Siapa yang tidak mengenal serial kartun yang lucu ini, ya Spongebob Squrepants, terlepas dari kontroversi Spongebob itu homo atau tidak karena pernah beradegan ciuman mulut dengan teman setianya Patrick, tapi dalam salah satu seri Spongebob Squrepants yang tayang di TV setiap sorenya ini cukup menggelitik juga. Apa pasal? Makhluk busa berwarna kuning ini menjadi seorang wartawan dan bukan sebagai pembuat burger seperti yang biasanya dia lakukan di restorannya Mr Crap si kepiting.

Bagaimana dia bisa menjadi seoarang pewarta berita harian? Mungkin pertanyaan itu yang ada di benak kita sekarang, bukan tanpa sebab pula ia meninggalkan profesi tercintanya sebagai pembuat burger Mr Crap, alih-alih Mr crap sang bosnya ini ingin mengembangkan bisnisnya, mungkin ejenuh ataukah ada jiwa oppurtunis dalam mendulang untung, dia pun mencoba seperti Harry Tanoe yang terjun dalam dunia bisnis media.

Lantas ia pun merekrut sponge bob sebagai wartawan bagi Koran lokalnya, sudah tentu beritanya menurut versi mr crapnya sendiri selaku pemegang saham perusahaan sekaligus pemred yang memegang kendali atas beritanya itu layak atau tidak dan sponge bob hanya bisa menuruti kemauannya.

Singkat cerita, kemudian spongebob pun bergegas untuk mencari berita di kotanya. Lucunya spongebob dan mungkin dia harus ditatar dulu dalam kelas jurnalisti, karena berita yang dibuatnaya pun bukan peritiwa perampokan yang dia lihat sambil lalu atau adanya mahluk aneh yang persis di depan matanya, melainkan teman bermainnya yang kebetulan ada di dekat dirinya. Ya Patrick yang diam berdiri dengan sibuknya melihat sebuah tiang listrik di pinggir jalan. Pikir Patrick mungkin kenapa ya tiang listrik ini tidak bergerak dan dia pun berkomitmen tidak akan angkat kaki sebelum tiang listrik itu bergerak. Lantas Spongebob pun merasa yakin dengan berita Patrick dengan tiang listriknya, maka ditulislah itu beritanya.Koran telah tercetak dengan berita Patrick dengan tiang listriknya.

Di toko mr crap Koran itu dijual, namun gayung tidak bersambut tidak ada satupun penduduk yang membeli. Tak terjual berarti tak ada dollar yang masuk, mr crap pun kebakaran jenggot dan menegur keras si wartawannya ini. Diberilah sponegbob itu ceramah, carilah berita yang unik, menjual sensasi walupun harus merugikan orang lain asalkan Koran terjual itu terlepas dari berita itu benar atau sekedar gossip rekaan, bukan berita Patrick konyol yang serius mengamati tiang listrik dengan seksama kenapa tidak bergerak.

Spongebob mencoba mengerti maksudnya, dia pun mencari berita lagi, kini dia mencari berita yang diajurkan oleh Mr crap. Berita yang menjual, derita orang lain yang menjadi objek beritanya itu diutamakan. Alhasil Koran dengan berita seperti itu laris manis di pasaran lokal, Mr crap pun sumringah, kejar berita seperti ini lagi spongebob kata Mr crap. Tetapi lama-kelaman spongebob pun berpikir, banyak mereka yang tersakiti oleh berita yang dibuat olehnya, khususnya teman-teman bermainnya. Menari diatas derita orang lain adalah rindakan yang tidak terpuji, spongebob mungkin mengerti tapi tidak bagi Mr crap yang matanya selalu hijau disaat dia melihat tumpukan dollar, justru berita yang seperti yang layak dijual pikir Mr crap,persetan dengan oranglain yang merasa dirugikan.

Nah, spongebob pun akhirnya mendeklarasikan bahwa dirinya tidak akan membuat berita yang diajurkan Mr crap kepadanya karena itu sangat menganggu jiwa kemanusiannya berikut hati nuraninya. Ditinggalkan profesi ini oleh spongebob? Ternyata tidak, spongebob masih membuat berita tapi kini isi beritanya berbeda, dia menulis soal kegilaan dalam bisnis media yang dijalankan oleh Mr Crap.

Koran lagi-lagi tercetak dengan materi berita yang lain, alhasil korannya pun dituntut oleh mereka yang dirugikan dan tak laku karena sponegebob menceritakan dalam korannya itu. Mr crap tidak bisa berbuat apa-apa, dan mungkin saking opurtunisnya mesin cetaknya tidak didiamkan begitu saja, dollar pun dicetaknya sendiri oleh Mr crap. Apa boleh dikata terkadang hati nuarani memang bekerja dalam profesi ini dan spongebob membuktikannya, hahahahahahahhahah.