Catatan Kata Kelana

Penemuan Spesies Biota Laut Dalam

Tak dipungkiri lagi ternyata lautan Indonesia ini menyimpan sejuta misteri di bawah perairannya. Pasalnya, kapal riset milik Indonesia Baruna Jaya IV dan Okeanus Explorer menemukan beberapa spesies biota laut di perairan laut dalam Kepulauan Sangihe-Talaud, Sulawesi Utara di tahun 2010 kemarin.

Spesies biota laut itu ditemukan di kedalaman 300 meter hingga 1.000 meter di bawah permukaan laut, spesies biota laut yang diambil dengan menggunakan “trawl” tersebut kebanyakan adalah jenis ikan dan koral. “Untuk berapa banyak persis yang ditemukan dan nama dari masing-masing species yang ditemukan tersebut masih dalam kajian lebih lanjut” ungkap DR. Sugiarta (Kepala Tim Riset INDEX-Satal 2010) kepada penulis di BRKP (balai Riset Kelautan dan perikanan) beberapa waktu silam.

Beberapa biota laut yang diangkat tersebut kemudian dijadikan sampel untuk kemudian diteliti. Penemuan biota laut unik yang ditemukan di antaranya adalah berjenis koral yang dapat hidup tanpa sinar matahari. Koral yang banyak dikenal selama ini adalah koral yang memperoleh atau hidup dengan cara fotosintesa dalam memperoleh makan untuk hidupnya, selain itu juga ditemukan octocoral ungu yang berasosiasi dengan binatang ular laut pada kedalaman 300 m yang di sekitarnya terdapat karang spesifik laut dalam, Sotong laut dalam pada kedalaman 561 m, Gurita laut dalam pada kealaman 1527 m, dan sebagainya.

Penemuan spesies biota laut tersebut merupakan eksplorasi tandem dalam rangka memajukan ilmiah kelautan, teknologi dan pendidikan di laut dalam di Kepulauan Sangihe-Talaud dalam misi kegiatan INDEX-SATAL 2010 (Indonesia-US Expedition Sangihe-Talaud 2010). Eksplorasi duo antara kapal riset Amerika Okeanos Explorer dan Baruna Jaya IV ini memakan waktu selama dua bulan sejak 24 Juni hingga 7 Agustus 2010.

Eksplorasi ini menghasilkan pemetaan sekaligus observasi kelautan dan telah dihasilkan data secara komprehensif dari berbagai kedalaman yang dilakukan olehkedua kapal itu . “Okeanos Explorer meneliti pada kedalaman lebih dari 2.000 meter, sedangkan Baruna Jaya IV pada kedalaman sampai dengan 2.000 meter,”kata Sugiarta.

Selain itu, riset ini mencakup juga beberapa aspek penelitian dan pemanfaatan teknologi dalam bidang biologi, kelautan, geologi, oseanografi, teknologi eksplorasi laut dalam, dan teknologi informasi kelautan. Dan beberapa hasil riset sementara dari ekspedisi ini diantaranya adalah pemetaan biota, pemetaan fenomena geologi di daerah survey, penemuan basin, trench baru , gunung bawah laut baru (seamounts) sebagai gambaran topografi bawah laut dari hasil-hasil pemetaan batimetri dengan menggunakan teknologi multibeam echo-sounder.

Berkat Little Hercules semua kehidupan itu terekam secara langsung. Little Hercules ini sendiri adalah sebuah robot bawah laut atau remotely operated vehicle (ROV) milik kapal riset Okeanos Explorer. Para peneliti di atas kapal milik National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengendalikan robot itu. “NOAA itu seperti NASA-nya Amerika perbedaanya apabila NASA lingkup bidangnya itu Antariksa, maka NOAA itu lingkupnya di lautan” ungkap DR. Sugiarta (Kepala Tim Riset INDEX-Satal 2010) yang juga mengatakan Eksplorasi dunia bawah laut di indonesia masih terbilang cukup jarang dilakukan dan moment seperti ini adalah kesempatan yang besar untuk mengeskplorasi dunia bawah laut Indonesia

“Dikala manusia biasa dengan keterbatasannya dalam menyelam hanya bisa mencapai kedalaman puluhan meter saja, teknologi ROV seperti ini mutlak diperlukan untuk mengetahui rahasia yang tersembunyi di bawah laut yang mencapai kedalaman ribuan meter” katanya.

ROV ini merupakan robot bawah laut yang mampu menyelam hingga kedalaman 5000 meter. Dilengkapi dengan kamera kualitas HD untuk menampilkan gambar-gambar yang cukup jelas dan tajam, sebagian dilengkapi dengan lengan (arm) untuk pengambilan sample, camera standar direction untuk fungsi navigasi dan beberapa lampu sorot penerangan. ROV ini dikendalikan oleh para pilot dan co-pilot dari atas kapal penghubungnya dengan menggunakan kabel fiber optic, diambahkan satu orang sebagai video enginer dan cameramen film yang selalu mengambil sudut gambar.

Walaupun ekspedisi ini merupakan kerja koloboratif antara beberapa instansi pemerintah dengan NOAA Amerika, Sugiarta menambahkan pihak dari NOAA dengan kapalnya Okeanos tidak mengambil samplenya akan tetapi lebih kepada pengambilan image dan foto yang ada di bawah laut sana.(berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24 October 2012 by in science.
%d bloggers like this: