Catatan Kata Kelana

Hanya ada satu kata: CINTA!

Cinta memang bisa membuat orang menjadi buta dan semua orang dimana pun tahu kalu cinta terkadang seperti itu, cinta juga terkadang tidak mengenal sekat batas dinding status social, entah dia yanbg dicintainya itu seseorang yang kaya atau miskin tidajk perdul keadaannya seprti apa, cinta juga terkadang membuat orang menjadi nekat melakukan segala sesuataunya untuk dia yang dicintainya, cinta juga terkadang membuat yang rasional menjadi irasional, yang tidak nyata menjadi menjadi nyata dan hanya itulah yang ada di depan matanya, cinta dapat membuat orang menjadi berubah, cinta dapat menyelamatkan jiwa seseorang menghindarinya dari perbuatan yang tercela.

Cinta juga terkadang menjadi pintu masuk untuk meraih surga di dunia, berbicara soal cinta memang tidak akan ada ujung pangkalnya, berbicara soal cinta pun tidak akan ada habisnya, berbicara soal cinta pun hanya perasaan yang dapat menjelaskan inti dari persoalannya, berbicara soal cinta pun cukup hanya mereka berdua yang tahu apa yang dirasakannya sekarang, dunia hanya sepenuhnya milik mereka berdua tidak perduli orang lain bahkan keluarganya, cinta pun terkadang tidak mengenal agama apa yang mereka berdua anut.

Tak ada hujan badai atau apapun bencana lainnya yang dapat menghadang apabila cinta sudah berbicara dan mengeluarkan pernyataannya, cinta pun terkadang juga dapat membuat kita yang ada disekitarnya menjadi bingung apa yang harus dilakukannya sekarang ataupun besok, atau mungkin juga tidak ada hari esok yang ada hanya sekarang cinta yang dirasakan didetik, menit, dihari ini juga, cinta juga terkadang dapat membuatorang menjadi gila dalam sekejap sekaligus membuat dirinya serasa seperti pahlawan di medan perang yang di kepalanya hanya ada satu tujuan yaitu menang, menang untuk mendapatkan cinta. Semua orang butuh cinta karena hanya satu hal ini lah yang membuat kita merasa seperti manusia seutuhnya. Ada cinta maka aku ada, tak ada cinta aku pun tak akan mungkin ada, aku akan mengikuti mu sampai dunia in tidak lagi ada.

Tak peduli betapa kacaunya dunia sekarang ini aku akan selalu berada di sampingmu pegang tanganku erat-erat kita bias melalui ini semua walaupun degan haling rintang yang dapat membuat kita berdua berdarah. Di zaman yang segalanya serba praktis, instanisasi pun melanda ranah percintaan, kita tidak perlu banyak mengenal dia asalkan no hp ada di genggaman tangan semuanya pun bisa berjalan dengan lancar, ya semulus jalan tol ibukota di kala hari lebaran, itulah harapan utopisnya entah apa yang akan dihadapinya setelah dia bertemu dan kenal lebih jauh siapa dirinya Mereka berdua datang mengetuk pintu pagar di hari yang belum terlalu malam.

Kawan lama, lama tak berjumpa, silahkan masuk dan mereka pun duduk di ruang tamu. Singkat cerita, sekilas pria ini mengenal wanita itu hanya sebatas dari no hp yang diberikan oleh salah satu temannya, dan kebetulannya pria yang satu ini lagi genjar-genjarnya mencari cinta yang tak kunjung tiba di hatinya. Tapi berkat dari temannya itu ia merasa telah mendapatkan gadis yang mungkin dapat menjalin cinta sehidup semati dengannya. Dewi fortuna sekarang ini berpihak kepada pria berumur dua puluh tahunan ini, Komunikasi dimulai, sms pun tak pernah berhenti.

Hingga pada suatu ketika ia memberanikan diri untuk melangkah lebih jauh untuk mengenal siapkah biduannya. Kopi darat ya mungkin istilah yang cocok disematkan kepadanya setelah ia menghubungi wwanita itu lantas kemudian berjumpa di suatu tempat. Walaupun dia merasa seperti mencintai seoarang alien, hujan deras yang membasahi seluruh tubuhnya tidak menghentikan derap langkah untuk menuju wanita yang disukainya, seberapa jauh jarak yang harus ditempuh peduli setan, pocong atau apalah, I just want you itulah fokusnya! Seperti halnya Dustin Hoffman yang mengejar cintanya dalam film tenar tahun 70-an Graduate, berlari kencang setelah mobilnya kehabisan bensin demi untuk mencegah agar gadisnya tidak menikah dengan pria yang tidak sepenuhnya dicintai.

Tak dikira sebelumnya ia pun menemui dia di tempat yang menurutnya tidak wajar, singkat kata rumah itu adalah sebuah tempat prostitusi rumahan di wilayah Jakarta Barat, perjumpaan singkat yang mungkin akan mengubah jalan hidup mereka berdua nanti. Your time has has come mungkin bisik seorang malaikat, si pria itu pun menjadi seperti lagunya Metallica yang berjudul Hero of the day saat itu juga. Mereka berdua mengambil langkah seribu untuk pergi tanpa sepengatahuan sang penguasa rumah.

Ibarat berlari dalam kondisi mata yang buta tak tahu harus pergi kemana, beberapa temannya pun berusaha ia kontak sekedar menanyakan aakah tempat berteduh sementara untuk dia dan gadisnya, beberapa ada yang tidak perduli permohonanya, ada yang menerima dengan tangan terbuka, dan yang lain ada yang menaruh curiga terhadapnya.

Sebelum singgah dirumah ini, hidup mereka berdua layaknya manusia zaman dulu yang hidupnya nomaden, berpindah dari suatu tempat ketempat lainnya. Hotel kelas melati di wilayah kemayoran menjadi tempat persinggahannya untuk sementara waktu. Jangankan uang yang cukup, HP hasil jerih payahnya bekerja sebagai room boy di salah satu Hotel di Jakarta Barat terpaksa digadaikan untuk membiayai hidupnya berdua, dan yang tersisa kini dari mereka hanyalah sedikit pakaian yang ada di tas. Sang pria selama seminggu dalam pelarian ini tidak memberanikan diri pulang kerumah, apa yang akan dikatakan oleh orang rumah apabila dia pulang dengan seoarang gadis. Yang ada mungkin mulut kedua orangtuanya akan mengganga lebar apabila tahu dia seperti apa, begitu ungkapannya

Dia bertestimoni panjang lebar, entah berapa banyak puntung rokok a mild yang telah dibakar oleh kami bertiga, bla bla bla bla bla, ah sialan kesimpulan yang didapatkan rasanya seperti lagu yang pernah dipopulerkan oleh band jadul Indonesia yang berjudul kisah seoarang pramuria yang kemudian dinyanyikan ulang oleh grup musik rock nan sangar asal Surabaya yang sekarang tidak lagi terdengar raungannya, tak lebih dari itu kisah yang dirajut bersamanya sekarang.

Sang wanita, gadis belia dengan raut wajah tanpa terbesit ceria di hatinya umurnya pun masih terbilang muda yaitu 19 tahun. Tato bergambar tengkorak dengan tulisan nama di bawahnya, luka bekas sayatan benda tajam nampak di tangan kirinya, perut rada bucit untuk ukuran tubuhnya yang kecil tak lain akibat banyak menegak banyak minuman keras seperti yang dikatakannya, ditinggal mati oleh kedua orang tuanya di tempat kelahirannya di salah satu kota di Sulawesi karenma kecelakaan membuat dirinya menjadi terpukul dan shock.

Tempat berteduh dari sengat matahari dan dinginnya malam sepeninggal orang tuanya adalah bersama saudara kandung dari ibunya di kota hujan bogor yang ternyata semakin membuat hidupnya menjadi parah terlebih lagi perlakuan si paman yang tidak baik terhadap dirinya. Mengambil langkah pergii adalah solusi terakhir. Tersesat dan kecewa, seperti lagunya Bon Jovi, she just little runaway girl dalam rimba ibukota Jakarta yang tidak mengenal belas kasih terhadapnya.

Belas kasih yang terimanya hanya dari seseorang yang ingin memanfaatkan, mengeruk rupiah mengeeksploitasi sampai habis tak tersisa lagi dengan beberapa alasan yang tidak masuk diakal, entah raja setan apa yang merasukinya mereka yang mencoba “menolongnya” sampai tega melakukan hal seperti itu, ya menjualnya ke sarang prostitusi, harga diri pun terjual, bangsat! kata yang pantas diteriakan keras2 persis di telinga mereka Sang wanita itu berkata bahwa hidupnya serasa seperti di dalam sangkar emas sebuah rumah yang dapat membuat dia patah dan hancur berkepingan-kepingan sekaligus tanpa makna terlebih lagi cinta. Heaven beside hell within layaknya lagu dari band era grunge asal seattle, Alice in Chain yang ditinggal mati ol,eh penyanyinya karena overdosis.

Cinta yang ada hanyalah cinta dari mereka yang hanya menginginkan kehngatan tubuhnya sesaat, setelah itu yang terjadi disana biarlah terjadi disana dan hanya mereka berdua yang tahu. Lantas bagaimana ia mendapatkan beberpa luka sayatan di tanggannya, seperti yang diakuinya di ruang tamu ini ,sayatan itu ia lakukan sendiri setelah melihat salah satu temannya melakukan hal serupa dengan sebuah silet tatkala ia tak lagi dapat mengontrol diri akibat banyak tekanan yang bertubi-tubi datang menghantam jiwa dan raganya.” benar-benar tak terasa ketika saya melakukan itu apalagi waktu itu saya lagi gak sadarkan diri karena banyak minum bir” kata ia. Pelampiasan brutal, rasa sakit yang ia terima justru setelah ia kembali sadar dari keadaannya.

Perlahan uraian air mata jatuh di pipinya tak kuasa menahan apa yang dia ucapkannya. Dekapan pria yang duduk disampingnya sejenak dapat menahan dukanya Aku tidak untuk dijual dan aku bukan barang dagangan seperti sayuran-sayuran di pasar yang siapaun dapat membelinya, suara terikan memecah dalam relung hatinya, I am just a human! Tapi apa lacur, ia tidak bisa keluar dari cengkaraman seoarang wanita yang berkuasa disana sepenuhnya, anda keluar tapi ada harga yang harus dibayar dan itu tidak sedikit, anda telah terikat dengan devil contract dan anda tidak bisa keluar dengan seenaknya karena pasti akan ada konsekuensinya kelak.

Gerbang pintu untuk keluar telah tertutup rapat untukmu. Ia menjadi salah satu anak kesayangannya sekaligus tambang emas bak permata hitam yang didulang di tanah penuh konflik seperti kisahnya Leonadro de caprio dalam Blood Diamond Dalam kenyataannya ia harus segera Free as a bird, break this ball and chain forever no matter what happen next. .I wish that I could be in some other time and place With someone elses soul, someone elses face.

Yang dia butuhkan sekarang hanyalah suatu cinta tanpa harga dari seoarang yang mengerti kondisi dirinya, berharap dia yang menyelematkannya sebagai the great devide badigdirinya. Perjuangannya belum berhenti sampai detik saya yang ada didepannya waktu itu dan menuliskan cerita singkat ini, entah dimana mereka berdua sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23 October 2012 by in Celotehan Kecil.
%d bloggers like this: