Kiprah Congrock 17 di Jakarta dan Dapur Rekaman

Perjalanan Congrock 17 ke Jakarta berawal pada Tahun 1991, ketika Congrock diundang oleh Ir. Budi Santoso dalam sebuah perhelatan acara. Peminpin Umum Suara Merdeka ini mempertemukan Congrock 17 dengan Idang Rasidi (seorang musisi jazz yang juga teman dekat Budi Santoso).

Dari sini, Idang mempunyai ambisi positif untuk mempromosikan kelompok musik Congrock 17 ke kota Jakarta. Hasilnya, Congrock pentas di Pasar Seni pada tanggal 24 Februari 1991 dalam acara Indonesian All Star bersama para “pentolan-pentolan” musisi jazz Nasional. Di sini pun Congrock 17 mendapat sambutan hangat dari pemusik dan pecinta jazz, sehingga Congrock 17 langsung didaulat agar mengisi acara ulang tahun Pasar Seni selama dua hari yaitu pada tanggal 27 dan 28 Februari 1991, karena dianggap membawa warna musik baru. “Inilah pengalaman pertama kami manggung bersama musisi-musisi papan atas, padahal kami sendiri semuanya “ndesa”. Kami tidak menyangka ternyata kami mendapat respon yang cukup bagus, walaupun kala itu musik kita masih sangat asing di telinga mereka”kata dia.

Dari panggung pentas ini, Congrock 17 kemudian mampu berdekatan dengan beberapa artis Nasional, di antaranya: Idang Rasidi, Ireng Maulana, Vonny Sumlang, Bangkit Sandjaya, Titiek Puspa, Henny Purwonegoro, Ully Sigar Rusyadi, Indro Warkop, dan artis lainnya. Bahkan sebuah perusahaan otomotif saat itu mengajak Congrock keliling pulau Jawa-Bali. Congrock 17 mencoba menjangkau TVRI Jakarta untuk bisa tampil dalam salah satu program acaranya ‘Gebyar Musik TVRI’.
Akan tetapi niat untuk tampil di TVRI Jakarta pupus sudah karena suatu alasan yang tidak jelas. Alhasil Congrock 17 pun batal tampil di acara tersebut. Batalnya Congrock 17 tampil di TVRI dinilai beberapa pihak termasuk dari Congrock itu sendiri disebabkan karena kurangnya koordinasi dari pihak TVRI itu sendiri, misalnya pihak Bapersi (Badan Perencana Siaran) selalu berbeda konsep dengan pihak-pihak di bawahnya. Lantas bagaimana sikap Congrock dalam menanggapi hal ini, pihak Congrock tidak terlalu serius menyikapinya karena TVRI akhirnya menampilkan tayangan Congrock 17 beberapa hari kemudian yaitu dalam acara ‘Lacak Dunia’ yang sebenarnya tidak cocok untuk acara musik.

Selain itu, Congrock 17 juga ikut menyuguhkan peformanya dalam pementasan sebuah acara menyambut perayaan Hut ke-16 Pasar Seni Jaya Ancol bersama kelompok musik keroncong lainnya. Walaupun daya jelajah Congrock 17 mencapai kota Jakarta, namun kelompok musik ini tidak pernah menancapkan “jangkarnya” untuk siaran di stasiun televisi swasta Nasional, Congrock 17 lebih banyak melakukan pentas di stasiun televisi lokal seperti di Jawa Tengah.

Salah satu kendala kelompok musik ini untuk tampil di stasiun televisi swasta di karena belum adanya pihak yang mengajak kelompok ini untuk bermain di salah satu stasiun televisi swasta Nasional. Selain itu, karena banyak terdapatnya grup-grup musik dan penyanyi lain yang terkenal di Jakarta. Seperti layaknya kelompok musik lainnya yang telah mempunyai nama atau terkenal, maka mulai tahun 1990 Congrock 17 pun mulai mencoba menembus dapur rekaman. Proses perekaman dilakukan di studio rekaman, yaitu tempat untuk memproses semua materi musik yang hasilnya kemudian dibawa ke pabrik kaset untuk diperbanyak (duplicating) sebelum dipasarkan.

Selain proses merekam semua materi lagu, musik, serta bunyi-bunyian lainnya, di studio juga dilakukan proses mixing, yaitu menetralisasi seluruh bunyi, dalam arti yaitu mana yang harus disejajarkan dan mana yang harus ditonjolkan. Proses yang terjadi di dalam perekaman musik sangat panjang. Untuk merampungkan sebuah komposisi lagu yang sempurna terkadang membutuhkan beberapa shift yang bertahap. Pengambilan suara dari seluruh unsur musik tidak secara serentak atau bersaman.

Meskipun ada beberapa grup musik yang merekam secara langsung di dalam studio, tetapi pada tahap mixing, untuk kesempurnaan hasil biasanya mereka akan melakukan penambahan, pengurangan atau pergantian komposisi musiknya, sehingga kemungkinan untuk melakukan dubbing ulang sangat besar. Sepanjang karir bermusiknya, Congrock 17 menghasilkan dua buah album Album rekaman pertama mengusung 12 buah lagu dan semua lagu di dalam album tersebut merupakan lagu ciptaan mereka sendiri (Congrock 17). Album ini berjudul Gadis Yang Mana produksi MSVN studio.

Congrock 17 memasuki dapur rekaman Puspita Record di Jakarta dan dalam proses rekamannya ini dibantu oleh musisi Awang Arifin. Album ini beredar setahun kemudian dan tanggapan masyarakat setelah diedarkannya album ini ternyata mendapat respon yang cukup baik. Nama Congrock 17 semakin dikenal masyarakat luas, sampai-sampai saat diminta untuk rekaman lagi, Congrock 17 selalu tidak siap karena terlalu banyak order untuk pentas di berbagai acara.

Album yang berisi 12 lagu itu ciptaan Congrock sendiri. Menurut produsernya ternyata album Congrock tersebut itu laku keras di kawasan timur Indonesia seperti di NTT sampai ketimur jauh Indonesia. Hal itu disebabkan mungkin karena itu sesuai dengan jiwa mereka yaitu keroncong dengan irama yang “rancak”. Congrock jjuga mempromosikan kaset rekamannya di TVRI Jakarta lewat acara “aneka ria” dalam salah satu episodenya di tahun 1991.

Dalam proses rekaman itu sendiri ada pengalaman yang tidak mungkin terlupakan bagi seluruh personil Congrock, karena seorang vokalis andalannya Jieprasetyo alias Gepeng ditemukan meninggal dunia di sungai Tuntang, Salatiga. Jenazah Gepeng yang diduga menjadi korban pembunuhan ditemukan pada 11 April 1990, dan sampai sekarang kematian Gepeng tetap menjadi misteri yang belum terkuak. Almarhum Jiepras (Gepeng) tergabung ke dalam kelompok musik

Congrock 17 pada sekitar akhir tahun 1986, jadi ketika Congrock 17 berdiri pada tahun 1983 almarhum Jiepras belum tergabung ke dalam kelompok ini. Jiepras bergabung dengan Congrock 17 karena pada waktu itu Ir. Budi Santoso tengah mengadakan sebuah acara tidak resmi semacam bentuk reuni di Semarang yang kebetulan almarhum Jiepras dan Congrock ada di sana, melalui acara yang digelar tersebut awal mula almarhum Jiepras berkenalan dengan kelompok musik Congrock 17.

Cerita yang dituturkan oleh B.J Haryanto adalah: pada saat sebelum tahun 1990, kelompok musik Congrock 17 tengah membuat master untuk bercita-cita dapat melakukan rekaman dan kemudian ingin berangkat ke kota Jakarta, akan tetapi ketika kelompok ini masih membuat master rekaman, Almarhum Gepeng mengatakan bahwa beliau sedang mempunyai sedikit masalah yang tidak satu pun dari anggota Congrock 17 mengetahuinya. Congrock 17 berniat untuk membuat album kedua, tetapi menurutnya dunia rekaman itu “aneh” dan “susah” untuk diapresiasikan.

Saat itu sekitar dasawarsa 1990-an, produser rekaman belum banyak yang berani dan saat Congrock melakukan rekaman ternyata banyak dari konsep rekaman kelompom musik ini yang diubah oleh pihak rekaman, jadi Congrock 17 pun mengurungkan niatnya untuk membuat album kedua. Akan tetapi pada tahun 2007, Congrock 17 berubah pikiran dengan membuat album rekaman yang berjudul Untukmu Pahlawan dalam bentuk album Video DVD. Lagu-lagu yang terdapat dalam album ini berjumlah 16 buah dan semua lagunya menggunakan aransemen musik dari kelompok musik ini . Album ini dibuat atas permintaan H. Mardiyanto yang senantiasa selalu mendukung Congrock dalam bermusik, selain itu album ini dibuat sebagai bentuk apresiasi H. Mardiyanto (Mendagri) dan Hj Effi Murbayati terhadap kelompok musik Congrock 17. (bersambung)

Advertisements

2 thoughts on “Kiprah Congrock 17 di Jakarta dan Dapur Rekaman

  1. Saya waktu SMA penggemar lagu awang arifin, kalo gak slh judul albumx ” PADANG MERAH “, saya skr ingin mendptkn lirik lagu2nya barangkali bs bantu,, ato bs minta no hpx awang arifin. Matur nuwun.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s