Pekikan penuh harapan We want more, we want more, we want more lantang berulang kali disuarakan oleh sebagian besar penonton di saat jeda. Ya sebuah encore sudah bisa ditebak akan keluar setiap kali band besar terlebih lagi band yang ditunggu-tunggu, seklaigus headliners dari sebuah perhelatan rock yang diklaim terbesar se asia tenggara pentas di republik ini

Selang tak beberapa lama, pekikan para penonton berubah menjadi nyata dan mereka yang dielukan-elukan pun muncul kembali ke atas pentas. Dengan bergaun hitam bergitar putih, Dolores beserta empat kawannya langsung tancap gas mendendangkan lagu Promises. Tanpa basa basi semua penonton teriak, ikurt bernyanyi dan bergoyang bersama.

Promises tuntas dibawakan, Dolores pun berseru “Terima kasih untuk kalian dan ini merupakan lagu terakhir kami,” katanya, yang lalu membawakan lagu Dreams yang diambil dari album pertamanya. Selesai menyanyikan lagu pamungkasnya, Mereka kemudian beranjak satu persatu pergi meninggalkan panggung.

Di sela itu, terdengar selentingan celoteh persis di samping penulis yang memanggil-memanggil nama sang gitaris ”noel, noel, picknya lempar dong please” kata pria itu. Noel Hogan acuh tak dan pergi tanpa sempat sedikit pun membalas reaksinya, “ahh masak lupa sama gw, tapi gak apa deh yang penting konser ini lumayan bisa diceritakan pada anak cucu nanti, puas saya sama konser ini” katanya sambil tertawa penuh bangga.

Jam masih menunjukkan pukul sepuluh malam lebih beberapa menit, penampilan headliners panggung utama GG music, Ed Kowalczyk mantan band Live sudah hilang dari atas pentas, namun kerumunan massa masih nampak terkonsentrasi di depan panggung.

Alih-alih tak ingin tempat bernaungnya diisi oleh penonton yang lain, sebagian penonton merelakan diri dengan sabarnya menanti band berikutnya yang paling ditungnu-tunggu, yang tak lain adalah The Cranberris, Band asal Irlandia yang didaulat akan performance kurang lebih satu jam di acara Javarokinland 2011 menurut buku saku yang penulis genggam.

Sebagian dari mereka ada yang memilih duduk, sebagiannya lagi memilih untuk berdiri. Apes bagi mereka yang berada di posisi paling depan panggung,kenapa? Ternyata mereka lah yang tidak bisa duduk lantaran tidak ada ruang lagi untuk sekedar memanjakan kaki setelah lama berdiri menonton Ed Kowalczyk ”wahh duduk jadi susah ini, sial” kata Joko salah satu penonton yang berdiri di samping penulis di kanan panggung.

Kurang lebih sejam lamanya ia banyak bertutur kata, mungkin pikirnya jauh lebih baik mengobrol daripada harus menunggu bengong dengan penat sendiri. Dalam candanya dia pun membuat perandaian” Sampai didepan disuruh berdiri, sampai belakangan malah bisa duduk, bisanya kalau di sekolah kita yang sampai belakangan atau terlambat disuruh berdiri, eh disini kebalikannya” katanya sambil tertawa.

Unik memang penggemar cranberries yang satu ini, pria ini ternyata datang sendiri, disaat sebagian besarnya pria paruh baya lainnya rata-rata datang dengan didampingi oleh pasangannya, nah dia malah sendiri. ”istri saya dirumah mas” katanya sambil ber hehehehe kepada penulis. “istri saya gak mau ilkut mas” sambungnya lagi. Untuk datang ke konser ini, seperti yang diakuinya, harus terlebih dahulu merengek-rengek kepada istirinya tercinta. Bagaimanna tidak, istrinya merasa kuatair kejadian yang lalu terulang lagi” iya mas, takutnya besok saya jatuh sakit” kata dia.

“Saya masih ingat waktu konser Korn dulu di kemayoran, saya bela-belaan ikut padahal anak saya pertama baru saja lahir “kata pegawai salah satu bank swasta ini. Tapi ada harga yang harus dibayar oleh dirinya, selang beberapa hari selepas konser band cadas itu , dirinya harus meringkuk di rumah sakit lantaran sakit tipes karena letih berheadbanging ria lupa kondisi badan ”karuan saja mas istri saya langsung marah, ngomel ke saya tapi saya malah milih pergi konser” katanya sambil tersenyum.

Bagaimana mensiasatinya, layaknya deal manis antara kontraktor dan pengembang, ada kompensasi menarik yang dia coba tawarkanke istrinya, “saya bilang ok deh saya kasih kau mau ningep dimana aja, asal saya bisa nonton konert ini” katanya. Istrinya pun langsung mengiyakan tapi dengan syarat janjinya harus ditepati dan segera pulang ketika konser itu selesai.

Dalam penantiannya selama kurang lebih sejam berdiri, matanya tertuju pada kerumunan wartawan yang berjalan di depan panggung “Wah wartawan photonya banyak sekali, kayaknya lebih bayak dari penonton ini” celotehnya. Dan memang Para pewarta photo itu jumlahnya puluhan, berbaris sambil lalu lewat di hadapannya, pertanda konser segera akan dimulai.

Lantas Ia bertanya kepada salah satu panitia yang berdiri tepat di depannya dengan berujar, kapan konser cranberries itu mulai, panitia itu melihat jam tangan yang melekat di tangannya, “ yah sebentar 5 menit lagi, mas” katanya. “telat gak mas udah gak sabaran nih:” kata joko. Panitia itu lalu membalasnya, “biasanya sih gak telat mas, kan tadi juga Ed mantan Live itu konsernya tepat waktu” katanya.

Benar saja, Jam sudah menunjukkan tepat pukul 23.00wib, sebelum Dolores cs naik ke permukaan panggung, muncul dari balik pannngung para vokalis band powerslave, coklat dan cupumanik yang mengajak penonton untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama dengan tangan keatas. Tak ayal sebagian penonton mengikuti dan bernyanyi athem nasional ini bersama-sama.

Selang tak beberapa lama Moment of truth pun akhirnya tiba, , satu persatu personil Cranberries muncul di stage dan memposisikan diri pada peranannnya masing-masing. Histeria masa pun pecah seiiring dengan lagu “Analyze” yang mengudara di udara, tak terkecuali joko yang langsung sumringah dibuatnya.

Beruntun lagu berikutnya didendangkan dengan apik mulai dari “Linger”, vokalis berambut bondol ini berkata sambil melangkah maju menghampiri penonton, “Come on let’s sing together, you all look great tonight, Mmuaaah” katanya. Suasana syahdu langsung terasa begitu lagu ini mengalun. Beberapa penonton yang berpasangan, terlihat saling berpelukan. Lanjut ke” “Ode To My Family”, “Put Me Down/Wanted”, “Tomorrow”, “Just My Imagination”, “Playboys”, “Can’t Be With You”, “Waltzing”, “Zombie” dan “Free To Decide.

Di sela konsetrasinya menyimak setiap pergerakan dari band kesayanannya ini, Dia sempat mengatakan dirinya lebih hafal lagu-lagu cranbeeris diluar lagu hitsnya yang banyak diputar di radio dan ditayangkan di televisi waktu dulu. Tak jarang pula dari mulutnya terdengar nyanyian yang justru melantunkan lagu-lagu disaat rata-rata dari pengunjung kurang familiar, seperti saat band ini menyanyikan lagu-lagu “waltzing”. Kontradiktif memang disaat penonton di belakang penulis sempat berceloteh kencang, ”yahh lagu yang lain dong” teriaknya.

Penampilan The Cranberries di malam kedua Javarcokinland ini benar-benar mnegharu biru penggemar dengan lagu-lagu hits mereka. Selain lagu-lagu lamanya, mereka juga membawakan lagu ‘Tomorrow’ yang diambil dari album terbarunya bertajuk ‘Roses’ yag dirilis tahun 2011.

Semangat penonton sempat terbakar saat band yang vakum 6 tahun dan pernah diganjar beberapa penghargaan MTV Europe Music Award ini membawakan lagu “kerasnya” yang berjudul ‘Salvation’. Kontan ,Penonton terbius dan ikut melompat-lompat mengikuti Dolores yang begitu prima berjoget-joget kesana kemari sambil mengenakan topi ala suku Indian. Dolores memang tidak semuda dulu saat band ini booming di tahun 90-an, tapi keenerjikannya masih dengan gaya panggungnya yang sama seakan-akan membuyarkan usia ibu tiga anak ini bahwa sesungguhnya ia telah tua.

Menilik departemen sound dari grup ini masih diisi oleh personil yang sama tak ada satupun yang berubah, kecuali tambahan satu additional player yang terkadang memainkan keyboard dan gitar. Nampak sang gitaris sering gonta ganti gitar diaat jeda lagu, begitu juga dengan dolores yang sempat pula beberapa kali berganti busana” wahh gitarisnya ganti-gnti baju terus yaa” kata dia

Joko menjadi satu diantara penonton yang telah berumur yang akhirnya kesampaian juga menyaksikan band pujaannya hadir di depan mata ”ya saya tunggu dari dului, sempat kan dulu band ini datang, tapi maklum dulu belum punya uang buat nonton” katanya .

Benar saja kata Dewi Gontha selaku pihak yang bertanggung jawab mendatangkan band yang beranggotakan Dolores ORiordian (vokal), Noel Hogan (Gitar), Michael Hogan (Bass) dan Fergal Lawler (Drum) di tengah-tengah para penggemarnya, ”kami ingin festival ini memfasilitasi range umur. Ada yang senior juga dan tidak terbatas pada range tertentu”katanya.

Senada dengannya, Denny sakrie pengamat musik berkata dengan memasukkan band-band bernuansa nostalgic seperti cranberries, menurutnya hal itu mengobati rindu penonton-penonton tua “kombinasi antara band-band baru dan lama merupakan strategi yang ok, di satu sisi anak muda ingin band-bandnya ditampilkan, di sisi lain yang tua pun dapat menikmati band-band di masa mudanya” kata Denny kepada penulis beberapa waktu yang lalu.

Dan kehadiran cranberries menjadi semacam katarsis kerinduan bagi mereka yang sempat merasakan masa-masa kejayaan dari band yang pernah popular di tahun 1990an ini “ ok mas, sampai ketemu lagi di konser-konser berikutnya, untung saya gak sampai menangis melihat cranberris” kata Joko seraya pamit kepada penulis dan perlahan menghilang diantara ribuan penonton yang memadati panggung utama GG music stage