Archive for 25 October 2012

Buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya,ya seperti inilah pepatah yang pantas disematkan pada keluarga besar musisi Ahmad Albar. Bapaknya dikenal sebagai musisi gambus era Indonesia belum merdeka, kakaknya Ahmad Albar tak lain Camelia Malik adalah penyanyi tersohor, dan Ahmad Albarnya sendiri seperti yang kita kenal adalah musisi papan atas yang namanya mungkin tak seoarang manusia indonesia pun tak tahu siapa gerangan dirinya. Dan mereka semua adalah para musisi yang berkecimpung dalam genrenya masing-masing.

Tapi siapakah sebenarnya Syech Albar dan apa kontribusinya bagi musik nasional Indonesia. Syech ini jelas bukan seperti anak prianya, walau wajah Syech Albar mirip Ahmad Albar, minus rambut kribo yang suka bergila-gilaan dengan musik rock, Syech albar ini lebih memilih untuk menggeluti musik yang jauh dari hingar-bingar bunyi-bunyian eletrick macamnya rock.

Ya adalah musik Gambus, yang mungkin sebagian dari kita jarang untuk mendengar jenis musik ini sekarang. Tapi Indonesia di jaman dulu ketika musik populer masih sedikit variannya, musik yang berasal dari jazirah arab ini menjadi semacam pelepas dahaga kita yang merasa kehausan akan hiburan segar apalagi kalau ada pesta perkawinan, gambus pun tak ayal menjelma menjadi musik untuk memeriahkan suasana.

Di Tahun 1920-an dan 1930-an Syech Albar dikenal sebagai pemain gambus yang mumpuni. Pada zaman ‘kuda gigit kue apem’ itu, lagu-lagu Syech Albar sudah masuk dunia rekaman dan direkam oleh perusahaan piringan hitam terkenal ‘His Master Voice’. Menurut Munif yang juga seorang penggiat gambus dan pernah jadi penyanyi gambus, mengatakan petikan dan pentilan gambusnya tidak kalah dengan Abdul Wahab, pemain gambus kesohor dari negeri asal Firaun, Mesir.

Memang selain dirinya sendiri yang berbakat, jiwa seni Syech bin Abdullah Albar ini juga mengalir pada putrinya Sadiah Albar, seniwati yang beberapa kali muncul di GKJ Pasar Baru, Jakarta Pusat tahun 1950-an. Sedangkan cucu dari putri tertuanya, adalah suami Fitria Elvie Sukaesih. Istrinya bernama Fadlun Albar, setelah ditinggal mati suaminya, menikah dengan produser film Persari, Djamaluddin Malik, ayah dari Camelia Malik.

Kelebihan Syech Albar dalam bergambus ria adalah kemampuan dalam menciptakan lagu-lagunya sendiri. Bahkan Syech Albar yang berdomisili di Surabaya mengikutsertakan grup musik dari Italia, saat rekaman di ‘His Master Voice’, yang menyebabkan namanya dikenal di negara-negara Arab. Pers Lebanon pun pernah menjulukinya sebagai pemain gambus paling andal di jagad, kecuali Timur Tengah. Bahkan rekaman lagu-lagunya masa itu banyak beredar di berbagai negara Arab. Ciptaannya seperti lagu-lagu sarah atau zapin yang berorientasi ke lagu-lagu Hadramaut, wilayah asal mula hampir seluruh keturunan Arab.

Menjelang shalat Jumat, dan pada malam Jumat, Nirom (RRI masa Belanda) dan kemudian RRI selalu menampilkan lagu-lagu Syech Albar. Sekalipun Syech Albar meninggal dunia pada 1947 tapi sampai tahun 1960-an, lagu-lagunya masih berkumandang di RRI dan saat ini masih ada sekitar 64 piringan hitam (PH)-nya yang tersimpan di RRI.

Setelah Syech Albar meninggal dunia banyak bermuncullan orkes-orkes gambus, diantaranya di Jakarta berdiri orkes gambus Al-Wardah (bunga ros) pimpinan Muchtar Lutfie, di susul Al-Wathan (tanah air) pimpinan Hasan Alaydrus. Munif Bahasuan juga penyanyi Al-Wardah. Sedangkan di Surabaya juga berdiri orkes gambus terkenal. Menyoal musik gambusnya sendiri, seperti kebanyakan musik-musik lainnya di Idonesia,

Gambus ini juga ujug-ujugnya tidak langsung ada disini, menurut catatan sejarah yang ada, berdasarkan laporan seorang pelancong Jawa bernama Sastrodarmo yang berkunjung ke Batavia pada abad ke 18, ada acara perkawinan ynag dimeriahkan oleh hiburan dan jenis hiburan yang dilaporkannya itu antara lain adalah gambus dengan lagu-lagu Arab. Gambus sendiri adalah musik yang dibawa peranakan Arab dari Hadramaut (Yaman). Perantau Arab ini menurut C.C. Berg memang ramai sekali berdatangan ke Hindia Belanda pada abad ke-18 dan menunjukkan eskalasi pada abad ke-19 .(berbagai sumber)

PB Djarum Kudus Selayang Pandang

Posted: 25 October 2012 in olahraga

Siapa yang tak kenal dengan Liem Swie king, pebulutangkis legendaris Indonesia yang kisah hidupnya telah diangkat di layar lebar, belum lagi dengan pebulu tangkis Hastomo Arbi, Alan Budi Kusuma, Ardy B Wiranata dan yang lainnya.

Mereka-mereka ini berangkat awalnya dari sebuah perkumpulan olahraga yang terletak di kota kretek yang didirikan oleh Djarum Kudus. Yup, PB DJarum Kudus memang bukan lah perkumpulan olahraga sembarangan, terbukti berkat profesionalitas binaan yang diterapkan disana, para pebulu tangkis hasil didikannya pun dapat mengharumkan nama Indonesia dalam forum olahraga dunia, khususnya bulu tangkis.

PB Djarum Kudus yang dulu bernama POR didirikan oleh Bambang Hartono pada 7 Oktober 1969, awalnya hanya organisasi ekstra struktural dari pabrik rokok Djarum yang menyediakan tempat bagi para karyawannya untuk menyalurkan hobi olahraga. Didalamnya PB Djarum terdapat berbagai jenis bidang olah raga seperti tenis, bridge, sepak bola, bola voli, tenis meja, catur, dan bulu tangkis. Kemudian lambat laun bertrasnformasi berubah menjadi suatu wadah untuk membina para pemain bulu tangkis secara profesional, sedangkan cabang olah raga lainnya hanya bersifat bina lingkungan atau bersifat sosial kemasyarakatan, dan penyaluran hobi masyarakat sekitar.

Sejalan semakin difokuskannya bulu tangkis sebagai cabang olahraga yang diandalkan, maka pola pembinaan dan pelatihan profesional pun mulai disusun oleh para pengurusnya. Mereka yang terlibat di dalamnya mencoba menyatukan sinergi positif dalam bentuk rasa kebersamaan mulai dibentuk antara pengurus, pelatih, dan atlet. Hal ini dilakukan untuk menyatukan pola pembinaan yang sifatnya keterbukaan, di antara sesama atlet dan pengelola perkumpulan olah raga lain. Wujud nyata dari pola tersebut adalah berlatih dan belajar bersama yang tujuannya untuk mewujudkan pengelolaan yang baik dan efektif. Pada akhirnya akan menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi secara berkesinambungan.

PB Djarum periode pertama dipimpin oleh Setyo Margono (1969-1973) dan pada tahun 1971, pola perekrutan atlet pun mulai berkembang hingga ke luar Kudus. Atlet-atlet pertama yang berlatih di PB Djarum adalah Syaiful Arisanto, Cahyanto, Liem Swie King, Gan Liong Kiem, dan Tjwan Bie, Kartono, dan Hastomo Arbi. Liem Swie King bersama karyawan yang mempunyai ketrampilan yang sama, sering melawat ke luar daerah Kudus. Hal ini tidak mengherankan karena Djarum mempunyai hubungan operasional dengan daerah lain, seperti Semarang, Pekalongan, dan Tegal.

Dalam lawatan tersebut klub Djarum selalu menang baik dalam kejuaraan yang sifatnya lokal atau regional di antaranya, berhasil menjuarai Piala Surabaya tahun 1971 dan Piala Panafit Magelang tahun 1972, Liem Swie King sendiri setelah berhasil menjuarai tunggal junior putera dalam kejuaraan ini. Bahkan klub Djarum berhasil menudukkan klub lain yang lebih dulu ada seperti Rajawali dan Suryanaga di Surabaya. Setahun kemudian, tahun 1973 PB Djarum mengirimkan atlet-atletnya untuk ikut serta dalam kejurnas di Jakarta. Dalam kompetisi tersebut, Liem Swie King yang sejak awal merupakan atlet andalan PB Djarum berhasil merebut perak.

Momentum keberhasilan Liem Swie King tersebut dimanfaatkan oleh tim PON Jawa Tengah dengan menurunkannya dalam pertandingan pada PON VIII di Jakarta tahun 1973. Pada kesempatan tersebut Liem Swie King merebut perak pada nomor tunggal putera. Sementara itu, tim beregu Putera Jawa Tengah berhasil merebut perunggu. Keberhasilan Liem Swie King sebagai atlet dari PB Djarum menyumbangkan medali perak bagi kontingen Jawa Tengah langsung menaikkan pamor dan prestise atlet-atlet PB. Djarum di mata pecinta bulu tangkis Jawa Tengah. Dari tahun ketahun, prestasi yang dihasilkan pemain-pemain dari PB. Djarum semakin banyak saja. Walaupun pada awalnya selalu bertumpu pada Liem Swie King, lambat laun jumlah pemain yang ikut andil dalam kejuaraan sebagian besarnya berasal dari PB Djarum.

Tapi tahun 1976 PB Djarum mulai membuka pembinaan atlet puteri di Semarang. Sebelumnya PB Djarum selalu memfokuskan pelatihannya terhadap atlet-atlet putera. Kekuatan tim bulu tangkis yang berasal dari PB Djarum semakin lengkap dengan munculnya pembinaan atlet puteri. Selain adanya pemain puteri, kuantitas pemain putera juga bertambah sehingga semakin memperkuat komposisi tim mereka.

Prestasi atlet PB Djarum pun semakin beranjak naik ke tingkat nasional, bahkan sampai ke tingkat internasional. Dimulai saat menjadi juara kedua PON VII di Jawa Tengah tahun 1973, Liem Swie King telah disebut-sebut orang sebagai pengganti Rudi Hartono, sang maestro bulutangkis Indonesia. Hal itulah yang membuat managemen PT Djarum berpikir bulutangkis harus terus dibina, dan bersifat profesional dalam pengelolaannya. Apalagi Ketua PBSI pada waktu itu Soedirman pernah meminta PB Djarum agar bisa mengelola semacam Pelatnas kedua bagi pemain bulutangkis. Ini terjadi setelah PBSI melihat atlet PB Djarum berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan atlet pelatnas seperti Iie Sumirat dan Tjun Tjun, sehingga hal itulah yang membuat tekad Djarum semakin kuat.

Tahun 1975 Liem Swie King kembali mempertahankan gelarnya di Kejurnas, setelah ia berhasil menjadi juara I di dalam nomor tunggal putra. Liem Swie King semakin membuktikan dirinya sebagai pemain muda berkualitas setelah memenangkan Invitasi Dunia di Malaysia. Setahun kemudian atas nama PB Djarum, Liem Swie King berhasil mengantarkan tim beregu PB Djarum menjadi juara dalam Libra Cup II di Jakarta.

Pada kurun waktu berikutnya PB semakin berkembang dan memasuki era POR Prestasi dalam PB Djarum Kudus periode III. Pada waktu ini POR dan Ketua PB Djarum diketuai oleh Goei Po Thay. Tahun 1980 pemusatan latihan bulutangkis dikembangkan tak hanya di Kudus tapi juga ke Semarang atas prakarsa Boediarto Prabowo yang menjabat Direktur Personalia PT. Djarum Kudus dan Hartono Wibowo yang menjabat sebagai Kepala Kantor Pemasaran Cabang Semarang.

Pada tahun 1986 Djarum melebarkan sayap pembinaan, ditandai dengan membuka pusat latihan bulutangkis Djarum di Surabaya dan sejak tahun 1985 juga ada upaya melalui pendekatan ilmiah, dan masuk nama nama yang berasal dari dunia akademis dalam pembinaan atlet, seperti Singgih D. Gunarsa ahli psikologi olahraga, Hendra Kertanegara (Tan Tjoe Hok), mantan atlet nasional dan juara All England 1959. Atlet-atlet yang dibina PB Djarum paada periode ini antara lain, Christian Hadinata, Eddy Hartono, Alan Budikusumah, Ardy B. W., Haryanto Arbi, dan Hermawan Susanto.

Pada era ini, reputasi PB Djarum sangat terkenal baik dalam tingkat lokal, regional bahkan sampai tingkat internasional. Hal ini didasari pada undangan dari Federasi Bulutangkis Taiwan yang mengundang atlet dari PB Djarum untuk melakukan pertandingan eksebisi melawan tim Taiwan, dan Hongkong selama satu minggu, mulai 16–22 Desember 1982. Pihak Federasi Bulutangkis Taiwan membiayai penuh transportasi dan akomodasi dari rombongan atlet Djarum. Para atlet Taiwan ingin menjajal dan menimba ilmu langsung dari atlet Djarum yang berstandar internasional.

Dan tahun 1992 menjadi tahun yang istimewa bagi PB Jarum dimana pada perhelatan Olimpiade di Barcelona bertemu lah dua atlet binaan PB Djarum yaitu Alan Budi Kusuma, dan Ardy B. Wiranata. Jadi bisa dikatakan hal ini suatu lonjakan prestasi dimana kedua atlet bulutangkis Indonesia yang notabene atlet binaan PB Djarum Kudus secara berurutan meraih medali di ajang tertinggi olahraga dunia. (berbagai sumber)

Banyak dari kita pasti pernah melakukan olahraga rakyat yang satu ini, yup Bulu Tangkis atau badminton. Olahraga yang asik dimainkan secara tunggal, beregu maupun campuran ini memang bukan olahraga asli kreasi anak bangsa, melainkan produk import yang datangnya dari Eropa.

Adalah Inggris sebagai biang keladi dari terciptanya olahraga ini. Permainan ini dikenalkan dan dikembangkan awalnya oleh keluarga Sonnerset dari Bristol, Inggris hingga akhirnya dapat berkembang luas pada abad XIX di Eropa. Berkat jasa mereka pulalah pihak kerajaan Inggris tak segan memberikan gelar Duke of Beaufort kepada Keluarga Sonnerset.

Badminton House, salah satu tempat bersejarah olahraga bulu tangkis, kini masih menyimpan koleksi peralatan battledore dan shuttlecocknya. Shuttlecock saat itu beratnya dua kali lipat dibanding dengan yang ada sekarang. Panjang raket battledorenya sendiri kurang lebih setengah meter dengan kepala bulat tanpa senar. Kayu penepak ditutup kertas kulit sehingga menimbulkan bunyi, seperti orang memukul tambur.
Antara tahun 1840 sampai 1850, anak-anak Duke of Beaufort VII, tujuh laki-laki dan empat perempuan, bermain bulu tangkis dengan cara merentangkan tali antara pintu dan perapian. Mereka bermain menyeberangkan shuttlecock melewati tali tersebut dan hal inilah awal mula dari penggunaan net.

Pada abad XII permainan ini pun telah digelar di lapangan olahraga kerajaan Inggris dan di tahun 1860 itu ada seorang penjual mainan dari London-mungkin juga penyedia peralatan battledore – bernama Isaac Spratt, menulis Badminton Battledore-a new game. Tulisan di situ menggambarkan terjadi evolusi permainan itu di Badminton House. Tak hanya di Inggris saja, bukti lain menyebutkan anggota kerajaan Polandia juga telah memainkan olahraga ini pada akhir abad XVII. Di tahun 1870 bulu tangkis hanya diperuntukkan untuk kalangan aristokrat saja dan dimainkan di ruang tamu mereka yang sangat luas.

Tapi dalam perkembangannya, olahraga ini semakin meriah dengan dengan hadirnya sebuah klub bulu tangkis pertama yang bernama Folkstone yang berdiri di daerah Kent, Inggris. Buku pertama yang menceritakan tentang permainan ini adalah “Badminton” disusun oleh S.M Massey yang terbit pada tahun 1911. Massey adalah salah seorang pemain terkenal di Inggris dan menjadi sosok yang cukup berperan dalam administrasi badminton pada masa itu.

Beberapa tahun kemudian untuk lebih mendisipilinkan jalannya permainan, pada tahun 1877 dikeluarkanlah peraturan pertama tentang bulu tangkis, kemudian diperbarui lagi di tahun 1890. Tapi peraturan permainan bulu tangkis yang sekarang berlaku di IBF hanya mengalami perubahan sedikit sekali dari peraturan yang dikeluarkan pada tahun 1890.

Tahun 1901, mulailah bentuk dan ukuran lapangan yang sekarang sudah mulai dipakai. Sebelumnya, bentuk dan ukuran lapangan bulu tangkis banyak mengalami variasi, meskipun kebanyakan menggunakan bentuk jam. Kejuaran pertama bulu tangkis All England pun digelar di tahun 1897 yang hanya berlangsung selama satu hari tanggal 4 April di London-Scottish Drill Hall di Buckingham Gate, London. Walau cuma sehari, sukses penyelenggaraan Kejuaraan All England telah merangsang munculnya kejuaraan lainnya, seperti Kejuaraan Irlandia pada tahun 1900. Dilanjutkan dengan pertandingan internasional pertama kali antara Inggris melawan Irlandia pada tahun 1903, disusul Kejuaraan Aberdeen, Skotlandia pada tahun 1907.

Pada tahun itu juga terbit The Badminton Gazette yang menjadi jurnal resmi persatuan bulu tangkis Inggris. Menyeberang Lautan Atlantik bulu tangkis hinggap di British Columbia tahun 1914 dan tahun 1920-an menyebar ke berbagai kota Kanada. Tahun 1921 Kanada mengadakan kejuaraan pertamanya. Badminton juga menyebar ke Amerika Serikat, dengan New York sebagai kota persinggahan pertama. Hollywood juga disinggahi, dan sempat dibuat film Good Badminton untuk mengembangkannya.

Namun baru 1905 Badminton menarik banyak perhatian masyarakat. Tahun itu terselenggara Seri Dunia yang mempertemukan Jack Purcell dari Kanada dan Jess Willard dari AS. Sekitar 3000 penonton memadati gedung di Seattle ini, dengan Purcell menang 15-7, 15-6, 15-9 dalam pertandingan the best of five match. Selain kejuaraan, bulu tangkis juga dikenalkan dalam bentuk turnamen yang sangat berperan dalam memperkenalkan olahraga ini ke negara lain. Para pemain datang ke Inggris untuk belajar olahraga bulu tangkis, dan melakukan eksibisi antar tim dari berbagai negara di Eropa.

Tahun 1925 tim Inggris mengadakan lawatan ke Kanada. Banyak segi positif dari lawatan ini, sehingga di kedua negara tersebut muncul persatuan bulu tangkis pada tahun 1931 di Kanada, dan tahun 1936 di Amerika Serikat. Perkembangan badminton yang cepat menjadi olahraga dunia itu menuntut dibentuknya sebuah badan internasional. Maka pada tahun 1934 didirikan IBF yang bertujuan untuk membantu mengembangkan bulu tangkis di tingkat internasional dengan Inggris Raya (Inggris, Irlandia, Wales, dan Skotlandia), Denmark, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai negara pendiri. Hal ini disambut baik oleh Sir George Thomas, dengan memberikan sumbangan Thomas Cup untuk kejuaraan beregu putra pertama pada tahun 1948.

Tahun 1956 Mrs. H.S Uber pemain ganda putri terbaik Amerika Serikat menjadi pemrakarsa untuk kejuaraan beregu putri tingkat dunia. Turnamen bulu tangkis terbuka pertama diadakan di Amerika Serikat pada tahun 1954, yang mengijinkan pemain dari luar negeri untuk bergabung. Hal ini dimaksudkan agar pemain Amerika dapat meningkatkan kualitas permainan mereka. Selain di Eropa dan Amerika olahraga bulu tangkis juga berkembang di daerah jajahan Inggris, seperti Malaysia, dan Singapura.

Nah, lewat dua negara inilah bulu tangkis sampai juga bulu tangkis ke Indonesia melalui Medan dan Palembang . Namun ada pula yang berpendapat permainan bulu tangkis ini dibawa langsung ke Jakarta pada tahun 1930. Hal itu didukung menurut catatan yang yang menyatakan di tahun 1933 sudah ada perkumpulan bulu tangkis di Jakarta, yaitu BBB (Batavia Badminton Bond), BBL (Batavia Badminton League), dan BBU (Batavia Badminton Unie). Adapun Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sendiri didirikan pada tahun 1951. Tujuan pendirian PBSI adalah untuk menangani dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan bulu tangkis di Indonesia. (berbagai sumber)

Sudah banyak buku-buku atau keterangan seputar skandal cinta antara laki-laki dalam keluarga Kennedy dengan MM, belum lagi yang mengulas soal kematian MM. Memang sudah kutukan yang tak ada habisnya dalam keluarga Kennedy mungkin, yang Robert dan John sendiri harus meregang nyawa karena tembusan timah panas, begitu juga dengan Maryln Monroe yang kematiannya selalu menjadi perdebatan seru dikala ada lagi keterangan baru yang menjurus perihal sebab kematiannya.

Tapi yang jelas ketiganya tewas dalam kurun waktu yang berdekatan dan pada dekade yang sama. Nah, dibawah ini adalah beberapa keterangan dari berbagai pihak, entah itu dalam buku ataupun keterangan plus laporan yang membahas mengenai skandal seks antara kedua kennedy dengan MM dan matinya Maryln Monroe.

Yang pertama adalah buku yang berjudul The show Business Nobody Knows yang ditulis oleh Earl wilson kolumnis yang merangkap sebagai wartawan. Dalam bukunya dia menyatakan sukar sekali mengatakannya, tetapi adalah kenyataan, bahwa Maryln Monroe dan Bobby terlibat dalam percintaan, dekat-dekat waktunya sebelum keduanya harus berpisah karena maut. skandal cinta mereka terjadi beberapa bulan sebelum si genit Hollywodd itu kedapatan tak bernyawa di kamar tidur hotelnya. Earl sama sekali tidak menyalahkan Bobby dalam usaha bunuh diri MM itu karena katanya MM memang seorang yang berwatak aneh.

Buku Earl juga menyatakan, di hari-hari terakhir dalam hidupnya seringkali orang memergoki MM dengan menyamar memakai wig berambut hitam yang panjang naik ke kapal terbang pribadi kepunyaan keluarga Kennedy menuju ke rumah-rumah peristirahatan keluarga terkenal itu di Palm Spring atau ke danau Tahoe, tetapi waktu itu rasa hormat masyarakat terhadap keluaga besar Kennedy menyebabkan tak ada seoarang wartawan pun sampai hati menuliskannya.

Fred Lawrence Guiles, seoarang kolumnis dalam bukunya sejarah hidup Maryln Monroe, berkata bahwa MM sebelum kematiannya terlibat dalam sebuah percintaan dengan seoarang tokoh masyrakat yang telagh beristri. Earl menambahkan persahabatan intim kedua insan yang populer itu adalah lewat aktor Peter Lawford suamai dari Patricia Kennedy, kakak Bobby. Rumah mereka yang di tepi pantai California sering mendapat kunjungan akhir pekan oleh para sahabatnya, diantaranya adalah MM.

Dan dapatdipastikan disana Bobby selalu ada, sendirian. Tidak hanya dengen BOb kennedy MM berskandal, tetapi juga kepada saudaranya dekatnya Bob yaitu John Kennedy. Earl Wilson mengatakan dalam bukunya, pada suatu hari di New York MM keliatan dengan tergesa-gesa pergi dari teater tempat dia mengadakan pertunjukannya. Tujuannya adalah sebuah hotel kecil yang treletak agak keluar kota yangjarang dikunjungi oleh orang. Dan di tempat itu telah menantinya yang tak lain dan tak bukan adalah John Kennedy. Tak ada seorang pun tahu apa yang mereka kerjakan disana, tapi keesokan harinya MM bilang telah berhasil membuat tulang punggung Presiden AS itu kembali segar.

Skandal seks yang melibatkan Presiden Amerika Serikat dan adiknya tak hanya terungkap dalam buku saja, tetapi mencuat dalam dokumen Biro Investigasi Federal (FBI). FBI mengungkapkan adanya pesta seks yang melibatkan Presiden John F Kennedy dan beberapa saudaranya,penyanyi Frank Sinatra , serta ttak ketinggalan Marlyn Monroe. Laporan rahasia yang kemudian dilansir surat kabar New York Post didasarkan pada informasi dari seorang mafia. Tujuan dari kelompok mafia itu adalah menjatuhkan sang presiden kala itu dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan wanita penghibur. Berapa banyak wanita yang menggila juli 1965 disana tidak disebutkan berapa.

Tindakan dengan melibatkan wanita penghibur ini sengaja dilakukan untuk membuat malu keluarga Kennedy yang saat itu sedang berada di puncak kekuasaan. Menurut laporan FBI itu, para wanita penghibur itu diposisikan dalam situasi yang mencurigakan diantara Robert, Ted Kennedy, dan kakak ipar mereka, aktor Peter Lawford. Seolah-olah terjadi skandal keluarga. Menurut seorang informan, hal ini dilakukan untuk merusak nama baik keluarga Kennedy. Pasalnya Robert Kennedy telah mendeklarasikan perang terhadap kelompok-kelompok pelaku kejahatan. Robert menjabat sebagai Jaksa Agung AS periode 1961 sampai 1964.

Namun FBI tidak melakukan penyelidikan atas klaim tersebut. Laporan itu merupakan bagian dari isi dokumen setebal 2.352 halaman yang diungkap FBI. Dokumen didapat setelah kematian Ted Kennedy pada Agustus tahun lalu akibat kanker. Laporan dimulai dengan pemaparan rencana yang dipaparkan oleh informan terhadap kantor FBI di Milwaukee dan FBI menambahkan pernyataan tanpa tanda tangan itu juga diakui oleh salah satu yang hadir dalam pesta seks itu, seorang jutawan dari Manhattan.

Bagaimana dengan kematian MM, MM korban konspirasi? Menurut media massa, dalam dokumen terbaru yang diungkap FBI pada Maret 2007 lalu menunjukkan bahwa tewasnya Monroe berhubungan dengan jebakan yang dibuat oleh teman baiknya sendiri, serta memperkirakan bahwa Menteri Kehakiman AS kala itu yakni Robert Kennedy juga tahu persis akan rencana tersebut. Laporan yang diserahkan FBI pada 19 Oktober 1964 tersebut dikategorikan sebagai rahasia tingkat tinggi pada waktu itu. Laporan mengisyaratkan bahwa “bunuh diri” Monroe hanyalah sebuah adegan pura-pura saja, namun tidak disangka justru menjadi nyata. Teman, dokter, pengurus rumah, asisten, dan juru bicaranya juga turut andil dalam konspirasi ini.

Di tahun 1985 terbit pula sebuah buku yang berjudul Goddess: The Secret Lives of Marilyn Monroe, yang kembali menyinggung-nyingung hubungan sang bintang dan dua Kennedy, bahkan dikesankan bahwa keluarga Kennedy berkepentingan dengan meninggalnya Marilyn untuk menjaga nama baiknya. Tapi Kunci yang dianggap tahu sekitar kematian Marilyn, yakni aktor Peter Lawford tetap bungkam dan menyanggahnya. Kematian MM juga diungkap oleh Robert Slatzer pengawal pribadi MM. Dalam rekaman tertulis Slatzer dikatakan Robert Kennedy akan menikahi MM sesudah ia menceraikan istrinya kata MM pada Robert Slatzer. “jika itu benar berarti kau akan jadi first lady penghuni gedung putih” kata slatzer. Kemudian dia menambahkan “tapi aku kira beliau itu hanya memprmainkanmu saja” katanya. Tapi MM dengan perasaan optimis menjawab Bob bener-bener mencintainya dan justru itu dirinya merasa pasrah,lagipula kata MM sudah banyak rahasia-rahasia pribadinya yang diceritakan Bob kepadanya.

Dalam buku harian yang ditemukan Slatzer berhasil diungkap juga love affair MM dengan Bob. Bob pun sampai lupa terlanjur menceritakan hal-hal yang semestinya dirahasiakan, soal Jimmy Hoffa yang akan ditangkap dan yang lainnya, bahkan sampai mengumbar janji tentang perkawinan. Tetapi Slatzer hampir tiap saat menasehati MM agar jangan terlalu berharap datangnya hujan di musim panas yangg gersang.(Berbagai sumber)

Raja Rock N Roll dan Mafia

Posted: 25 October 2012 in Celotehan Kecil

Elvis Presley “king of Rock N roll” tak dipungkiri adalah ikon abadi dari dunia rock n roll, apa jadinya dunia rock n roll apabila tidak ada keterlibatan sang raja didalamnya. Berkat lagu-lagunya yang memadukan irama rock ‘n’ roll dengan lagu-lagu ballad, dunia rock ‘n’ roll memperoleh fondasi komersial yang selanjutnya dapat dikembangkan musisi rock ‘n’ roll penerusnya.

Tapi terlepas dari itu ada satu yang menarik dari seoarang Elvis Aaron Presley,bukan kisah cintanya atau para gadis yang pernah menjadi pacarnya tapi keterdugaan Elvis yang mempunyai kedekatan dengan mafia khususnya mafia di tempat kelahirannya, Missisippi. Nah, terkait hal ini, bermula dari ditemukannya beberapa buah lembar pemfletdi daerah Tuepelo, Missipi dimana Elvis menghembuskan nafas pertamanya di bumi.

Dalam pamflet itu disebut-sebut bahwa dia termasuk dalam kelompok mereka yang kedudukan sebagai anggota donatur mkehormatan dimana setiap tahunnya Elvis menyerahkan sejumlah dana bagi pembiayaan operasi-operasi yang dilancarkan oleh kelompok mafia itu.

Operasi itu dinamakan sebahgai operasi kemanusiaan. Tak ayal, bagaikan petir di siang hari bolong, disebut-sebut biduan sekaligus aktor terkenal dan penyanyi Elvis Presley punya hubungan gelap dengan kelompok gangster mafia. Melalui selembaran itu sebabnya oleh mafia-mafia diharapkan orang-orang kaya di daerah Tupelo bersedia membantu keuangan mereka. Dan itu juga berarti orang-orang kayai itu harus bersedia menyerahkan sumbangannya seperti yang dilakukan oleh Elvis

Mafia itu menyebutkan bahwa sampai sekarang menjelang natal setiap tahunyya Elvis selalu setia memberikan sejumlah dana tak kurang seratus ribu dollar. dan dengan perbutannya itu berarti elvis telah menjaga keselamatan sendiri kata mafia. “kalau tuan-tuan ingin selamat, lakukanlah seperti yang dilakukan oleh Elvis, demikianlah baris-baris penutup dari selebaran tersebut. Memang pada bulan agustus yang lalu, pihak FBI telah menanyakan persoalan pamflet itu kepada Elvis dan managernya Tom Parker. Dan tidak lama kemudian Tom Parker segera menugaskan Elvis Private Security Forcenya untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan berkenaan dengan keberadaan pamflet-pamflet itu.

Tapi hasil penyelidikan itu tidak pernah diumumkan dan inilah yang menjadi pertanyaan, apakah memang Elvis terlibat atau dia hanya diperas dan berada dalam tekanan para mafia-mafia itu karena Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI yang merilis lebih dari 2.000 data rahasia dalam ‘The Vault’ disebutkan raja rock and roll, Elvis Presley dicatat sebagai korban pemerasan.

Alkisah berdasarkan atas cerita ayah Elvis sendiri, semua berawal kira-kira pada 3 tahun yang lalu Vernon ayahanda dari Elvis sedang menhabiskan waktunya di ruang kasino The International Las Vegas Hotel milik anaknya sendiri. Semalaman ia bermain, lantas pada hari menjelang pagi datang seseoarang yang bernama Alan Fortas, mengaku kenal baik sama Elvis dan menwarkan uang 1000$ sebagai pinjaman. awalnya Vernon menolak dengan halus dan mengatakan ia tidak lama akan pulang karena akan dijemput oleh istri Elvis, Priscilla.

Tapi vernon sendiri tidak menyadari bahwa uang itu ternyata sudah masuk ke kantongnya saat Alan mendekati. Keesokan harinya, Vernon menanyakan kepada Elvis, apakah kenal dengan seseorang yang bernama Alan Fortas itu , Elvis menjawab tidak tahu menahu tentang nama itu. Tepat menjelang perayaan natal tahun 1968 tanpa diduga sama sekali Vernon menerima sepucuk surat yang menyebutkan bahwa apabila ia tidak dapat mengembalikan uang pinjamannya pada Alan Fortas menjadi sebanyak 100.000$ maka Memphis Mafia akan menculik Priscilla. Surat itu ditandangani oleh Abe Fortas (bukan Alan), salah seoarang anggota mafia yang sudah terkenal di Amerika.

Tanpa ingin mendapat banyak kesulitan serta menjaga nama baik dan keselamatan keluarganya maka kira-kira 3 hari sebelum natal melalui ayahnya Elvis menyerahkan uaang itu kepada Abe Fortas yang kunjungannya ke rumah ayahnya boleh dianggap sebagai sesuatu yang misterius. Selanjutnya Vernon menerangkan bahwa setiap tahunnya ia tak berhenti menyerahkan 100.000 dollar kepada Abe Fortas. Pada Vernon disebutkan uang sebanyak itu katanya adalah untuk membiayai perayaan natal anggota mafia di Los Angles dan sebagian kecilnya untuk membayar orang-orang yang disebutkan sebagai “menjaga keselamatan Elvis”. Memang jumlah itu tidak seberapa bagi elvis yang kala itu kekayaannya segudang banyaknya, tapi mau gimana lagi tak ada pilihan lain mungkin pikir Elvis. (berbagai sumber)

Skandal-skandal panas tak pernah habisnya selalu menggelayuti mereka yang disebut sebagai seorang politisi negara, tidak di dunia atau bahkan di Indonesia. Mungkin pepatah tua yang mengatakan semakin tinggi puncak seseorang badai senantiasa akan selalu mengintai ada benarnya, entah badai itu tercipta akibat ulah nakalnya sendiri atau justru dihembuskan oleh lawan politik yang ingin menjungkirbalikkan citra berikut tujuan politisnya.

Baru-baru ini skandal seks kembali mencuat mengisi laman berita dan kali ini menimpa bakal calon Presiden dari partai Republik yang bernama Herman Cain. Pengusaha berusia 65 tahun ini dituduh melakuakan pelecehan seksual terhadap tiga orang gadis disaat dirinya masih menjadi Ketua Asosiasi Restoran pada tahun 1990-an silam. Tak mau dituduh main cabul, Ia pun tak tinggal diam dan menuduh lawan politiknya Rick Perry dibalik beroita skandal ini, kontan saja Perry membantahnya.

Namun berita skandal Cain secara tak langsung telah memperlemah posisinya untuk maju sebagaai akandidat presiden AS berikutnya. Menilik skandal yang dituduhkan kepada Cain, negara paman sam ini memang dikenal dengan negeri yang banyak memberitakan soal skandal seks para politisinya. Masih terngiang dalam kepala bagaimana presiden Bill Clinton dihantui oleh skandal cintanya dengan Monica Lewensky. Skandal mantan orang nomor satu di Amerika ini terungkap setelah teman terdekat Lewinsky, Linda Tripp, merekam percakapan keduanya pada Kennet Starr, pengacara terkenal yang saat itu juga seorang jaksa agung. Tak pelak Skandal perselingkuhan Clinton-Lewinsky ini dianggap sebagai skandal paling panas.
Tapi untung saja Clinton bisa bernafas lega dan lolos dari pemakzulan. Clinton bisa lolos, namun tidak bagi Mark Foley seoarang anggota kongres Partai Republik, yang skandalnya terkuak pada September 2006 dari pesan elektronik terhadap seorang pemuda yang isinya mengenai “Sexting”. Padahal Foley sendiri merupakan politisi konservatif terkemuka penentang anti-gay. Namun kejadian memalukan ini membawa Foley pada skandal sex gay. Tak bisa dihindari lagi Skandal ini diyakini telah memberi kontribusi kerugian pada Partai Republik dan Foley akhirnya mengundurkan diri dari partainya pada 29 September 2006. Dampak ikutan dari skandal tersebut juga memakan korban lain, yakni pengunduran diri sejumlah pejabat Partai Republik.

Selang beberapa tahun kemudian, di tahun 2009 Gubernur Carolina Selatan, Mark Sanford harus rela angkat kaki dari jabatannya lantaran pengakuannya yang telah menjalin skandal seks dengan wanita Argentina yang bernama Maria Belen Chapur. Kala itu Sanford merupakan gubernur ke-115, yang juga merupakan harapan Partai Republik untuk menjadi Presiden 2012. Naas baginya tuduhan skandal seks dan penyalahgunaan dana perjalanan negara memastikan harapannya menjadi presiden Amerika hilang sudah. Dirinya senasib dengan yang dialami oleh kandidat presiden dari partai Demokrat, Gary Hart yang sangat difavoritkan dalam nominasi Partai Demokrat dalam pemilu 1987 akhirnya mundur mencalonkan diri akibat tersandung skandal seksnya.

Jauh kebelakang sebelum mereka-mereka ini melibatkan diri atau dilibatkan dalam skandal panasnya, ada politisi legenda AS yang lebih dulu mempraktekannya di tahun 40-an silam. Adalah Franklin Roosevelt yang ternyata juga bukanlah seorang malaikat suci, dus manusia biasa yang pernah tergoda imannya dan membuat affair percintaan dengan wanita lain yang bukan muhrimnya. Teman tapi mesra itu bernama Lucy Page Mercer yang berusia 22 tahun yang juga adalah sekretaris dari istrinya Roosevelt. Skandalnya tersebut dinyatakan dalam sebuah buku karangan Joseph lash yang disusun berdasarkan catatan pribadi dari Miss Roosevelt. Lantaran Dimadu Nyonya Rosevelt pun pernah ingin minta dicerai oleh suaminya, tapi untungnya dewi cinta masih berpihak kepada kedua pasangan itu yang lantas memendam niat mereka berdua untuk bercerai.

Alasan Roosevelt sendiri cukup sederhana selain dia masih cinta terhadap istri yang telah melahirkan keenam anaknya, dia juga tak mau karir politiknya hancur gara-gara affair percintaannya. Roosevelt sadar betul perceraian dengan istri tercinta akan berbuah pahit bagi dirinya yang mungkin tidak ada harapan untuk terpilih lagi pada pemilihan umum mendatang. Karena itu dia mengorbankan cintanya kepada Lucy Mercer dan berjanji tidak akan bertemu dengan dia untuk selamanya, rumah tangga Roosevelt pun utuh dan bahagia untuk selamanya dan Roosevelt tetap menjadi presiden AS sampai akhirnya dia meletakkan jabatan.

Lebih tua bertahun-tahun yang lampau lagi, ada nama Thomas Jefferson yang tercatat sebagai salah satu Presiden AS paling sukses dalam memimpin Negara asalnya Bob Dylan ini. Namanya terukir indah dalam sejarah Amerika sebagai penulis dan peletak dasar Deklarasi Kemerdekaan. Namun reputasinya yang cemerlang itu sedikit ternodai dengan isu tak sedap perihal skandalnya dengan seorang wanita yang dihembuskan oleh James Callender, saat Presiden AS ke-3 ini memulai periode pertama pemerintahannya. Callender mengatakan Thomas Jefferson telah menjadikan seorang budak bernama Sally Hemings sebagai selirnya.

Tak tangung-tanggung ia pun memiliki beberapa orang anak dengannya. Thomas Jefferson sendiri saat itu berstatus sebagai seorang duda. Meskipun deraan gossip itu begitu keras menghantam, namun posisi Thomas Jefferson sebagai Presiden tetap tak tergoyahkan sama seperti Roosevelt.(berbagai sumber)

Berawal dari sebuah Mobil Lincoln Continental berwana biru yang berlari cepat menuju Jefferson Memorial, Washington DC tanpa menggunakan lampu besar di depan. Saat itu jam dua dini hari, tanggal 7 Oktober 1974. Di belakangnya, dua anggota polisi mengejar dengan mobil patrolinya. Sampai di Tidal Basin, pengemudi lincoln itu menyerah dan menghentikan mobilnya. Selain supirnya, didalamnya juga terdapat dua orang pria dan dua orang wanita. Pasangan yang duduk dibelakang terdiri atas laki-laki yang bertubuh tinggi besar, hidungnya sedikit berdarah dengan tangan yang menutupi mukanya. Yang perempuan berdandan amat mencolok, rambut pirang dan sekilas cantik sekali.

Waktu polisi mendekati mobilnya, tiba-tiba ssang perempuan itu tiba-tiba berusaha mencolat dan terjatuh. Yang laki-laki dengan cepat keluar, maksudnya hendak memberikan pertolongan. Anggota polisi itu seketika terkejut melihat wajah seorang laki-laki itu. Dengan penuh kesopanan, kedua polisi itu mengantar wanita itu ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

Kejadian itu sebenarnya tidak akan berbuntut panjang, andai saja di malam itu tidak ada seorang kameramen dari TV. Dan dia dengan jelasnya mendengar waktu polisi itu berucap “come on congressman, you dont need this bad publicity”. Dua hari kemudian, insiden itu tersiar dengan nama insiden Tidal Basin Affair. Anggota parlemen yang terlibat itu bernama Wilbur Mills, salah seoarang anggota kongres dari partai demokrat dengan jabatan resminya sebagai Ketua Ways and Means Commitee, sedangkan wanita yang malam itu nampak bernama Annabella Battistela, seoarang dancer yang bertubuh seksi. Dia dikenal pula dengan nama sebutan Fane Fox dari negerinya Maradonna yang sering menari di Boston Pilgrim Theatre.

Alkisah, malam itu Mills dan seoarang kaawannya minum-minum dan berdansa di Junkanoo, sebuah klub malam Caribean. Mills adalah seoarang yang kecanduan alkohol dan dia sendiri mengakui hal ini. Menurut manager Junkanoo, Mills dan kawannya memasuki klub malam itu pada pukul 9 malam dalam keadaan yang nornal. Tapi waktu polisi menyetop kendaraan mereka pada jam 2 pagi, pesta masih berlangsung, nampaknya Mills dan Battistella terlibat dalam sebuah pertengkaran kecil. Pesta diadakan menurut Mills sendiri, Battistela dan suaminya eduardo adalah sahabat dan tetangga yang baik. Saudara sepupu battistla, Gloria Sanches bermaksud ingin pulang ke negerinya. Untuk itu Mills dan istrinya, Polly bermurah hati untuk menyelenggarakan pesta kecil di rumah mereka.

Tapi menjelang pesta, Polly mengalami cedera kaki. Sehingga harus diarawat. Mills tidak hendak membatalkan pestanya karena cedera kaki sang istri. Maka pesta pun diselenggarakan di Junkanoo, bahkan di kedua kalinya yang tidak disebutkan namanya sekedar menjaga rahasia. Tentu saja akhirnya Mills pergi tanpa didampingi istrinya. “setelah beberapa gelas, miss Fox sakit” cerita Mills saat ia berusaha membersihkan namanaya dari publikasi yanggencar di Washington. “maka kami pun pulang tapi di tengah jalan entah kenapa tiba-tiba ia berusaha untuk meloncat, tentu saja saya menghalanginya, tapi dia memukul saya sehingga kacamata saya pecah dan hidung saya jadi terluka” kata Mills.

Mills berusaha mengemukakan kejadian yang sebenarnya, tapi sayang kejadian malam itu telah menjadi konsumsi publik yang masif. Sebelum kejadian itu Mills dikenal sebagai anggota Kongres yang bersih integitasnya. Reputasinya jempolan dan tak perlu disangsikan lantaran dia telah puluhan tahun nongrong di Kongres dan sebagai ketua sebuah Komite yang punya pengaruh besar di Kongres.

Semenjak peristiwa di malam itu Milss untuk sesaat mencoba bersembunyi dan dia meninggalkan Flatnya di DC. Pernah suatau saat ia merasa sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Selama dirawat di rumah sakit, para jura warta sering kali mengkofirmasi kepada MIss Fox. ” Jatuh cinta?” kata Fox waktu para wartawan menanyakan apakah Mills dengan dirinya memang terlibat affair. “Tidak kami hanya kawan” kata Fox, tapi Fox yang binal itu terpancing juga, ” bagaimana kira-kira reaksi rakyat jika Mills mengumumkan hendak menceraikan istrinya dan mengawini saya” kata Fox. Fox yang punya anak 4 yang kini hidupnya menjanda menilai Mills sebagai pria tua yang berdarah seperti lagunya Rhoma Irama alias berdarah muda.

ia menyatakan hasratnya untuk menikah lagi kalau mungkin ingin menikah dengan pria yang lebih tua dari suami sebelumnya. Suatu ungkapan yang dinilai para juru warta sebagai petunjuk hasratnya untuk menikahi Mills, “saya senang dengan publisitas mengenai diri saya, tapi saya merasa kasihan dengan sumbernya, ia tertekan sekali” kata Fox.

Segera setelah berbaring di RS, Mills mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Ways and Means Commitee dan digantikan oleh wakilnya. Mills nampak sehat sekali saat waktu terus berlalu. “ahh itu persoalan yang sudah lewat tak usah diungkit lagi” katanya suatu ketika kepada wartawan. Seoarang reporter lalu mengutip pernyataan Fox bahwa Fox bersedia kawin dengan MIlls, dan Mills hanya menjawab tapi dirinya sudah menikah dan mau berpoligami.

Annabella”fox” Battistela di hari kemudian menerbitkan sebuah buku autobiografi yang berjudul Fanne Fox: The real story behind the Headlines”. Dalam bukunya itu Fox menulis bahwa pada tahun 1973 dia hamil dan dia yakin anak dalam kandungannya itu adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan Mills. Fox juga memberitahukan kehamilannya kepada teman-teman Mills dan istrinya. Dalam suatu jumpa pers untuk mempromosikan bukunya.

Fox menjelaskan dia lah yang memutuskan untuk menggugurkan kandungannya, walaupun Mills berusaha menahan, ” saya tidak mau anak saya terlahir sebagai ayah” kata Fox. Selain itu, dia pun mengungkapkan Mills pernah bersedia mengawininya, tapi Polly sang istri menentangnya. “dan saya tidak mau menyakiti perasaan seoarang wanita”pungkas Fox.(berbagai sumber)