Namanya juga trend pasti akan berulang, seperti ungkapan sejarah pasti akan berulang, lagu religius terbungkus irama pop atau yang lainnya pun marak ketika bulan ramadhan datang.Bulan suci ini memberikan berkah tersendiri bagi mereka yang menjalankannya, termasuk juga bagi para musisi Indonesia. Banyak para musisi Indonesia berbondong-bondong menciptakan album bernafaskan religi tepat ketika bulan ramadhan tiba. Tampaknya produser rekaman menyambut positif karena pansa pasarnya cukup menggiurkan.

Gejala musiman seperti ini dalam dunia rekaman Indonesia sudah mencuat pada akhir dekade 1960-an, terutama setelah kehadiran Rofiqoh Darto Wahab. Penyanyi lagu qasidah ini cukup dikenal dengan lagu Hawawi Ya Mis Mis (1969). Bahkan sejumlah album lainnya yang dirilis kemudian sempat menjadi panutan bagi grup-grup qasidah di berbagai di berbagai daerah. Lalu ada kelompok qasidah wanita yang bermain dengan setumpuk instrumen band bernama Nasyidah Ria, yang antara lain memopulerkan lagu Perdamaian, lagu yang kemudian dibawakan dalam versi rock oleh kelompok Gigi.

Artis lainnya yang mencoba berqasidah modern, antara lain penyanyi Fenty Effendy serta Djamain Sisters yang didukung Rien Djamain. Lagu-lagu religius model Rofiqoh yang digarap lebih modern pada awal decade 1970-an tampak semakin semarak. Kelompok musik pop seperti Koes Plus, D’Lloyd, Favorite Group yang sebelumnya menyanyiakan lagu-lagu pop ternyata ikut membuat tembang religi untuk satu atau dua album.

Tak ketingalan demam musik seperti ini juga melanda grup musik rock AKA dari Surabaya, tahun 1973 mencetak album qasidah modern bernada rock diantaranya lewat lagu bersyukurlah, insyaallah, dan amal ibadah. Namun yang paling bombastis dengan musik-musik religiusnya adalah grup musik dangdut yang dikomandoi oleh Sang Haji Rhoma Irama dengan Soneta grupnya. Kemudian pada jalur pop dikuasai oleh kelompok yang menyanyikan Melati dari Jayagiri dari Bimbo. Salah satu fenomena yang tertoreh dari Bimbo adalah bergaungnya repertoar religius Bimbo di sepanjang bulan suci ramadhan.

Bimbo menampilkan musik religius dengan lirik yang diangkat dari karya penyair Taufik Ismail, antara lain ada Anak Bertanya Pada Bapaknya yang mempertanyakan tentang makna puasa. Musikolog Franki Raden menyebutkan salah satu hal yang menarik dari Bimbo adalah dalam mentransformasikan nilai-nilai religius melalui musik Pop.

Lagu-lagu religius terus datang silih berganti demikian pula dengan para musisi serta sejumlah pendukungnya. Pada dekade 1990-an beberapa musisi yang biasa membawakan musik pop, seperti Dwiki Darwaman, dengan didukung oleh Tri Utami, Novia Kolopaking, Neno Warisman, Puput Novel, Inka Christie, dan penyair muda Agus arya Dipayana menyuguhkan album lagu religius, yaitu dengan Menyebut Nama Allah
Saat ini keragaman musik religius sangat terasa. Ada yang menyelusupkan pengaruh musik R&B (rhythm and blues), seperti yang dilakukan oleh kelompok Shaka hingga Nawaitu Project. Kelompok Gigi bahkan seolah meneruskan apa yang pernah dilakukan oleh kelompok rock, AKA, pada tahun 1975, memasukkan anasir musik rock yang dinamis dan sarat gegap gempita.

Debby Nasution dari Gank Pegangsaan dalam album solo religiusnya malah memasukkan repertoar klasik milik Johann Sebastian Bach. Ada pula yang membaurkannya dalam musik jazz, seperti album Sound of Beliefe. Gito Rollies mendaur ulang dua hit dari The Rollies yakni Hari Hari dan Kau yang Kusayang, tetapi dengan lirik yang telah mengalami perubahan, dari tema hedonistic materialistic menjadi kontemplasi religi.

Berlanjut pada pada dekade 2000-an, banyak grup musik mengeluarkan album religi pada bulan ramadhan. Seperti kewajiban shalat lima waktu yang harus dijalani, band Ungu pun demikin adanya dan mengeluarkan album religi setiap bulan ramadhan datang. Untuk yang keempat kalinya band yang dihuni oleh vokalis Sigit Purnomo alias Pasha (vokal), Makki (bas), Franco Medjaya Kusuma yang akrab dipanggil Enda (Gitar), Arlonsy Miraldi dengan panggilan Onci dan Rowman (dram mengeluarkan album religi berjudul Maha besar. Namun dalam album ini mereka memberikan nuansa yang berbeda dengan membalut lagu-lagunya dengan nuansa rock.

Begitu juga dengan Gigi yang getol memproduksi album religi ,armand maulana CS telah mengeluarkan empat album religi. Berbeda dengan ketiga album religinya terdahulu, maka Album religi ke empat Gigi yang bertajuk Jalan Kebenaran, Gigi membawakan lagu religi ciptaan mereka sendiri.Band wali yang boomingl dengan lagu Cari Jodohnya pun ini juga tidak mau ketingalan moment ramadhan dengan meluncurkan album mini religi bertajuk Ingat Shalawat dengan lagu andalaniya “Mari Shalawat”

Sama dengan Wali, Band republik, band pendatang baru dalam kancah musik negeri ini beraliran pop rock di balik topeng yang menutupi wajahnya mengeluarkan juga album kompilasi berjudul Dosa. Album ini khusus dipersembahkan pada bulan ramadhan. Band Merpati meluncurkan album kedua berjudul Taubat. Lagu religi ini dilabeli oleh Nagaswara dan nuansa pop romantik ayang dibalut dengan irama melayu masih melekat di album ini.

Tak ketingagalan dalam ramadhan 2011 kali ini, SHE band yang seluruh personilnya adalah kaum hawa juga menguluarkan single religi bertajuk Shalat. Menurut vokalisnya penggarapan lagu religi ini merupakan momen yang luar biasa karena pertama kalinya bagi SHE. Lagu tersebut memberikan nilai positif bagi pendengarnya bahwa sholat merupakan hal yang sangat penting dan wajib dilakukan oleh para umat islam di dunia khususnya Indonesia sebagai negara pemeluk islam terbanyak di dunia.

Akan halnya penyanyi Indah Dewi Pertiwi yang juga tak mau membuang kesempatan dalam bulan suci ini, dan menggarap single religi bertajuk Amalmu Adalah Ibadahmu hasil garapan Enda “Ungu”. Dan masih banyak lagi, dari Wali – Abatasa Ungu feat. Rossa – Ku Pinang Kau Dengan Bismillah, Ashanty feat Aurel – Salam Ya Ramadhan, Radja Cilik feat. Moldy – Ibadah, Merpati – Jalan Terang MuWali – Status Hamba, Seurieus – Sujudku, Lyla – Bersyukur, Sulis – Dzikir, Anak Chelia – Puji Syukur, Sembilan Band – TobatThe Titans – Jalan Lurus, Opick – Maha PenyayangOpick – Rumput BertasbihMaher Zain – Sepanjang HidupWonder Boys – Ayo Sholat Ayo Taubat, Maher Zain feat. Fadly Padi – Insya Allah, Teuku Wisnu Ft Shireen Sungkar – Allahu Akbar, Putih – Pasrah Pada Mu, sampai Yangseku – Ya Tuhanku. Sepertinya memang album atau single bernafaskan religi dari decade terus ke decade tak ada matinya saat bulan ramadhan ini datang. (Tulisan dan foto dari berbagai sumber)