Mahasiswa Indonesia, Ali Khumaeni mendapat penghargaan di AS di bidang Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) untuk aplikasi keamanan melalui analisis serbuknya. Penghargan itu didapatnya dari 6th International Chemical Congress of Pacific Basin Societies (Pacifichem 2010) yang diselenggarakan di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, 15-20 Desember 2010.

Dari karyanya itu, dia menjadi satu-satunya pemenang di bidang keilmuan kategori keamanan. Mahasiswa program master Universitas Fukui Jepang ini menawarkan metode baru untuk menganalisis serbuk yang tersedia dalam jumlah sedikit (sekitar 2-5 mg), berikut ini petikan wawancara:

Bisa dijelaskan mengenai proses penelitian yang ada lakukan itu sehingga bisa memperoleh penghargaan ini?,
Penelitian tentang serbuk dalam jumlah sedikit kami lakukan pada tahun 2010. Sebenarnya saya telah memulai studi analisis serbuk menggunakan laser-induced breakdown plasma spectroscopy (LIBS) sejak tahun 2007. Di LIBS, sebuah laser pulsa ditembakkan ke material target dan menghasilkan plasma. Plasma tersebut memancarkan emisi atom, ion, dan elektron. Dengan menghasilkan plasma, kita bisa mengidentifikasi dan mengetahui kandungan atom dalam sampel target. Namun, untuk sampel serbuk, laser tidak bisa ditembakkan langsung ke sampel target karena tidak bisa menghasilkan plasma. Para peneliti di LIBS biasanya memadatkan sampel terlebih dahulu sebelum analisis. Metode seperti ini menurut kami membutuhkan waktu yang cukup lama. Kami mencoba untuk menganalisis serbuk secara langsung tanpa memadatkan sampel. Seiring perkembangan waktu, kami mencoba mengembangkan teknik-teknik baru untuk analisis serbuk dan salah satunya adalah teknik baru untuk analisis serbuk yang tersedia dalam jumlah sangat sedikit (2-5 mg).

Sampai saat ini belum ada publikasi ilmiah terbaru yang menganalisis serbuk dalam jumlah sedikit dengan menggunakan teknik ini. Pada bulan Juni, kami mendaftarkan hasil riset ini ke konferensi ilmiah di Hawaii, http://www.pacifichem.org/. Satu bulan setelah dimasukkan, ada notifikasi dari panitia konferensi bahwa makalah ini terpilih sebagai salah satu finalis (dari 2070 makalah terpilih 237 makalah). Kami kemudian menyiapkan semua presentasi dan melengkapi semua data yang telah kami peroleh. Pada bulan desember, kami mempresentasikan makalah ini di konferensi di Hawaii. Kami berhasil mendapatkan award untuk bidang security. Karena sejak awal teknik ini akan ditujukan untuk bidang security (keamanan) yaitu membangun teknik untuk analisis serbuk yang ditemukan di temapt-tempat kriminal seperti tempat-tempat yang dicurigai karena ada terorisme dan lain-lain.

Mengenai ide awal dan latar belakang penelitian tersebut?
Sebagaimana telah kami sampaikan bahwa riset tentang serbuk telah kami lakukan sejak tahun 2007. Namun untuk serbuk dalam jumlah sedikit, kami memulai riset pada tahun 2010 ini. Saat itu kami menyadari bahwa kita bisa membuat teknik baru dengan memodifikasi beberapa teknik sebelumnya untuk analisis serbuk dalam jumlah sedikit. Kami mencoba mencari beberapa referensi dan menemukan ide bahwa salah satu aplikasi LIBS bisa digunakan untuk analisis serbuk dalam bidang keamanan yang biasanya ditemukan di tempat-tempat kriminal dalam jumlah yang sangat sedikit. Saat itulah kami mencoba mengaplikasikan untuk skala laboratorium teknik baru yang telah kita bangun.

Awal ketertarikan anda untuk mengadakan penelitian ini dan perjalanan anda dari Kendal hingga ke Fukoi?
Saya tertarik riset di LIBS sejak tahun 2005 ketika menyelesaikan skripsi di Undip, pendidikan awal saya mulai belajar formal di SDN 1 Tanjunganom, SMPN 2 Weleri, dan SMAN 1 Weleri di kecamatan weleri kabupaten Kendal. Sejak SMA, saya sangat tertarik untuk belajar ke luar negeri dengan beasiswa. Makanya, meskipun di Weleri belum ada internet saat itu, saya sering bolak-balik ke Semarang untuk searching di internet tentang beasiswa luar negeri. Setelah tamat pendidikan menengah di Weleri, saya melanjutkan studi di Jurusan Fisika Universitas Diponegoro. Selama di Fisika Undip, saya belajar tentang LIBS sejak tahun ke-3 di bawah bimbingan Prof Wahyu Setiabudi dan Drs K Sofjan Firdausi. Pasca itu, saya dibimbing oleh Dr. Koo Hendrik Kurniawan dari Jakarta Barat dan dosen UI, http://www.mmmfoundation.org/about_us.php?id=3, dan Prof Kiichiro Kagawa, University of Fukui, Jepang untuk melanjutkan riset dan studi di Jepang. Sejak 2007 saya telah studi di Jepang dan menfokuskan riset di bidang LIBS untuk analisis serbuk. Selama 3 tahun ini kami telah mengembangkan teknik-teknik yang telah kami bangun untuk analisis serbuk. Kami mengetahui bahwa serbuk-serbuk yang sedikit sering ditemukan di bidang investigasi kriminal dan lain-lain. Serbuk yang sangat sedikit cukup sulit untuk dianalisis kandungan unsur-unsurnya dengan menggunakan teknik lain di LIBS dan selain LIBS. Dari informasi tersebut, kami mencoba membangun teknik baru dengan memodifikasi teknik yang telah kami bangun sebelumnya.

Apa-apa saja kendala dalam mengerjakan penelitian ini dan bagaimana anda mengantisipasinya?
Kendala yang kami hadapi adalah bagaimana menyiapkan sampel yang homogen setelah dicampur dengan silicon grease. Kalau kita bisa menyiapkan sampel secara merata dipermukaan metal, maka kita bisa menghasilkan intensitas garis emisi atom yang sama di permukaan sampel yang berbeda. Oleh karena itu, kami mencoba untuk mengantisipasinya dengan menyiapkan sampel secara manual dengan sangat hati-hati. Harapannya, ke depan kita bisa menyiapkan sampel sebelum dianalisis secara otomatis dengan menggunakan alat yang modern.

Apakah manfaat dari hasil penelitian yang Anda kerjakan?
Teknik yang kita bangun ini bisa digunakan untuk analisis atom-atom di dalam serbuk yang tersedia dalam jumlah sedikit. Serbuk yang sangat sedikit biasanya dijumpai di laboratorium kimia tanpa ada label. Serbuk ini mempunyai kesamaan warna dan ukuran partikelnya. Dengan menggunakan teknik ini, kita bisa mengetahui kandungan atom dari serbuk tersebut sehingga bisa diidentifikasi nama serbuknya. Serbuk yang sangat sedikit juga terkadang ditemukan di invesitgasi kriminal. Kita ingin mengidentifikasi apakah serbuk yang sedikit yang telah ditemukan adalah bagian dari bahan peledak atau serbuk lain yang tidak mengandung bahan peledak. Dengan teknik ini, kita juga bisa mengidenitifikasi kandungan atom semua serbuk yang tersedia dalam jumlah sedikit

Harapannya nanti di masa depan seperti apa?
Kami terus akan mengembangkan teknik ini agar lebih sempurna. Harapannya, teknik ini bisa digunakan oleh industri, institusi-institusi keamanan, dan tempat-tempat lain yang bekerja pada analisis atomik dalam serbuk. Demikian penjelasan dari kami