Rock Mengudara di era Heavy Metal

Muantep! mungkin kata yang cocok diberikan setelah penulis membaca koran lawas yang mengulas mengenai festival musik rock awal tahun 90-an di Indonesia. Cristal Rock Festival 1993 festival musik rock ke-7 yang menghadirkan band-band cadas dari sabang sampai merauke tumpah ruah di kota pelajar Yogyakarta.

Ada 300 band yang mengikuti babak penyisihan, 22 band pun yang tersaring dan mereka berasal dari daerah seantero nusantara negeri mulai dari, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jakarta bahkan Aceh.

Daerah yang masih didera konflik pada masa itu pun mengirimkan delegasinya ke festival dan sempat masuk sepuluh besar. Tak pelak lagi Irama musik heavy metal pun merajai pentas itu dan hampir sebagian besar band-band yang berlomba memacu melodinya masing-masing sambil berharap predikat juara satu dapat diraihnya.

Walau dibalut dengan musik cadas, namun dalam festival ini mereka diwajibkan untuk menciptakan lagu ciptaannya sendiri dan menyanyikan lagu bebas. Tercatat band-band Crazy Rock, Cat Power, Three Brother, Lost Angels (gitaris ini nantinya akan menjadi gitaris Boomerang), Vibrator dan yang lainnya saling berlomba menjadi yang terbaik.

Band Andromeda unjuk gigi di antara gemuruh suara band-band yang lain, tentu kehadirannya hanya sekedar pentas memeriahkan suasana tidak lebih, maklum mereka adalah senior yang telah melempar singlenya Lamunan (1990) dan termasuk dalam kategori album yang cukup laris pada waktu itu. Tahun 1992 mereka melempar lagi single doa yang terlupa yang pernah ditanyangkan oelh TVRI.

Panggung Festival Rock

Pertunjukan Cristal Rock Festival hanyalah sebagian festival berskala besar lain yang pernah diselangarakan pada awal tahun 90-an, ini belum termasuk festival-festival kecil yang banyak diselenggaakan di kota-kota besar lainnya Karena sebelumnya ada festival musik rocknya Log Zhelabour di tahun 80-an, ia merupakan seseorang yang berada di balik pementasan musik rock berskala besar yang pernah ada di Indonesia.

Festival musik rock versi Log Zhelebour dikenal sebagai Djarum Super Rock Festival atau Gudang Garam Rock Festival. Dari festival-festival yang diisi oleh grup musik lokal itu akhirnya melahirkan banyak bintang-bintang baru dalam kancah panggug dan rekaman musik cadas negeri ini, misalnya, El Pamas , Roxx band (Jakarta), Grass Rock (Malang), Kaisar, Adi Metal Band (Solo), Power Metal (Surabaya), dan yang lainnya.

Festival musik rock terdahulu yang penulis ketahui seperti Panggung rock action di Taman Ria Remaja Jakata pada tanggal 15 Mei 1983 diadakan oleh metro enterprise. Terselenggarakanya acara tesebut karena adanya sponsor dari majalah Vista dan Atlantic Record. Universitas Negeri Sebelas Maret di Solo sering menampilkan grup musik rock dari Surabaya atau Jakarta. Pada tanggal 23 Maret 1984 digelar pertunjukan musik untuk bangsa-bangsa kami oleh Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan.

Dalam pargelaran tersebut Magnum Band tampil membawakan lagu-lagu rock. Selain itu acara musik rock juga berlangsung di Gelora Manahan Solo pada tanggal 21 mei 1984, acara musik kawula muda ini menampilkan menyajikan musik rock dan para musisi rock Di Kediri pada tahun yang sama yang sama musik rock tidak dilarang oleh walikotanya.

Pada 14 Juli 1984 diselenggarakan Rock Concert 84 di stadion Ngrongo Raya kediri menampilkan Ita Purnama Sari. Jumlah penonton mencapai kurang lebih 8000 orang, merupakan contoh pertunjukan musik rock lainnya.

Kenapa musik rock/metal disukai pada masa itu dan merebak kemana-mana, mereka yang berada di belakang musik ini memang menyukai “konsep gaduh riuh”. Menurut artikel Joko S Gombloh dalam Jurnal seni pertunjukan Indonesia, Konsep gaduh riuh ini indah bagi mereka, selain itu sebenarnya ini juga merupakan refleksi atas penolakan konsep musik konvensional yang biasa menjadipatokan para kritisi.

Proses kreatif bagi musisi rock tidak hanya sebatas pada kaidah-kaidah baku dalam bermain musik, sehingga terkadang mengesankan bahwa konsep musiknya seolah tanpa aturan. Padahal yang terjadi adalah pendobrakan atas kaidah-kaidah estetika yang mereka anggap terlalu membelenggu dengan menciptakan dan memainkan musik rock yang menimbulkan sensasi tersendiri.

Roh musik ini adalah pemberontakan terhadap segala yang berbau kemapanan. Terhadap musiknya sendiri, musisi metal sudah menendang jauh-jauh permainan yang mengangungkan kelembutan dawai gitar. Mereka meainkan gitar yang menghasilkan bunyi yang tajam, garing sekaligus garang. Birama dilempar,,melodi gila dilontarkan bak peluru, konsep musik yang melodius di tangan mereka sudah tidak lagi dalam bentuk konvensional.

Bunyi hingar bingar adalah bentuk melodi yang melodius yang baru. Anak muda dengan labilitas emosi dan dalam keresahan statusnya menghadapi masa perkembangan, musik ini pun dapat dijadikan semacam media katarsis dari dunia nyata.

Selain itu pada tahun 1984 tampak semacam ada kegairahan baru di beberapa kota diadakan festival musik rock. Ya mungkin juga diawali dengan festival rock-nya log zhelabour yang ajeg selalu digelar setiap tahun sekali terhitung dari tahun 1984 itu.

Dalam festival itu tampil grup-grup baru yang membawakan warna musik heavy metal. Musik Heavy metal sendiri menduduki tahta sebagai raja anak muda di dunia musik Barat pada dekade 1980-an dan awal tahun 90-an dan Indonesia ini menjadi semacam negeri yang terinvasi olehnya dan menjadi daerah jajahan, rambut gondrong terurai sama pentingnya dengan musik yang diusungnya, sayatan melodi melengking, celana ketat hitam, teriakan vokal panjang, baju bergambar tulang manusia atau organ lainnya, dan hentakan drum yang membabi buta.

Heavy metal, Thrash Metal, Speed Metal dan variannya yang lainnya menjadi makanan sehari-hari. Sepultura, Metallica, Megadeath, Slayer, Anthrax, dan seabrek grup musik metal lainnya menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh telinga.

Ekspansi cultural dan seni semakin gencar masuk karena pengaruh globalisasi yang tidak mengenal sekat batas antar ruang terutama melalui media. Anak muda yang mulai tergerak jiwanya mulai mendirikan grup musik kerasnya masing-masing dan komunitas-komunitas metal pun terbentuk pada di kemudian hari.

Menyebar secara sporadis seperti bom cluster, musik rock disukai di kota-kota besar hingga pelosok Indonesia dari ujung timur sampai ujung barat, band-band dengan nama seru nan seram bermunculan bak jamur di musim hujan pada tahun 80-an sampai awal 90-an. Di medan ada New Chordex dan Valhalla, Kalimantan tercatat ada Fire Guns, Gypsi, Post Metal, di sulawesi muncul nama Proetoel, Surabaya arek-arek disana membuat nama yang cukup seram, seperti Panser, Kamikaze, Brigade Metal, Flash Rco Band, Silver Gate, Epylepsi, Zero Beat, Cruz, Blackmore dan yang lainnya. Di Solo ada magnum gank, destroyer, centris rock band.

Bagaimana dengan di Ibukota, kalangan muda yang menggeluti musik rock hampir semuanya mengunakan nama-nama non-Indonesia, misalnya Whizzkid, Suckerhead, Zat Speed, Over land, Absolut rock band, Rotor, dan yang lainnya.

Selain itu lihat saja band-band yang ikut berkompetensi dalam Cristal Rock festival sebagian besar dari 300 band berasal dari daerah di luar pulau jawa. Aceh rock band berasal dari aceh, musik rock yang dapat didengar di radio, tape recorder, atau dilihat di pesawat televisi cukup mendapat tempat di sebagian kalangan anak muda di propinsi paling ujung di Indonesia.

Menurut mereka musik bising thrash metal yang semula ditentang oleh sebagian orangtua tetapi kini karena banyak anak muda yang menyukainya, hal itu pun sudah dianggap biasa termasuk dandanan ala metal. Three Brothers dan pratama rock band berasal dari bengkulu, cat power berasal kalimantan timur, Crazy Rock dari Medan, bahkan di Irian Jaya terdapat grup musik yang menamakan dirinya Droup Out, di kota Mataram NTB mencuat nama New ABCA band, Zebrass dari Ujung Pandang Sulawesi, Banjarmasin muncul band-band semisal Borneo Rock Band, Big Boys dan Herfas.

Djarum Super rock festival besutan log Zhelabour pada tahun 80-an juga banyak menampilkan band dari daerah-daerah di Indonesia. Festival pertama pesertanya baru sekitar pulau jawa dan Bali pada Festival kedua hingga ke empta, diikuti oleh grup-grup musik dari sulawesi, kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatera. Pada festival kelima bermunculan grup-grup dari kawasan NTT. Grup musik yang berdiri di paruh awal dasawarsa ini banyak dipengaruhi oleh warna musik ini.

Sampai akhir tahun 1980-an, grup musik rock tetap tidak bisa lepas dari unsur-unsur peniruan terhadap grup musik rock dari Barat dan untuk menemukan warna musiknya sendiri memerlukan waktu. Untuk meyakinkan band bahwa mereka mampu berbuat dan melahirkan karyanya sendiri walaupun masih nampak terpengaruh oleh grup yang menjadi idolanya, maka dalam festival musik rocknya Log Zhelabour semua band wajib membawakan lagunya sendiri.

Kegandrungan mereka ternyata tidak hanya sebatas musiknya saja, tetapi juga akrab dengan atribut metal lainnya. Bahkan kegandrungan ini sampai memasuki tahapan fanatisme. Seperti nama bandnya nama-nama para pengusungnya pun menjadi aneh tak lagi seperti nama Indonesia. Namanya ditambahkan dngan nama para idolanya. Misalnya vokalis Aceh rock, zakaria menjadi Dzhackirov, didin metrix, Zoel Morbid (diambil dari nama band metal Morbid Angel), Agus “cavalera”, Bejo “Snake Sabo, dan sebagainya.

Ekspansi Pabrik Rokok

Terselengaranya festival musik tersebut karena perusahaan rokok menempatkan dirinya sebagai sponsor di banyak pertunjukan musik yang diselenggarakan pada masa itu Keterlibatan perusahaan rokok dalam musik rock terlihat dari pertunjukan musik kelas dunia maupun acara yang diselenggarakan oleh para mahasiswa di kampus.

Perusahaan rokok Gudang Garam, Djarum dan Bentoel dan banyak terlibat dalam pertunukan besar kelas dunia maupun lokal, juga menjadi sponsor pertunjukan di pelbagai sekolah menngah dan kampus.

Bisnis rokok di Indonesia maju cukup pesat sehingga membuat tiga perusahaan rokok terbesar seperti Djarum, Gudang Garam dan Bentoel mampu melakukan mekanisasi dengan mendatangkan mesin dari luar negeri untuk mendongkrak produksi rokoknya SKM (sigaret kretek mesin).

Produksi pun meningkat pesat sehingga persaingan pun menajam. Dalam rangka persaingan memperebutkan pasar itu ketiga pabrik tersebut menyediakan dana promosi yang cukup besar. Seperti yang penulis kutip dari majalah Swasembada (Oktober 90-an) rokok Djarum, misalnya mengangarkan uang sebesar Rp. 2 Milyar pertahun untuk promosinya. Dana promosi inilah yang sebagian digunakan untuk mensponsori pertunjukan-pertunjukan musik yang digemari oleh golongan muda karena perusahaan rokok menjadikan golongan muda sebagai pangsa pasar yang penting.

Pada awal tahun 90-an musik rock di Indonesia semakin menjalar dalam masyarakat Indonesia. Musik yang dikatakan dinamis ini semakin saja disukai oleh sebagian besar anak muda di kota-kota Indonesia.Dalam dunia rekaman pada tahun 90-an awal ini rekaman musik rock konon yang paling banyak dirilis. Keberadaan grup musik masih menjadi pemicu dari ledakan euforia.

Ada beberapa nama yang kuat yang masih menunjukkan taringnya. Di luar proyek rekaman mungkin dapat disebut nama kelompok macam Acip Speed, Rudal Jam dan beberapa nama lainnya. Sedangkan dalam proyek rekaman bisa dilihat nama-nama seperti Andhromeda, El Pamas, Godbless, Gong 2000, Power Metal, Elpamas, Kaisar, Power Metal dan yang lainnya yang saling berebut pasar.

Datangnya para dedengkot metal ke Indonesia seperti Sepultura dan Metallica menjadi puncak euphoria itu. Edane dan Metal boys menjadi band pembuka sepultura ketika pentas di Surabaya tahun 1992. April 1993 grup Metallica datang ke Indonesia dan membakar dalam sekejap emosi para metal millitia di stadion lebak bulus Jakarta. Rotor bertindak sebagai band pembuka. Lebak bulus pun bergoncang ketika Metallica dengan repertoarnya seperti enter sandman, one, sad but true didendangkan.

Kerusuhan pun tak dapat terelakkan di l laur panggung pementasan dan kerusuhan massa ini bukan merupakan sesuatu yang baru untuk sebuah pertunjukan musik rock di Indonesia.

Musik rock memang dashyat citra musik rock pun terkadang tidak bisa dilepaskan dari sering terjadi kerusuhan di konsernya. Tahun 70-an kerussuhan kerap kali terjadi pada pertunjukan musik rock. Pemerintah pun paranoid dan turun tangan untuk mengatasinya, maka tak jarang pelarangan atau sulitnya keluar izin pentas dialami oleh mereka yang akan menyelenggakan festival atau konser musik rock pada tahun 80-an.

Pelarangan Pentas Musik Rock

Seperti kasus pelarangan terhadap pementasan musik rock yang menjadi isu nasional, yaitu pelarangan terhadap Ahmad Albar di Semarang pada tahun 1983. Batalnya pementasan Ahmad Albar disebabkan sehari menjelang pementasan keluar pernyataan dari Gubernur Jateng, Ismail yang menyatakan bahwa Jawa Tengah, khususnya Semarang pantang untuk pargelaran musik keras alias rock karena tidak sesuai dengan kepribadian bangsa karena musik ini secara lambat atau cepat dapat meracuni kepribadian bangsa. Pada tahun berikutnya (maksudnya tahun 1983) Gubernur Jateng mengucapkan bahwa Jawa Tengah tertutup untukmusik rock.

Kasus lain terjadi ketika Gito Rollies dilarang tampil di Art Center Denpasar Bali pada tahun 1988. Pada tahun yang sama, hal sejenis juga dialami oleh God bless yang harus menurus iainnya sampai Kapolda sebelum dizinkan pentas di Yuwana Mandala Tembau Bali. Alasan pelarangan pemerintah daerah Bali “mempersulit” pertunjukan musik rock disebabkan karena penonton dalam pertunjukan musik rock sering membuat kerusuhan.

Di Jawa Timur, beberapa hari setelah kejadian di Sumatera tragedi semacam itu juga terjadi juga disana. Pihak Polda Jatim mengeluarkan larangan terhadap panggung musik rock. Alasan pembatalan izin pargelaran musik rock sementara ini dikatakan karena faktor kamtibnas. Di jawa timur sendiri kejadian yang sempat merengut jiwa seoarang penonton dan 17 orang lainnya terluka pada pertunjukan musik rock di Blitar, menjadi salah satu alasan untuk peninjauan kembali izin-izin tersebut, di samping kerusuhan yang pernah juga terjadi di panggung-panggung rock di tempat lain, termasuk panggung yang diselenggarakan oleh AIRO di parkir timur senayan februari 1989. jadi alasan untuk melarang pertunjukan musik rock cukup kuat apabila dikaitkan dengan kejadian-kejadian di atas. (berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s