Berbicara soal klub sepakbola tua, masing-masing kota besar di Indonesia pastilah mempunyai klub sepakbolanya masing-masing. Jakarta atau batavia sendiri dulu sudah ada sebuah klub sepakbola yang mungkin bisa dibilang yang pertama sekaligus yang tertua. Pasalnya ini klub berdiri masih di zaman ketika kaum kolonialis belanda masih bersemayam disini, dan di awal abad 19 pula. Ya, tepatnya tanggal 28 September 1893, jadi sekitar 118 tahun yang lalu berdiri sebuah klub sepakbola yang menamakan dirinya sebagai Rood Wite.

Nama Rood Wit sendiri berarti merah dan putih, entah juga apakah mereka yang bermain mengenakan seragam merah dan putih, tapi yang pasti menurut catatan sejarah yang ada klub ini didirikan oleh 30 orang Belanda dan dipimpin oleh JD de Reimer.Untuk menjadi sebuah badan hukum, Klub ini mengajukan permohonnan yang ditujukan kepada Gubernur Jenderal. Dengan surat pengantar Departemen Van Justitie (Kehakiman) No.2 tanggal 5 April permohonan dilanjutkan kepada Gouvernements secretaris (sekretaris kabinet)yang kemudian melanjutkan lagi kepada Raad van Naderlandsch Indie (Dewan Hindia Belanda) untuk memperoleh advies (nasihat).

Dewan ini, dengan hasil sidangnya pada tanggal 4 mei 1894 menyetujui permohonan dan minta agar surat keputusan badan hukum bagi Rood Wite diluluskan. Klub ini sebenarnya bukan hanya untuk sepakbola tok, tetapi juga ada olahraga kriketnya sehingga namanya pun menjadi Bataviascehe Criket en Voetbal Club.

Selain di Jakarta, selang beberapa tahun kemudian di kota pahlawan juga hadir sebuah klub sepakbola yang diprakarsai oleh seorang siswa HBS yang bernama John Edgar pada tahun 1895. Dia mendirikan klub sepakbolanya dengan nama Victoria. Secara berturut-turur akhirnya klub-klub banyak tumbuh di kota besar terutama jakarta, bandung, Semarang, dan Surabaya. tumbuhnya klub-klub itu pada awalnya merupakan milik pemerintah Hindia Belanda, keempat perkumpulan itu tersebut adalah, WJVB (westJava Voetbal Bond, SVB (Soerabajasche Bond), BVB ( Bandoeng Voetbal BOnd), dan Semarang Voetbal Bond.

Walaupun perkembangan kota batavia dulu rada majuan dibanding surabaya, tapi keberadaan bond di batavia masih belum sepesat di Surabaya , tercatat tahun 1890 ada perkumpulan bola yang enamakan dirinya Sparta, SIOD (Scoren Is Ons Doel), Rapiditas, ECA, THOR (Tot Heil Onzer Ribben), HBS (Houd Braef Standt) dan Exelcior. Bond-bond itu juga eksis dalam menyelenggarakan pertandingan secara internal dan itu menandakan pula telah terjadi persaingan untuk menjadi yang terbaik, walaupun di kota lain juga telah tumbuh bond-bond tapi belum rutin mengadakan kompetisi layaknya bond di Surabaya.

Tumbuhnya bond-bond itu memang diawali oleh pemuda-pemuda Belanda, namun akhirnya memberikan rangsangan bagi kaum Tionghoa dan pribumi untuk mendirikan klub sepakbolanya sendiri. Nah, karena rangsangan itulah ada klub sepakbola yang pertama yang didirikan oleh orang pribumi di kota Surabaya, adalah perkumpulan Patjarkeling yang pendirinya Haji Muhammad Zen. Perkumpulan ini didirikan awal abad ke 20, tepatnya tahun 1902 dan sempat berkibar hingga tahun 1922. Selain itu juga ada klub pribumi yang menamakan dirinya sebagai Romeo yang didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono X pada tahun 1908 (berbagai sumber)