri di apartemennya di bilangan Yeonhui-dong di Seoul Korea, lantaran mengalami depresi berat karena tak kuat menjalani persaingan di industri hiburan Korea. Aktris yang melakukan debut akting pertamanya di tahun 2002 dengan drama KBS, Solitude, dan berpartisipasi dalam sitkom MBC, Non-Stop 3 pada 2003 menjadi seorang depresan akut karena industri musik dari tahun 2007.

Memang ada upaya memperbaiki diri dan sempat menjalani pemeriksaan psikologis dan terapi, namun sayang semua itu butuh ongkos dan biayanya tak semurah yang dibayangkan, bahkan ia pun sempat mengubah namanya untuk sebuah keberuntungan finalsial. Tak kuat bayar dan merasa ditipu oleh banyak orang, tak pelak sakratul maut pun menghampiri penyanyi yang memulai debutnya sebagai penyanyi tahun lalu dengan lagu MA! BOY

Jelas Chae Won bukanlah selebritas Korea pertama yang memutuskan untuk harakiri seperti tentara Jepang yang patah semangat di PD II dulu. Tercatat di tahun ini saja, beberapa artis Korea yang melakukan aksi bunuh diri di antaranya, Song Ji Seon dan mantan personel SG Wannabe, Chae Dong Ha. Setali tiga keping dengan kematian Han chae won, Chae Dong ha disinyalir tewas juga karena depresi.

Ada lagi penyanyi Jung Da Bin , tanggal 10 Februari 2007 menjadi hari terakhirnya di dunia. Lagi-lagi sama penyebabnya yaitu depresi, di blognya sendiri ia mengatakan dirinya saat itu sedang dilanda depresi berat. Sebulan sebelumnya masih di tahun yang sama, dunia panggung hiburan Korea harus kehilangan artis kebanggaannya.

Adalah UNee yang tewas karena menderita lantaran popularitas yang diraihnya serta masalah pribadi lainnya yang menimpa kehidupan artis tersebut. Sang bunda berkata anaknya menderita depresi berat. Nah Gara-gara itu U;Nee pun sempat tenggelam dalam obat-obatan. Selain itu ada pula kematian artis Woo Seung Yoon yang sangat mengejutkan, penyanyi dan aktris berusia 24 tahun itu tewas bunuh diri ditemukan gantung diri di atas lemari rumahnya di pagi hari 27 April 2009 dengan kondisi yang mengenaskan. Salah satu anggota keluarganya mengatakan Woo Seung Yoon baru saja selesai menjalani perawatan di rumah sakit karena depresinya itu. Tetapi, dia tak sanggup menghadapi kesedihan dan membuat keputusan yang sangat ekstrem.

Belum lagi artis Lee Eun Joo, tanggal 22 Februari 2005 silam ditemukan tewas karena depresi dan mental disorder yang dialaminya. selain itu, penyakit artis itu adalah imsomnia gara-gara melakukan adegan bugil di ‘The Scarlet Letter’, lengkap lah sudah beban dipundaknya. Yang lebih mengenaskan, artis yang menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 24 tahun ini melakukan aksinya setelah beberapa hari dirinya lulus dari Universitas Dankook, tragis!

Melihat semuanya ini apakah industrinya sendiri patut atau mau disalahkan karena membuatorang depresi, ataukah ini kembalikan kepada individunya masing-masing atau memang ini sudah menjadi gaya hidup “yang dipaksakan” untuk mendarah daging disana, mereka yang tak kuat bertahan memilih jalan pintas menuju surga sebagai solusi final untuk melepas beban, bagaimana dengan agamanya, jelas pandangan itu berbeda dengan kepercayaan mayoritas republik ini, entahlah. Namun menyoal sedikit Kpop itu sendiri, siapa sekarang yang tidak tahu K pop dan memang tak dipungkiri genre yang satu ini telah menjadi fenomena baru dalam scene musik Internasional yang menyeruak hingga seantero belahan dunia dunia, dari Korea, Amerika, London, tak terkecuali Indonesia.

Menilik sejarah musik memang lumayan panjang, sepanjang jalan kenangan mungkin karena benih musik Kpop tercipta berpuluh-puluh tahun yang lampau. Hal ini dibenarkan oleh Denny Sakrie pengamat musik yang mengatakan tahun 1993 sudah ada kelompok musik namanya Seo Tai-ji & Boys yang merupakan titik balik untuk musik populer di Korea Selatan dan mereka adalah salah satu pelopornya. “Dalam perkembangnnya di tahun 1990-an sudah banyak bermunculan Kelompok-kelompok seperti sebagai Fin.KL, dewa, HOT, Sechs Kies, SES, dan Shinhwa.

“Genre musiknya pun bermacam-macam dari jenis rock, dance, pop, electronic, rap dan yang lainnya, ya tidak musik pop saja dan tidak juga melulu boyband karena banyak juga artis-artis solonya dan band beraliran pop rock ” kata Denny. Dan salah satu keistimewaan dari K pop sendiri, menurutnya, mereka mencoba menyerap berbagai macam warna musik yang popular di Amerika dan Inggris, tapi kemudian mereka menampilkannya dengan gaya mereka sendiri yang cenderung energik untuk boyband dan girlbandnya. “Dan orang tertarik pertama kali melihatnya karena untuk boybandnya, mereka menggunakan koreografi, terus wajahnya rata-rata cakep-cakep semuanya, tidak ada yang jelek, dan cantik pula untuk girlbandnya. ” sambungnya.

Lebih lanjut, Denny berkata masuk di tahun 2000-an tambah berkembang lagi music K pop, artis seperti MC Mong, 1TYM Jinusean, dan Epic High yang sukses, ada juga seniman bawah tanah namanya Drunken Tiger, Tasha (Yoon Mi Rae) juga membantu hip-hop menjadi mainstream, ada juga girlband yang anggotanya sampai 12 orang.

Melihat maraknya para girlsband/ boys atau penyanyi solo yang bermunculan ,apakah mereka tercipta secara instan yang ujug-ujugnya langsung ada dan booming seperti yang diperkirakan oleh banyak kalangan, Denny mengatakan ketidaksetujuannya, karena ia lebih cenderung menganggap instanisasi atau ksekedar ada bukanlah faktor juga karena mereka para artis-artisnya digodok benar-benar dan diiberi banyak pembekalan. “Mereka disana lahir dari manajemen-manajemen, dari manajemen itu dipilihlah mereka yang bertalenta untuk dibentuk sebuah boyband atau girlband. “Dibilang instan jadinya tidak juga karena ini seperti menciptakan sebuah produk untuk sengaja dijual ke pasaran baik buruknya peluang di pasar mereka pertimbangankan benar-benar. Mereka juga sangat memperhatikan detil penyusunan reportoire lagu, pemilihan personil, hingga pemilihan fashion” tutur Denny. (berbagai sumber)