Catatan Kata Kelana

Abidin, Sisi Lain Diving

Dunia diving biasanya identik dengan para penyelam atau diver yang lengkap memakai google atau masker, snorkling, BCD, tabung gas, Fin (kaki katak) dan yang lainnya. Akan tetapi tanpa disangka aktivitas bawah air ini tidak akan dapat berjalan lancar apabila tidak ada seseorang yang mengurusi soal equipment diving yang mereka gunakan saat menyelam.

Terkesan sepele memang pekerjan yang diembannya tetapi apa yang dikerjakannya itu sesungguhnya menyangkut hajat hidup dari para diver itu sendiri. Bagaimana tidak, coba anda bayangkan apabila tabung itu berada dalam keadaan kosong, pastilah akan celaka yang berujung kepada maut apabila tabuyng yang meraka gunakan tidak ada yang mengisi atau mengurusinya.

Di segala kesibukan para diver, dari memakai BCD, masker, swimsuitnya pada sesi pra penyelaman di pinggiran pantai, nampak terlihat Begitu sibuknya sosok pria berperawakan kecil tapi bertubuh kekar itu mengangkut dan memindahkan satu persatu tabung-tabung gas yang akan digunakan oleh para diver
dari atas truk di peinggiran pantai klara, lampung selatan. Pantai klara ini menjadi spot diving kedua setelah sebelumnya klub selam yang bermarkas di bilangan senayan ini melakukan sesi penyelaman pertama di sekitar pulau Rakata, perairan Selat Sunda.

Beberapa tabung masih terlihat kosong atau belum terisi, dan ia pun bergegas langsung mengisi ulang tabung2 tersebut di tempat itu juga.”maklum semalam belum teriisi semua tabung yang dipakai waktu menyelam di pulau rakata jadi mengisinya dilanjutkan disinii“ungkap dia. Adalah abidin, pria asli pemalamg Jawa tengah ini kerjanya sebagai helper multifungsi di sebuah klub selam kingdom scuba diving.

Pekerjaan yang telah dilakoni selama hampir dua tahun ini dan apa yang dilakuakan oleh abidin ini tergolong unik tapi juga melelahkan, yaitu selalu ikut serta dalam setiap penyelaman yang dilakuakan oleh kingdom kemanapun klub Selam yang dibentuk tahun 2009 ini pergi dan mengisi kembali tabung yang telah digunakan ioleh para diver.

Soal banyaknya tabung yang ia isi kembali, itu relatif tergantung darri banyaknya diver yang ikut serta dalam penyelaman bisa banyak ataupun sedikit”Tabung yang dipakai saat ini saja jumlahnya ada sekitar 50-an dan itu harus terisi semua.” Kata pria yang terkadang suka melucu ini. Apabila senjata andalan para diver adalah google, scorkling, fin dan bcd, maka lain halnya dengan yang sellau dibawa oleh abidin, adalah sebuah Kompresor yang akan selalu setia dibawa oleh abidin kemanapun dia ikut dalam aksi penyelaman.

Kompresor yang mempunyai bobot lumayan berat ini meupakan alayt yang digunakan untuk mengisi nitrogen dan oksigen dalam tabung. Setiap tabung yang dipakai oleh para penyelam memerlukan waktu kurang lebih ½ jam untuk pengisian satu tabungnya. Bisa dibayangkan berapabanyak waktu yang akan dihabiskan oleh abidin apabila ada 50 tabung yang semuanya itu berada dalam keadaan kosong “pernah waktu acara sdi Bunaken bebrapa waktu lalu saya sampai m,engisi tabng hingga larut malam, saya mulau isi jam 5 sore dan baru jam 3 pagi saya baru selesai”kata pria yang mengisi waktunya di sela pengisian tabung ini dengan merokok. Sudah barang tentu dia tidak bekerja sendiri melainkan dibantu oeh seoarang temannya yang sudah tua apabila dilihat dari rambutnya yang memulai memutih. Mereka berdualah yang mrengurusi equipmenat yang digunakan oleh para diver.

Sedikit mengelikan juga ketika abidin berguyon, celetukan candanya itu berbunyi bahwa diving itu awalnya berasal dari oarng yang seprofesi sama seperti dia, entah apa maksud perkataannya dang mungkin abidin sendirilah yang mengerti.
Lantas bagaimana dengan bayarn yang dia terima. Besarnya tips yang diberikan oleh para diver cukup rasanya dapat untuk mendapatlam uang tambahan” saya sebenarnya tidak pernah meminta diberikan uang tips, tapi kalu ada yang memberi ya saya terima” kata dia. Besaran ankga yang diterima itu relatif tergantung dari kebaikan hati diver yang memberinya persenan. Telah banyak pengalaman yang dari alami setelah bekerja sebagai helper di klub selam kingdom tetapi entah kenapa walaupun begitu ia tidak pernah sekalipun untuk mencicipi rasanya diving itu seperti apa.” Saya tidak pernah sama sekali diving di kolam apalagi di laut ini mas” ungkap dia.

Guyonannya pun berlanjut, sewaktu sail bunaken 2009 ia melihat tabung yang besarnya seperti gas elpiji dirumah-tumah makan atau restoran besar” besar sekali tabung gas itu saya sampai heran, tutur abidin dengan wajah polosnya, ia pun bertanya kepada orang-orang sekitar karena penasaran apabila dibndingkan waktu yang dia butuhkan untuk megisi tabung yang biasa ia kerjakan memerlukan waktu I jam, berapa jam tabung bear itu harus terisi. Orang yang ditanya abidin berkata butuh waktu kurang lebih 3 jam untuk mengisi tabung itu, abidin pun sontak kaget mendengarnya. Abidin merasa aneh apa tabung besar itu ikut dibawa penyelam ketika turun kebawah laut. Dan ternyata tidak, tabung itu tetap diatas kapal sedangkan penyelamnya memakai helm kuhusus selam yang selangnya disambungkan di atas kapal. Abidin mengaku kali pertama ini saja ia melihat hal yang tidak wajar baginya.

Setiap profesi pasti akhirnya akan menemui titik jenuh dan abidin pun mengalaminya bukan tanpa kejenuhan profesi yang dia lakoni selama hampir dua tahun kerja di klub kingdom”kadang-kadang saya merasa bosan juga karena kerjaannya hanya menunggu, mengangkut tabung, tapi mau gimana lagi ini sudah menjadi pekerjaan saya saat ini” pungkas abidin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23 October 2012 by in Celotehan Kecil.
%d bloggers like this: